Kamis, 31 Desember 2020

Teman Toxic, Merayu Ketika Meminta Sesuatu dan Menghilang Ketika diminta Pertolongan. Pernah Mengetahui Ciri-cirinya?


Sedikit cerita tentang perteman Toxic waktu kecil, mungkin diantara kita adalah orang yang susah berkata "tidak" saat di minta tolongi, dulu ku pun begitu, sampai ketika bertemu dengan orang yang mau senangnya saja, saat kita meminta tolong dia menolak dengan berbagai alasan, ketika dia datang ada maunya, kita sering digodanya, hingga kita mau mengatakan IYA karena gak enakan. 
Ciri-cirinya, suka merayu, sedikit aksi, kurang empati dan simpati.
Misalnya ketika ada teman sedang dalam dirundung masalah, bukan mendukung dan menghibur, mereka justru sibuk menghakimi atau menyalahkan, tidak memberikan resolusi sama sekali. Sikap seperti ini menunjukkan ciri-ciri orang 'beracun’ atau toxic. Selain menyebalkan dan merugikan, toxic people tidak bisa minta maaf meskipun mereka sudah jelas-jelas bersalah, dia selalu merasa dirinya benar. 

Kamu mungkin pernah bertemu dengan orang demikian, kepribadian yang mendukung lainnya Gemar Mengontrol dan Memanipulasi Orang Lain untuk kepentingan pribadinya, mereka membuat orang lain mau melakukan sesuatu yang dipintanya, agar di anggap memberikan sumbangsih besar, hanya untuk menguntungkan dirinya. Ketika dapat memanipulasi orang lain dengan begitu dia merasa dirinya hebat, karena dirinya sedikit aksi dan empati, dia senang merepotkan orang lain, begitulah perilaku sering dilakukannya, bahkan dengan berbagai cara seperti berbohong agar orang lain kesihan dan mau percaya dengan nya. 
Teman toxic bisa menyakiti perasaan dengan memeras, saat kamu minta tolong, dia meminta balasan lebih sehingga kamu terkesan berhutang budi padanya.


Pesanku jika kamu bertemu dengan pertemanan demikian. Batasi lingkaran pertemananmu, tetaplah jadi orang baik, namun jangan memaksakan baik kepada teman yang toxic, hanya untuk menyenangkan dirinya sedangkan kamu tau bagaimana dirinya memperlakukanmu.

Andalkanlah dirimu, jangan tergantung pada dirinya sekalipun , jika kamu bisa melakukannya, sendiri saja tak mengapa, belajarlah banyak hal agar dirimu tidak melibatkan teman yang toxic, mengontrol dirimu. Carilah karakter seorang sahabat yang memberikan dampak positif bagi dirimu, sekalipun dirinya bukan dari orang kaya, tidak terlalu pintar dan tidak rupawan, Ibu ku pernah bilang "tidak mengapa sedikit teman dari pada berteman dengan orang yang suka menyusahkan & memanfaatkan".


Continue reading Teman Toxic, Merayu Ketika Meminta Sesuatu dan Menghilang Ketika diminta Pertolongan. Pernah Mengetahui Ciri-cirinya?

Kamis, 10 Desember 2020

Bisnis Les Privat, Sukses Melakukan Promosi Hanya dalam Satu Hari.

Tulisan ini kembali ku bahas ketika tulisan pertama waktu itu aku berbagi tips untuk memaksimalkan penggunaan HP android agar lebih produktif dan tidak membuang waktu percuma. Ponsel genggam saat ini menjadi barang yang tidak ketinggalan digunakan para pemuda, seiring berjalan waktu, selalu hadir android dengan harga memukau, namun inovasi tidak diragukan. Selalu ada kemudahan-kemudahan yang ditawarkan, sebagai pelengkap penggunaan ponsel pintar ini. 
Pada tulisan kemaren aku membahas apakah salah, ketika seorang pemuda membeli android mahal, jawabannya tergantung tujuan dan penggunaan dari pemilik Hp android sendiri.

Bagi pemuda yang kebingungan untuk menambah penghasilan dimasa pandemi, terutama Mahasiswa bisa membuka jasa Les Privat, untuk menambah pemasukan disaat waktu luang, hanya dengan menjual jasa serta melakukan promosi di berbagai platform digital, kamu bisa menggunakan kesempatan ini dengan bantuan HP Androidmu, hal ini pernah aku lakukan pada temanku sendiri. Begini cerita dan testimoni nya.


Ketika masih dimasa pandemi dirinya memutuskan merantau ke Kota bersamaku, saat itu aku lebih dahulu di kota dan aku sedang bekerja part time di Banjarmasin, hanya sekitar 60 menit dalam satu hari. 
Setelah sekitar dua minggu temanku ingin memutuskan pulang ke kampung halamannya, alasannya karena penggeluaran uang di Kota, cukup banyak, padahal kami sepakat merantau berdua agar bisa dengan segera menyelesaikan tugas akhir, yaitu skripsi. 

Saat itu aku berinisiatif bagaimana jika lebih baik menambah pengalaman dengan mengajar part time, untuk menambah pemasukan, dan memilih les privat biar bisa lebih fokus pada satu murid, selain itu tidak mengganggu kefokusan dalam menjalankan tugas akhir. 
Dia mensetujui, pada hari itu juga, aku membuatkan dirinya pamplet sembari belajar di Internet mengenai metode pengiklanan yang cukup bagus untuk menarik perhatian netizen. Pada ke esokan harinya, tidak sampai 24 jam, sudah ada satu kostumer yang meminta les privat untuk anaknya, akhirnya tidak menunggu waktu lama, hanya sekitar 2 atau 3 hari temanku segera mengajar. cukup mudah bukan, dia mengajar hanya 60 menit dalam satu hari. Dia memutuskan untuk mengajar empat hari dalam seminggu. Pada hari berikutnya dirinya fokus untuk mengerjakan skripsi. 

Aku rasa disaat banyak jam kosong, kita sebagai mahasiswa bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk membuka jasa mengajar Privat, mengapa demikian?
1. Banyaknya orang tua yang ke walahan dalam mengajari anaknya di rumah, bisa karena tidak menurut atau anaknya sibuk main game.
2. Les privat waktunya fleksibel, kamu sendiri bisa menentukannya.
3. Kamu bisa memilih pelajaran apa yang ingin kamu ajarkan, bisa dari baca tulis hitung yang paling mudah, dan kebisaanmu dibidang bahasa asing atau pelajaran sulit lain, seperti matematika.
4. Les Privat tidak mengganggu aktivitas lain, karena hanya memakan waktu kisaran 60-90 menit.

Bagaimana apakah kamu tertarik mencoba bisnis mengajar les privat, untuk menambah penghasilanmu. Bukan hanya untuk menambah penghasilan, saat kamu memutuskan untuk mengajar les privat kamu memperoleh pengalaman yang nantinya tentu berguna untuk memasuki dunia kerja.

Inilah pamplet yang ku buat untuk temanku, cuman promosi 24 jam, sudah memiliki anak didik. Bagaimana kamu berminat mencobanya, yuk konsultasi dengan Wardah, kalau masih kebingungan.



 














Continue reading Bisnis Les Privat, Sukses Melakukan Promosi Hanya dalam Satu Hari.

Inilah 3 Pekerjaan Produktif Teruntuk Mahasiswa yang Menghasilkan Uang dari Hp Android.

Setelah kamu membaca pada postingan sebelumnya prihal (Membeli HP “Android” yang Mahal, disaat Seperti Ini, Apa Benar Itu Sesuatu yang Konsumtif?).
Pada postingan tersebut memaparkan fungsi dari banyaknya kegunaan Android,. 

Nah sekarang kita akan membahas  3 Pekerjaan Produktif Mahasiswa yang Menghasilkan Uang dari Hp Android.


1. MENJADI GURU ONLINE
Di saat seperti ini banyak pekerjaan yang teralihkan secara online, termasuk kegiatan pembelajaran. Bagi orang tua yang sangat perhatian pada kualitas belajar anaknya, mereka pasti memerlukan guru online untuk memudahkan sang anak untuk belajar. Permintaan tutor belajar yang meningkat ini, bisa kamu jadikan ladang usahamu, dari pada di rumah cuman asik main game, ya kan.

Cocok bagi kamu:
Orang yang suka berbagi ilmu pengetahuan dan mempunyai keahlian dalam bidang akademik.

Ada dua cara memulainya
Pertama  kamu bisa mendaftar menjadi guru melalui situs les online, seperti:
smarThinking.com
Tutor.com 
e-Tutor.com

cara mudah kedua buat pamplet atau brosur lokal dengan kredensial dan informasi anda, buatlah informasi jelas, singkat, padat dan jelas beserta  slogan yang menarik. Jangan lupa jika kamu memiliki sertifikat mengenai keahlianmu dibidang tertentu sertakan saat ada yang bertanya dan menghubungimu, tunjukan kepada mereka bahwa kamu memang mempunyai keahlian dibidang tersebut dan mereka tidak salah memilih kamu, sehingga kepercayaan mereka akan lebih besar kepadamu selanjutnya mintalah sahabat atau kerabatmu untuk menyebar luaskan pamplet, sebagai pengiklanan secara tidak langsung mereka sangat membantumu.

2. Menjadi Seorang Blogger

Menjadi seorang blogger, tidak hanya mampu mendapatkan penghasilan namun juga dapat meningkatkan skill menulismu, ini adalah pekerjaan yang menyenangkan bagi sebagian mahasiswa. Apakah kamu tertarik?
Menjadi seorang blogger memerlukan waktu, usahakan untuk mencobanya dengan istiqomah. 
Cocok bagi kamu: Yang senang berbagi pengetahuan dengan tulisan.

Keahlian yang diperlukan: Kemampuan Mengekspresikan pengetahuan denagn tulisan menarik, dengan cara sederhana dan efisien.

Ada dua cara untuk menghasilkan Uang di Blog
Pertama melakukan pengiklanan dengan pelayanan yang terkait dengan blog anda. Kedua menempatkan iklan Google Adsense di blog anda, semakin banyak orang yang mengunjungi blog anda maka semakin banyak uang yang anda hasilkan.

3. Transkrip Wawancara
Transkrip ialah membuat salinan dari audio maupun video, yang merubahnya dengan salinan tertulis yang mudah dibaca. Saat ini banyak mahasiwa ataupun para peneliti lain yang memerlukan jasa transkrip karena kesibukan yang lain ataupun biasanya karena terlalu banyak dokumentasi yang harus diketik, tugas anda adalah mendengarkan wawancara dengan bentuk audio atau video, dan mengetiknya dengan bentuk dokumen.

Cocok untuk semua orang terutama yang suka menulis

Kemampuan yang diperlukan
Mengetik cepat, mendengarkan dan memahami aksen dalam bahasa operasi anda. 

Ada dua cara untuk menghasilkan uang menjadi seorang Transcriber.
Pertama; anda dapat mendaftar disitus dan menyelesaikan pekerjaan yang tersedia:
Verbalink.com, Scribie.com.
Kedua; Menghubungi layanan majalah dan Statius TV , penulis, peneliti atau mahasiswa yang sedang dalam pengerjaan penelitian. 
Ketiga; Mengubungi Blogger, pemilik situs Web berita, kunjungi situs mereka, temukan email dan kirim pesan apakah mereka memerlukan seorang Trancriber.

Sebagai Millenial “Generasi yang melek kepada teknologi”, tidak hanya berkutat dengan gonta-ganti mencari Hp Android yang trendi, bermain sosial media atau seharian main game online, namun sudah sekarang saatnya millenial tumbuh berkembang memiliki keinginan kuat untuk memanfaatkan teknologi dalam genggaman”.

Continue reading Inilah 3 Pekerjaan Produktif Teruntuk Mahasiswa yang Menghasilkan Uang dari Hp Android.

Membeli HP “Android” yang Mahal, disaat Seperti Ini, Apa Benar Itu Sesuatu yang Konsumtif?

 
Benda apa yang tidak bisa terpisahkan oleh generasi millenial, tidak salah jawaban kamu sangat tepat. Yaitu Hp Android,  Android sudah seperti menjadi bagian dari pelengkap untuk keperluan sehari-hari generasi sekarang. Pernah gak sih kamu terpikir, dulu waktu kecil hanya memegang Handphone yang fungsinya hanya digunakan untuk SMS dan Menelpon, sekarang sudah bertransformasi sedemikian pesat menjadi Smartphone Android, seperti namanya, ponsel genggam yang canggih dan pintar. 
Mungkin dulu waktu aku berusia 7 tahun, Hp yang pertama aku gunakan sekedar penghubung antar keluarga kami, kami tidak menggunakan Smartphone Android atau Hp canggih lain, yang difasilitasi dengan jaringan Internet, aplikasi dan lain-lain, sampai memasuki Masa SMA, Kuliah pada tahun 2017 hingga sekarang.

  


SEJARAH ANDROID
Pada tahun 2000an Android untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Andy Rubin, Chris White, dan Nick Sears. Mengutip dari Salamadian.com, sebenarnya target penggunaan Android ini untuk kamera digital, namun dirasa tidak sukses dipasarkan, mereka mencoba melihat peluang lain, sampai akhirnya proyek ini berkolaborasi dengan Googgle, hingga sekarang Android menjadi sesuatu yang laris dipasarkan. 
Pada saat ini Android bersaing dengan IPhone, sama-sama ponsel genggam yang canggih, karena memiliki kemampuan yang diinginkan oleh kaum millenial, seperti kamera oke, kapasitas memori besar, dan memiliki baterai yang tahan lama. Salah satu perbedaan Android dan IPhone adalah pada harga, selain itu bagi millenial menggenggam IPhone sudah seperti memiliki citra diri berkelas, layaknya millenial bersultan Apple di dunia virtual yang bisa menaikan eksistensi jati diri, para pemilik, terlebih dengan adanya fitur penunjang yang baik akan memudahkan jalan bagi mereka yang ingin terkenal, demi memiliki good looking yang sempurna di Sosial Media. 

Hp Android tidak kalah hebat, sekarang banyak android yang hampir sejajar dengan IPhone, harganya yang lumayan membuat kaum millenial selalu ikut berlomba membeli, entah dengan alasan tidak ingin ketinggalan zaman, mengikuti trend dan lain-lain.

 LANJUT Kepertanyaan, Apakah membeli HP “Android” yang Mahal, disaat Seperti ini. Apa Benar Itu Sesuatu yang Konsumtif?.

Perilaku konsumtif memang tidak jauh dari aktivitas berbelanja, perilaku konsumtif merupakan gaya hidup boros yang tidak sesuai dengan keperluan karena melakukan pengeluaran secara berlebihan, tanpa disadari gaya hidup konsumtif mampu membuat kondisi finansial kurang baik dan tidak mempunyai perencanaan tabungan masa depan yang bagus. Oleh karena itu jika sekarang banyak para millenial yang tergiur akan selalu mengikuti trendi demi memiliki Hp Android yang di idamkan, yang hitungan kisaran Hp Android sekarang dari 1 juta hingga 11 juta, seperti harga Samsung Galaxy Note 9, seharga 11.688.000, tentunya kisaran harga yang melambung tinggi, jika hanya ingin membeli karena rasa gengsi yang teramat tinggi hanya akan membuatmu sia-sia. 
Pernahkah kita terpikir bahwa Hp Nokia dahulu menjadi raja ponsel dipasaran, banyak orang-orang ikut membeli dan bergonta-ganti, namun sekarang tidak meliriknya lagi. Seperti Nokia 9500 Communicator yang dirilis pada tahun 2004, haganya setara dengan satu motor. Yakni Rp 14.000.000.



Apakah kamu ingin memiliki Hp yang ini. Jangan sampai saat situasi seperti ini kamu malah masih memikirkan untuk gonta-ganti Hp, padahal Android mu masih baik, yang kurang hanyalah rasa syukurmu, yang mahal pada waktunya, bisa menjadi murah drastis saat tidak trendi lagi.

Jika selalu ingin memaksakan keinginan maka tidak akan pernah ada habisnya, maka lebih baik memikirkan sesuatu yang dapat menunjang pendidikan, karena pendidikan merupakan investasi terbaik untuk masa depan, sayangkan jika masa muda hanya sekedar ikut-ikutan mencari jati diri dengan menaikan eksistensi tapi lupa esensi. Roda akan selalu berputar kita tidak akan selalu muda, usia kita akan menagih, apa saja waktu dan uang yang telah kamu habiskan, apakah masih terpikir untuk menyisihkan uangmu untuk masa depan dan keperluan mendesak yang lain.

Sebelum terlambat mari berbenah sekarang. 


Konsumtif perilaku yang memang tidak dibenarkan jika kita membiarkan diri untuk membeli sesuatu yang tidak sesuai keperluan, namun di saat seperti ini, jika dirimu giat belajar banyak pekerjaan yang dapat kamu lakukan dengan bantuan android dapat meningkatkan kondisi keuanganmu dan mempertajam skill untuk menunjang pekerjaan akademikmu.


Membeli HP Android yang mahal tidak diperkenankan jika kamu membeli tanpa suatu tujuan yang jelas, perilaku berbelanja Hp Android seperti ini malah membuatmu berperilaku konsumtif. Jika kamu membeli untuk meningkatkan produktivitas supaya mendatangkan manfaat dan menghasilkan keuntungan untuk dirimu dan orang sekitar, tentu itu sesuatu yang bijak.
Continue reading Membeli HP “Android” yang Mahal, disaat Seperti Ini, Apa Benar Itu Sesuatu yang Konsumtif?

Jumat, 06 November 2020

My Love Is as Sweet as Your Salad

 
Namanya Cika dia seorang gadis mungil, imut, berfoni dan berwajah putih, berusia 17 tahun. Selama masa pandemi, dirinya di dera oleh suasana kebosanan. Dunia seolah berubah bagi Cika sepertinya dunia tidak menawarkan rasa manis lagi.
Pada suatu hari Cika menatap Jam dinding, detik-detik sore akan segera tiba, Cika mengalihkan pandangan kepada layar hp yang terus menggodanya untuk main Instagram, hingga dia berhenti pada sebuah gambar layar kotak yang berisi balutan keju, coklat, susu, dan buah-buah an berwarna warni. Apa sih namanya makanan ini, dia terus bertanya pada dirinya sendiri yang sudah terlanjur tergoda untuk membeli, akhirnya dia memutuskan untuk memesan 1 kotak dengan toping keju besar.
Aku mencoba menghubungi owner nya, lewat chat di Instagram.  

Aku tidak sabar menunggu”

cetusnya di dalam hati, tapi dirinya harus menunggu 5 hari pembuatan. Karena Cika mendapatkan pesanan nomor ke 5673. 
Beberapa hari kemudian. 

Terdengar suara merdu yang mengetuk pintu Rumah Cika. Cika dengan cepat membuka pintu tersebut. 

Matanya menatap tajam laki-laki yang menggunakan Hodie Hitam, Celana Jeans berwarna hitam, memakai Sneakers cream, tinggi badannya sekitar 170 cm, tubuhnya sangat tegap, dada bidang, alisnya tebal, matanya cerah berwarna kecoklatan, model rambutnya undercut dan hidungnya mancung.  

Atas nama Cika”..

Dia memanggil nama Cika sembari melepas masker yang di kenakannya, senyumnya begitu manis seperti mau membuat siapa saja akan terkena diabetes, ketika melihat senyum melingkar dibibirnya, sangat manis dibanding glukosa.


Iya aaatas nama Cika, saa aa ya sendiri”, 

Cika menjawab dengan nada cepat tapi tersendat-sendat, jantungnya tidak bisa berbohong, tatapan matanya membuat terpana, detak jantung tidak berdetak dengan batas ke normalan.

Ini pesanan Cika, saya ingin mengantarkan salad buah ini”.

Namanya Salad, rasanya pasti maa niskan” tanya Cika.

hehe iya karena, Kami belum pernah memproduuksi Salad dengan rasa Masam dan Pahit”

Yang ngantar Salad udah manis, padahal belum mencoba gimana rasanya, ah aku ke hilangan topik pembicaraan, laki-laki ini membuat konsentrasi ku buyar, gak punya referensi ngobrol panjang lagi. Bicara Cika di dalam hati.

Mulut Cika hanya bisa mengucapkan 1 kalimat indah, Terima Kasih
Laki-laki tersebut, pulang tak tertinggal sesuatu terakhir yang membuat berkesan, dia melempar senyum kembali.

Cika, Tiba-tiba langsung ke Kamar.

Rasanya ingin sekali aku foto, ku pajang senyum manis darinya, biar setiap aku minum teh manis tidak perlu menggunakan gula, tentu hemat bukan, hanya dengan mengingat senyumanya, yang ku lihat di dinding”.

Dunia seakan di hujani oleh puluhan pelangi. Aku beranjak naik ke loteng menatap biru langit, sambil mengunyah salad. Mood ku benar-benar berubah, Salad ini benar-benar mengalihkan ke jenuhanku. Aku melihat ada sebuah tulisan di Kotak Salad ini yang mencantumkan nama Toko, mereka memproduksi ada sekitar 50 macam variasi dari Salad Buah yang dijual.   
Ternyata toko tersebut tidak jauh dari ke Ramaian Kota.

Aku penasaran ingin membeli Salad Buah kembali, sembari mengharapkan bertemu dengan laki-laki yang mengantarkan Salad di depan Rumahku tadi. Minggu pekan, aku memutuskan untuk pergi ke Toko Salad Buah tersebut. 

Aku mengajak Ceri, teman satu Sekolahku untuk pergi ke Toko. Sesampainya di sana, aku menarik panjang nafas, melangkah maju depan pintu Toko. Setelah ku cek kembali nama toko, persis seperti yang tertera di Kotak.

 Tiba-tiba, aku mendengar ada suara langkah kaki yang menghampiriku dari belakang. 

ada yang bisa saya bantu”. .

Suara ini tidak asing lagi dari memori otak ku, sepertinya aku pernah mendengar suara ini.

Bersambung>>
Continue reading My Love Is as Sweet as Your Salad

Kamis, 05 November 2020

Perjalanan dari Seorang Santriwati di Pesantren hingga Kuliah Memperoleh Beasiswa.

Ayah dan Ibu adalah Malaikatku
Jika saja ku durhaka mendewakan kehendak
Wardah pasti tak dapat bernafas bahagia untuk bergerak.
Ketulusan dan cinta kasih teramat membawa rahmat
Semoga daku dan kedua orang tuaku bahagia dunia dan akhirat

Pesantrean sebuah sekolah yang tidak ada bayangannya di hadapanku, hingga bisa menjadi dari bagian dari deretan para ratusan santriwati disana. Kini identitasku sebatas siswi MTS atau setara dengan SMP, bertransisi menjadi seorang santriwati. Masih saja aku ingat gelang karet yang melingkar pada dua pergelangan tanganku, kegemaran memakai aksesoris yang tidak berharga menumpuk ditangan, sempat menjadi sorotan tajam oleh kalangan santriwati di teras Kelas. Entahlah apa yang di pikirkan mereka, rupanya pernak-pernik yang ku gunakan tidak sejalan dengan kenormalan wanita pada umumnya. Hari pertama untuk mendaftar berat sekali hati ini apalagi langkah kaki, tiba disana untuk mengisi formulir, memesan baju seragam serta melihat anggaran dana yang akan di keluarkan. 
Tidak ada rasa kebahagian yang tergambar pada raut wajahku, ingin sekali Wardah kecewa atas impian orang tua agar Wardah melanjutkan ke Pesantrean. Ingin rasanya berprilaku yang tidak-tidak di hadapan orang tua, tetapi rasanya aku begitu durhaka. Terbiasa manja dirumah adalah pekerjaan yang hanya menyusahkan orang tua, kebiasaan ini tidak akan ku terapkan lagi di Pesantrean. Suasana dirumah tanpa kata ngantri beeubah ketika ku berada disana, harus ngantri suatu kewajiban mau makan, mandi, bahkan sekedar untuk menyuci. 
Malam itu awal perkenalanku bersama seorang gadis imut, wajahnya begitu bulat seperti bola pimpong, matanya tajam berwarna hitam menyorotku agar bersebelahan bersamanya, kami bertukar perkenalan diri. Telah ia berikan identitas dirinya, tak terasa larut malam menerpa rasa ngantukpun mulai menyapa. Oborolan-obrolan manis dan indah tidak lagi terdengar, dinginnya malam mulai bersemayam. Sebelum azan subuh kami mulai terbangun, hamparan manusia seperti ikan teri dikamar Asrama, porak-poranda bergegas mandi dan kemushola. Aku mungkin sudah menceritakan sebelumnya bagaimana perjalanan awalku di.

 https://millenial-inspirasi-id.blogspot.com/2020/01/mawar-yang-mekar-dari-bullyan.html 



Diary
20-24 Desember 2016 Pesantrean Putri At-Thohiriyah

Kilatan langit memotret indahnya malam, terbang melayang dedaunan kesana-kemari hingga jatuh kedasar tanah. Hujan mulai mereda aku ingin pulang, serasa bosan tiap hari menyelimuti kejenuhan, namun aku harus berusaha sabar sebentar lagi akan datang musim libur panjang. Aku belum mengepakan sayapku, ku masih berada disini belum kemana-mana. Ku ingin memulainya dari sekarang dapat menjangkau pelosok-pelosok menjadi seseorang yang berarti, semua cerita hidup-ku, tuk malam ini. Kapan-kapan aku ingin terbang bebas seperti burung membawa pundi-pundi kebahagian. 
    Hanya sebatas kertas sobat yang Wardah miliki, lembaran kertas putih berbalut sampul garis-garis. Menjadi buku pelengkap keberadaanku. Setiap raganya kesana-kemari menginjak bumi, semakin hari kehidupan di penjara suci (pesantrean) tidak terlewatkan dengan tumpukan tulisan-tulisan kecil. Kecewa sedih, suka, maupun duka semua bercampur aduk, mesti tak seperti gado-gado. Menyempatkan waktu untuk menulis, bila tidak siang, maka malam.
Indahnya nuansa Pesantrean baru terasakan setelah tahun ke-2 tepatnya saat berada di bangku kelas 2 Aliyah, Wardah lebih akrab dengan temannya bernama Maya teman pandangan pertama berkenalan di Asrama. Ada kejadian yang tidak akan pernah di lupakan seumur hidup, aku pernah sempat meloloskan diri dari keramaian pagar Pesantrean, berjalan sekitar 15 Km, jaraknya bagaikan lomba lari maraton. Untuk berusaha kabur dan kembali kerumah. Andaikan saja waktu itu telah ada Gojek Online lebih bagus menggunakan jasanya agar tidak menguras banyak tenaga. Banyak tidak percaya mengenai kejadian ini, namanya juga waktu hati terbawa emosi apapun bisa terjadi. Masalah kecil waktu itu hanya sebatas tidak mendapat dukungan dari teman, ia mengannggap aku sosok tidak bisa diandalkan. Menyayat hati saat ada pada titik rasa diskriminasi. Permasalahan tersebut bukan permasalahan serius waktu itu, hanya aku terlalu mengambil hati, seakan pikiran buntu sejadi-jadi. Perjalanan membawa bungkusan emosi dan kekesalan itu sampai ke Istina sederhana yaitu rumah orang tua, anak wanita memang cengeng baru datang telah mengguyurkan banjir air mata kepada ibunya. Ibu bidadari surgaku hampir tidak karuan melihat putrinya datang tiba-tiba, dengan raut muka penuh kesedihan. Ibu mendekam memeluk erat tubuhku seperti ingin menyampaikan sebuah sesuatu dengan isyarat hati, apa sekiranya beban yang kamu pikul nak, sehingga membuatmu lari dari Pesantrean. Tidak ada rangkaian kata menggambarkan isi hati, untuk wardah ucapkan kepermukaan, lidah ini hanya mampu memerintahkan untuk membenci segala sesuatu di Pesantrean, kemungkinan saat itu setan atau semacamnya membisikanku, agar aku secepatnya pindah sekolah.  
Wajah Ibu telah menampakan keluluhanya, walau aku tau beliau orang yang keras kepala, prihal untuk kebaikan pendidikan anaknya. Ibuku merupakan seorang gadis yang dulu hanya berlulusan Sltp. Kerap kali beliau bercerita ingin berusaha melanjutkan pendidikan tetapi tidak ada biaya terhalang pada permasalahan finansial dan banyaknya adik yang harus dibiayai oleh orang tua. Sepertinya Wardah pada waktu itu semacam makluk di permukaan ini tidak mensyukuri nikmat pendidikan yang telah di berikan Allah Swt. Ayah tetap tegas agar Wardah tetap kembali ke Pesantrean. Setelah berjalanannya waktu, Wardah bisa menghadapi permasalahan-permasalahan kecil, Wardah tidak lagi mengambil hati mengenai perkataan kotor yang kadang suka dilemparkan kepadaku, hingga akhirnya kelulusan, Ustadzah memintaku untuk membawakan Pidato terakhir sebagai Santriwati yang Meninggalkan mewakili Santriwati yang akan lulus pada tahun 2017. Berakhirnya Pidato terakhir yang ku bawakan di Pesantren, mampu mengambil hati penonton, ada beberapa orang yang ku lihat menyisakan tangis, karena hari ini akan menjadi hari terakhir kebersamaan kami terukir. Pengalaman beharga ini, sebagai catatan sejarahku berada di Pesantren walaupun awalnya berbagai pengalaman buruk menimpaku dan mencemarkan nama di awal perjalanan, namun akhirnya diri ini mampu berada di akhir kelulusan menutup dengan prestasi. Perjalanan belum berakhir, aku memutuskan untuk Kuliah di sebuah Universitas di Kalimantan Selatan. Hatiku jatuh hati dengan UIN Antasari Banjarmasin.

Pertama kali berniat Kuliah untuk mengambil Jurusan dengan basic agama, menoreh perhatian kurang baik dari keluarga kemungkinan karena Prospek kerja yang kurang nyata dan tidak banyak peminatnya. Niatku sendiri hanyalah ingin belajar melukiskan cita-citaku di jurusan ini. Ku rasa rezeki setelah aku lulus kuliah telah Allah Swt jamin, selagi aku bertawakal kepada-nya. Langkah dan niat ini membawaku ke kampus Islam, terkenal di Kalimantan Selatan yaitu UIN Antasari Banjarmasin. Hari itu Wardah ingat sekali untuk pertamakalinya membuka surat pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), saat lembaran tulisan angka itu mewakili pembayan kuliah persemster, hari itu Allah berkehendak lain uang yang Ayah pinjam dari nenek pas-pasan apabila ku memaksakan kehendak berkemungkinan biaya kos dan kehidupanku di kampus tidak akan cukup di sebabkan habis untuk membayar UKT, langkahku mulai mundur dan Ayah mengajak-ku untuk kuliah di sebuah kampus Swasta yang lebih murah. Anganku mulai pudar untuk dapat berkuliah di sana, keinginan kuat-ku tidak mematahkan semangat kuliah. Sesampai ditempat kampus swasta aku dan Ayah mampir terlebih dulu di Mesjid Jam’i Banjarmasin untuk Sholat, sesudah sholat ku berdo’a kepada Allah untuk memberikan jalan terbaik, andaikan aku berkuliah di tempat ini mungkin telah Allah garis besarkan hal demikian terbaik untuk-ku. Ku berusaha menenangkan egoku dengan berprasangka baik kepada Allah Maha Kuasa. 
Sungguh ada hal yang langsung menakjubkan seketika hati ini cerah kembali, teman Ayah menelp untuk membantu biaya kuliah ku, benar-benar hal ini sangat menakjubkan tidak ku sangka, rencana Allah sangatlah indah dan jauh lebih indah. Ku goreskan langkahku selanjutnya untuk mengikuti Beasiswa Bidikmisi, aku bersungguh-sungguh optimis jika itu rezekiku kiat dan ulet ku lakukan walau aku tau untuk sebuah nilai rapot yang ku miliki tidak sebagus nilai mereka, aku ketika itu mulai insecure, karena para peserta yang mendaftar diri, rata-rata selalu mendapatkan ranking 3 besar di sekolahnya. Salah satu syarat kelengkapannya adalah sertifikat dan piagam lomba yang menjadi pertimbangan besar. Dari ratusan peserta mengikuti beasiswa mataku melotot terkejut benarkan diri ini bersaing dengan mereka, beberapa persyaratan yang lain menoreh perhatian lebih sehingga harus dipersiapkan sebaik mungkin. Tanpa keluhan ku jalani do’a dan sholat Dhuha ku lakukan. Tak luput do’a mustajab orang tua menyertaiku. Keinginan besar ini untuk membahagiaka dan meringankan beban mereka. 
Setelah seleksi ketiga alhamdulillah dari 3 orang yang mendaftar di jurusan, kami lulus semua dari ratusan mahasiswa baru yang mendaftar. 
Dari sebuah cerita pendek dari perjalanan ini, mengajarkan hidup memang terkadang tak selalu harus sesuai dengan keinginanmu, selalu ada masalah, namun masalahlah yang membawa pengalaman dan pengalaman yang membawa kebijaksanaan.
Kamu dapat berprestasi semenjak pengalaman buruk menghamipiri
Bukan tak mungkin, lakukan keajaibanmu sekarang...

Terimakasih ya Allah, Abah, Mama dan Keluarga Wardah.


Continue reading Perjalanan dari Seorang Santriwati di Pesantren hingga Kuliah Memperoleh Beasiswa.

MENGEJAR ”Menjadi Generasi Maju dimulai dari Generasi Pembelajar.


Gerak Millenial Berevolusi
Negeriku diselimuti nama pemuda-pemudi Sebagai tonggak berdirinya suatu bangsa 
Namun saat dunia dalam genggaman maya.
Pemudaku apatis ideologinya terkikis
Pola hidup beransur tak rasionalis
Literasi teralihkan dengan narasi basi
Prestasi terkalahkan dengan kontroversi
Edukasi terganti dengan sinetron televisi
Yang baik bak samar disebut pencitraan
Yang buruk bak menawan wadah hiburan
Semuanya terkontaminasi
Generasi Millenial menyambut lautan informasi
Melaju kencang, tak ku serahkan pemudaku jadi pecundang
Jadi korban media penipuan
Mengkonsumsi berita tanpa analisis kritis
Seperti asupan racun, sapi perahan.
Pemuda, berjuang, melawan zaman
Dulu berperang guna senjata tajam
Teknologi berwarna buram dan hitam
Sekarang berperang tanpa tumpah darah bercucuran
Tak guna lagi senjata bambu runcing dan senapan
Pintu terbuka kebebasan
Teknologi senjata ampuh mematikan
Silih berganti, mengintimidasi
Berjuang, hidup berseleksi
Generasi berevolusi gunakan koneksi
Tuk kedepan membangun inspirasi.

 

Terimakasih sahabat “mengejar” yang membaca tulisan ini nanti akan Wardah bagi beberapa jilid agar memudahkan para sahabat untuk membacanya. Tulisan ini dipersembahakan untuk seluruh anak muda Indonesia :-D

“Megejar” = Menjadi Generasi Maju dimulai dengan Generasi Pembelajar.

 

A. Generasi Maju

Mengutip dari sebuah pesan yang ditulis oleh Najwa Shihab, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai ilmu pengetahuan dan menjadikan bacaan sebagai bagian dari kehidupan”. Jika kita melihat rutintas bangsa besar bukan hanya terlihat dari seberapa mewah fasilitas negaranya namun nampak bisa kita lihat betapa pedulinya bangsa tersebut terhadap pengetahuan, selalu belajar demi mengasah keterampilan untuk membangun negerinya.

B. Aktivitas Belajar

Belajar adalah sebuah aktivitas yang menyenangkan buat sebagian orang, bagaimana tidak dengan terhapusnya ketidaktahuan diganti dengan ilmu pengetahuan baru akan memperbanyak wawasan kita. Sekiranya perkataan ini sangat benar untuk mewakilkan, siapa yang tidak sanggup menahan lelahnya belajar maka kita akan selalu mengasuh kebodohan dan tunduk dengan ketidaktahuan tersebut.

Pernahkan kamu belajar beberapa hari sebelumnya ulangan tiba?

Hasilnya yang kamu peroleh sesuai usaha kamu, benar tidak, jika kamu sungguh-sungguh akan mendapatkan hasil yang memuaskan, jika hanya belajar sepintas saja, maka juga memperoleh ilmu sekilas saja. Maka dari pada itu belajarlah sungguh-sungug niatkan belajar bukan hanya ingin mendapatkan nilai tinggi, namun juga untuk mencari ridho Allah, melawan kebodohan dan menjadi hamba yang cerdas agar menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lain.

Tidak mau belajar tapi ingin pintar? Semoga bukan kamu ya, tapi jika itu kamu, mari melangkah untuk mengubah perilaku tersebut. Teman saya pernah mempunyai pengalaman menarik. Betapa gelinya saat saya mendengar curhatan salah satu mahasiswa ini, saat ulangan tiba, teman-temannya bergerombol melakukan tukar menukar kunci jawaban saling diskusi lempar jawaban kesana kemari. Naasnya saat itu mungkin jawaban semuanya mampu terjawab, setidanya lembar jawaban terisi tidak kosong dan tidak bewarna putih tanpa tinta. Saat tiba pembagian hasil ujian, mereka serentak tidak lulus mata kuliah tersebut. Memilukan bukan, nyontek berja’maah dan tidak lulus berjama’ah.

 

C. Urgensi Menuntut Ilmu

Mu’adz bin Jabal pernah mengungkapkan pendapatnya mengenai ilmu.

“Pelajariah ilmu, karena mempelajari ilmu adalah (bukti adanya) rasa takut kepada Allah Swt, menuntut ilmu adalah suatu amaliah bernilai ibadah, mendiskusikan ilmu adalah tasbih, mencari ilmu adalah jihad (melawan kebodohan) mengajarkan ilmu adalah sedekah, dan berbagai ilmu dengan keluarga adalah upaya mendekatkan diri kepada Allah Swt”. Hal ini di karenakan adalah rambu-rambu mengenai halal dan haram, mencusuar dan jalan bagi penghuni surga, teman di kala sepi, sahabat di tempat yang asing, lawan bicara di kala suka dan duka, senjata menghadapi musuh dan perhiasan di mata kawan.

Imam Ahmad berkata: “Manusia lebih membutuhkan ilmu dibanding makan dan minum, karena makanan dan minumanan dibutuhkan manusia satu atau dua kali dalam sehari, akan tetapi, ilmu selalu di butuhkan manusia setiap saat” (Thabat Al-Hanabilah,1:146).

Begitulah sahabat, ilmu bukan hanya kita perlukan seketika waktu ujian sekolah atau kuliah saja, melainkan setiap hari. Saya teringat perkataan dari salah satu dosen saya Ustadz Ahmad, sekarang beliau melanjutkan Studi S3 di Jakarta, semoga Ustadz selalu diberikan kesehatan dan keberkahan. Beliau pernah berkata:”Waktu saya kuliah dulu, saya sering membeli buku dari uang beasiswa, sehingga sekarang saya mempunyai Perpustakaan pribadi dirumah, bagi saya ilmu bisa mendatangkan uang, jika uang yang dimanfaakan dengan sia-sia akan habis dengan cuma-cuma”. Apa yang beliau katakana benar, jika seseorang yang mempunyai impian tinggi, akan susah di capai jika tidak dengan ilmu. Siapa yang tinggi cita-citanya maka tinggilah martabatnya, dengan cara membeli buku untuk memperkaya wawasan merupakan salah satu tanda bersyukur, bukankah sudah Allah janjikan barang siapa bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, maka ia akan mendapatkan tambahan nikmat.

     Menurut Imam Syafi’I ilmu di dapat dengan 6 hal yaitu:

1. Kecerdasan 4. Biaya

2. Semangat 5. Petunjuk Guru

3. Kesabaran 6. Jangka waktu yang panjang

Disini kita belajar, bahwa mendapatkan ilmu itu perlu proses, tidak instan. Seseorang yang menuntut ilmu haruslah mempunyai pengalaman dan perjalanan panjang. Orang yang pintar tidak akan ditularkan begitu saja tanpa belajar bahkan sekalipun dari keluarga yang ternama. Ilmu tidak dapat diwarisi hanya karena ayah mereka seorang Profesor, Ulama dan lain-lian.

Al-Farwi penah bercerita, Kami pernah duduk di Majelis Imam Malik. Pada saat itu putranya keluar masuk majelis dan tidak mau duduk menetap untuk belajar. Imam Malik menghadap kami seraya mengatakan: ”Masih adakah yang meringankan bebanku, yakni masalah ilmu ini tidak dapat di wariskan.” [1] . Benar gak temen-temen pengetahuan itu harus dicari meskipun orang tua atau keluarga kita orang terpandang, kita harus tetap belajar, karena pengetahuan tidak bisa mewarisi seperti harta.

 

D. Mengenali Motivasi Belajar

Motivasi adalah suatu gejala psikologis dalam bentuk dorongan yang tumbuh dalam diri seseorang secara sadar atu tidak sadar untuk mengerjakan suatu tindakan dengan sasaran tertentu.

Dari berbagai penelitian menyatakan bahwa motivasi mempengaruhi prestasi belajar seseorang. Tinggi rendahnya motivasi juga dapat dijadikan indikator baik buruknya prestasi belajar seseorang. Jika kita menginginkan percapaian yang bagus maka kita harus mempunyai motivasi kuat dalam belajar, karena terdapat tiga fungsi motivasi dalam kehidupan kita:

 

a. Motivasi sebagai Penggerak Perbuatan

Sebuah motivasi dengan keinginan kuat akan melahirkan kekuatan belajar yang tak terbendung, dari sini kita akan merasa bahwa proses belajar bukanlah suatu beban, dapat menjelma menjadi aktivitas dengan segenap jiwa dan raga. Akal pikiran akan berproses dengan sikap raga yang cenderung tunduk dengan kehendak perbuatan belajar.

 

b. Motivasi sebagai Pendorong Perbuatan

Untuk mendorong seseorang menyukai belajar adalah dengan menumbuhkan sikap ingin tau, sikap menyadari bahwa dirinya dalam keadaan bodoh yang memerlukan pengetahuan, karena sejatinya pengetahuan adalah cahaya yang akan berhasil membawa manusia tersingkir dari gelapnya kebodohan serta belajar adalah jalan yang akan memperkaya pengetahuan untuk menghindarkan diri dari miskinya wawasan. Dengan menumbuhkan keyakinan akan pentingnya belajar akan memupuk rasa ingin tau yang tinggi maka sikap itulah yang mendasari dan mendorong ke arah sejumlah perbuatan dalam belajar, sehingga motivasi sangat mempengaruhi pengambilan sikap yang seharusnya kita ambil.

 

c. Motivasi sebagai Pengarah Perbuatan

Seorang pembelajar akan mempunyai motivasi disiplin, kapan seharusnya dia harus berhenti bermain gadget, kapan seharusnya dia belajar dengan menyeleksi mana pekerjaan rutinitas dan mana sesuatu yang diprioritaskan. Segala sesuatu yang dirasa mengganggu aktivitas belajar dan dapat membuyarkan konsentrasi diusahakan untuk disingkirkan jauh-jauh, agar tidak mengganggu proses belajar.

 

Nah itulah sahabat “mengejar” mengapa pentingnya motivasi sebagai peranan penting yang dapat membuat kontrol belajar lebih efektif.

 

Apabila kita mempunyai keinginan yang kuat, maka kita perlu dorongan motivasi untuk mewujudkan keinginan tersebut. Jika hanya dengan afirmasi atau niat, tanpa motivasi tentu belum cukup mewujudkannya. Semisal “Saya termotivasi tinggi untuk menjadi pembelajar sehebat Nazhwa Shihab”, adalah sebuah contoh kalimat yang digunakan untuk menggerakan kinerja pada diri kita dengan baik, hal demikian menuntun anda untuk kembali bangkit disaat situasi sulit.

Ketika sahabat “mengejar” mempunyai keinginan yang besar, yang harus kita lakukan adalah kerja keras dan kerja cerdas agar tidak membuang-buang energi dan waktu. Jika kita kurang mempunyai inisiatif dan kemauan untuk mewujudkannya, hal ini dikarenakan kurangnya energi pendorong dari dalam diri kita sendiri, energi tersebut dapat kita peroleh dari motivasi yang nantinya akan meningkatkan inisiatif dalam membantu mengarahkan energi untuk mencapai apa yang kita inginkan.[2] 

Lakukanlah langkah demi langkah dalam belajar untuk menambah wawasan, memahami sesuatu yang sebelumnya belum dimengerti agar menambah kapasitas pengetahuan kita, hal penting lainnya kita mengetahui secara jelas alasan-alasan mengapa kita semangat dalam belajar, pencapaian apa yang kita ingin wujudkan, kita harus percaya pada kekuatan-kekuatan yang berada pada pikiran, harus kita tuangkan secara jelas dengan menulisnya mulai dari sekarang.

Motivasi sangat erat hubungannya dengan emosi, yang mana keduanya memerlukan proses agar dapat tercapainya suatu keinginan dari diri kita, sehingga ada beberapa sikap belajar yang harus kita tanamkan yaitu.

Bersikap gigih, terus berlatih, yakin pasti bisa karena belajar, bagian penting lainnya adalah membungkam niat mengkritik diri sendiri. Setuju?

 Istilah emosi yang diperoleh melalui motivasi berkaitan dengan energi ataupun hasrat dalam mengerjakan sesuatu, seperti anda lebih bersemangat dan riang, energi yang terkumpul akan menunjang konsentrasi dalam belajar. Semakin anda gigih dalam belajar anda akan menjadi seorang yang mencintai ilmu pengetahuan maka energi yang anda keluarkan akan besar, anda akan menjadi semakin tertantang untuk belajar terus menerus, namun ketika anda lesu tak bersemangat, keseluruhan proses belajar terasa membosankan dan sepertinya sangat berat bahkan bisa membuat konsentrasi menurun.

Mengutip perkataan dari Dr. Mihaly Csikszentmihalyi dari Universitas Chicago dalam buku Jordan E Ayan, berjudul Bengkel Kreativitas, yang menyatakan bahwa dirinya telah mengidentifikasi tinggi rendahnya suatu energi dari motivasi yang termuat sebagai usur penting dalam keberhasilan kekayaan intelektual. Melalaui risetnya dia memberitahukan hasilnya bahwa orang-orang menjadi sukses dalam belajar dan mengerjakan tugas ketika dia melampaui suatu keadaan yang dinamkan flow atau mengalir. Ketika berada pada keadaan ini tingkat energi menjadi tinggi dan ketajaman mental seperti konsentrasi akan menggelora. Pada situasi ini anda seakan menyatu dan meraskan lezatnya belajar sehingga anda benar-benar mengerjakan tugas, menuai hasil yang lebih produktif dan penuh wawasan.[3]

 

E. Tips Belajar

Semua pencapian manusia dimulai dari pikirannya jika anda ingin belajar tapi anda sudah menjustifikasi bahwa diri anda tidak mampu, pecundang, orang yang akan mengalami kegagalan. Tentu pikiran negatif yang anda tanamkan akan membuahkan hasil yang tidak bagus. Jika anda mengubah diri anda menuju kearah yang lebih baik, anda harus memikirkan caranya. Manfaatkan kekuatan pikiran anda. Anda harus mampu menguasainya dan tidak mudah dipengaruhi oleh orang lain, kita mempunyai pikiran yang rasional, ini adalah aset dari tuhan yang luar biasa, bahkan teknologi yang canggihpun adalah hasil dari rasio. Rasio akan mampu membantu anda dalam menganalisis, memecahkan masalah, mengetahui sebab-akibat dan tata cara mengerjakan sesuatu. Kita harus menyadari memang benar adanya bahwa tidak ada orang yang belajar selalu mendaparkan kesempurnaan dengan mulus karena hal yang instan hanya di dapatkan pada seseorang yang suka plagiat atau copy-paste. Jika tedapat hambatan dalam proses belajar jangan berputus asa kita tetap fokus perhatian pada hal yang positif dengan begitu hasil yang kita dapatkan kita mampu menghargai diri kita sendiri, hal itulah yang menjadi poin yang sangat penting.

Tips belajar dengan memahami jalan kinerja otak.

1. Jam 4 hingga jam 5 Pagi adalah waktu terbaik untuk menghafal

2. Jam 7 hingga jam 9 Pagi saat terbaik untuk meningkatkan semangat

3. Jam 9 hingga jam 11 Siang, waktu terbaik untuk melakukan kreativitas

4. Jam 11 hingga jam 2 Siang, saat terbaik untuk melakukan tugas yang sulit

5. Jam 14:00 hingga jam 15:00 saat terbaik untuk melakukan istirahat

6. Jam 15:00 hingga jam 18:00 saat terbaik untuk melakukan kolaborasi

7. Jam 20:00 hingga jam 4 pagi waktu terbaik untuk Istirahat Malam

                          

IDENTITAS PENULIS

Penulis ini bernama Wardah, mirip sekali dengan nama kosmetik. Gadis Muda kelahiran Tabunganen. Kini di usianya menginjak 20 tahun telah memasuki Semester 6, ia semakin sering mengukir tulisan dari bidang fiksi dan Ilmiah. Selain itu ia juga aktif diberbagai organisasi yang dipandangnya sebagai cara mengaktualisasikan buah piikiran tulisannyanya. Ia selalu bertekat untuk semuda mungkin mencapai kesuksesan. Dia sangat termotivasi pada sosok perempuan hebat, Nazwa Shihab yang menjadi referensi pemikirannya,

Menurutnya melepaskan segala beban dengan menulis, saat itu juga terasa lega, duka akan hilang dan keberanian itu terlahir kembali. “Pulihkan luka dengan menulis bukan meringis”.

 

Beberapa Akun Sosmed yang dia miliki

Instagram : Wardahcreallynafis

Email : uw01052000@gmail.com

No Whatapp : +6281649065245

 


[1]Arif Rahman Lubis, The Real Muslimah; SebabTindakan Hari Ini Menentukan Masa Depan kita, Quantum Media: Cianjur Jakarta Selatan, 2016. Hal71.

[2] Anom Whani Wicaksana, Belajar Kepemimpinan dari Plato, (Jawa: Klik Media, 2018) Hal 65.

[3] Jordan E. Ayan, Bengkel Kreativitas, (Bandung: Media Utama, 2002) Halaman 47-48.


Continue reading MENGEJAR ”Menjadi Generasi Maju dimulai dari Generasi Pembelajar.

Rumus Dunia; Cerita Nyata Menjadi Manusia yang Berlapang Dada.



Setelah beranjak dewasa sepintas ku melihat rumus dunia semakin terbuka. Sewaktu ku kecil aku seakan menjadi anak perempuan yang paling bahagia di dunia, bagaimana tidak sebagaimana seorang anak pada umunya aku sangat aktif bahkan hiperaktif dalam bermain dan belajar. Aku mempunyai 3 sahabat mereka bertetangga dekat denganku, namanya Rabiah. Arba’i, dan Nor Halimah. Urusan bermain akulah jagonya mengonsep, terkadang aku bermain hingga lupa waktu. Dari ketiga sahabatku, akulah paling tua diantara mereka namun tubuh kecilku ini hampir menandakan sepantaran dengan usia mereka. Rabi’ah adalah sosok anak perempuan periang, ramah, pemurah dan penolong. Karena sifat baiknya tersebutlah banyak orang yang menyukai bergaul dengannya, termasuk juga aku. Ada-ada saja hal yang kami lakukan, biasanya akulah dalangnya seperti membuat video komat kamit dengan lagu Keong Racun atau menari ala-ala Cherybell. Kalau Imah adalah sosok anak yang suka meraju tak bisa dibuat bercanda, biasanya yang usil aku dan Arba’i yang suka membuatnya menangis, setelah dia remaja bagiku dia malah terlihat dewasa dari sifatnya ketimbang aku. Terakhir Arba’i bisa ditebak bukan orangnya usil, terkesan polos padahal anak ini suka jahil dan dia senang melawak, walau lawakannya garing gak lucu, namun ia memiliki suara emas yang menakjubkan yang sering mensyairkan lagu Arab. 
Berjalannya waktu, aku memutuskan ke Pesantrean sedangkan Rabi’ah dan Imah satu sekolah yang jaraknya sekitar 6 Km dari rumah. Kalau Arba’i memutuskan untuk merantau ke Pesantrean yang jauh dari kampung halaman, mungkin ia ingin mencari suasana baru dari lingkungan belajar agama yang lebih kondusif. 
Aku sekarang Kuliah sedangkan sahabatku yang lain masih Sekolah Menengah Atas, siapa yang tahu kehidupan seiring perpindahan waktu. Rabi’ah yang masih berusia 16 tahun dikabarkan meninggal dunia hanya karena sakit yang dideritanya selama tak lebih dari satu minggu, Ibunya terpukul parah karena tidak mampu menahan kesedihan yang terjadi secara dadakan. Aku memutuskan pulang dan mengunjungi ke makamnya. Tangisanku seketika menetes ke Tanah, aku bersama adik-ku. 
“Sauki taukan bahwa almarhumh teman kaka ini, usianya masih muda, namun Allah ambil nyawa manusia tak mengenal batasan usia, mau muda ataupun tua.
Adik ku yang baru berusia 8 tahun menganggukan kepalanya, entahlah apakah dia paham dengan perkataan yang barusan ku ucapkan. 
Kini aku kuliah sudah menginjak tahun ke 3 pada semester ke-6. 
2 bulan lalu, aku melihat nenek dan mamanya temanku Imah bernama Ibu Ina mereka sedang asyik memulai obrolan. Nenek ku baru saja selesai operasi katarak, senyumnya yang lebar menandakan bahwa nenek lagi bahagia mensyukuri karunia yang tuhan berikan karena keberhasilan operasi tersebut. Tidak jauh beda Ibu Ina walaupun dalam keadaan sakit, masih bisa bercanda ria sambil menikmati obrolan, sesekali aku membuat guyonan untuk menyapa.
Waktu tetaplah waktu akan terus berjalan tanpa bisa menunggu siapa yang lebih dulu dijemputnya. Hanya dalam kuruan waktu 2 bulan saja aku menjumpai mereka, tuhan memanggil nenek ku juga Ibu Ina. Nenek ku tiba-tiba mengalami stroke setelah beberapa hari dibawa ke Rumah Sakit kemudian dirawat di Rumah, sedangkan Ibu Ina mengalami sakit yang semakin parah. 
1 Bulan kemudian...
14 April 2020.
Hari ini pembelajaran beharga dari diriku, bahwa resiko pekerjaan orang tuaku melebihi kesusahanku. Mungkin aku sering sakit kepala akibat banyak pikiran, gak sampai membuat anggota badanku terluka. 
Sama seperti anak Petani lainnya, aku tak ingin pulang menjadi Sarjana yang hanya membawa wacana atau kuliah sekedar main-main. Disini mereka rela mengorbankankan nyawanya hanya untuk biaya anak-anaknya.
Pagi itu sekitar jam 6 pagi, aku berjalan santai bersama adik, karena aku mulai lelah dengan aktivitas bermasalasan di Rumah akhirnya aku memutuskan untuk berjalan santay/joging. Mama melihat kearah kami dan menyapa dengan senyum sambil meledek adik-ku yang makan sambil berjalanan. Sampai akhirnya aku memutuskan ingin membersihkan halaman samping Rumah, tanahnya bagus ingin sekali aku hiasi taman, pikirku dalam hati. Aku masuk ke dalam Rumah, dan meminjam pisau tajam, kalau orang Banjar bilangnya Parang .

Ku gunakan untuk membersihkan rumput di halaman samping Rumah. Mama menoleh padaku dan berkata: “Awas jangan sampai menggunakan parangnya ke Tumbuk Batu nanti mantul, bisa luka kena tebasan parang.”. I ya Ma, ini udah Hati-hati. cetusku di dalam hati.
Tak terasa pagi itu menjelang pukul 7 pagi, orang tuaku menyempatkan waktu ke Sawah karena rencananya jam 10 akan melayat ke Rumah Paman di Tamban Km 15. Jadi ke Sawahnya bakalan bentar aja.



Gak kerasa waktu udah mau menunjukan pukul 10:00 pagi, Mama mau menuju Rumah sembari berjalan kaki, disaat pertengahan jalan Mama malah berhenti untuk membantu Abah memotong rumput, Mama memang seperti itu tak tega melihat tugas yang belum selesai. Gak tau lah yang namanya kejadian dan musibah dari Allah, benda tajam itu membuat luka jari Mama, Ayah berteriak dan menyebutkan namaku: ‘”Wardah ambilkan kain”. Aku mendengar dan tergesa-gesa karena tdak biasanya, mendengar Abah bicara sekeras itu. Entah mengapa waktu itu malahan yang telingaku dengarkan. “Wardah adingmu tenggelam”. Padahal setahuku adik-ku bisa berenang.
Akhirnya pendengaranku jelas, setelah aku memutuskan untuk keluar Rumah, aku bawa selembar kain baju dan adik ku tergopoh-gopoh membawa kain itu menuju m
Mama dan disana ada Abah berada disamping, kain itu cukup untuk menghentikan darah yang berucucuran terus menerus di jari mama.
Mama bilang dari kejauhan sekitar 15-20 meter dari tempatku berada, aku mendengar bahwa jari jempol kiri mama terpotong oleh Parang itu, Abah dan Mama memintaku untuk lekas menuju Puskesmas agar aku dapat memanggil Para tenaga medis untuk menjahit luka dijari Mama. Setelah aku sampai depan Puskesmas di desaku, pintunya tertutup dan disana tak terdengar ada suara seseoarngpun, ku ketuk pintunya namun masih tidak ada yang merespon. Dari pada ku mengetuk pintu namun tidak ada jawabannya, aku memutuskan agar tak mebuang waktu dengan pecuma, aku bergegas bertanya dengan orang terdekat disana.
“Bu, apakah pegawai Puskesmasnya ada.”
“Mulai kemaren belum terlihat dah, memang ada apa Wardah”.
”Ini bu mama kena Musibah, jarinya luka waktu ke Sawah kena Parang, ya kalau begitu, kami mau ke Puskesmas di Kecamatan, mudahan disana buka ya bu. 
“Inggih Wardah mudahan buka, hati-hati ” dengan wajah beliau penuh iba padaku.
Aku mulai cemas, bertanya di dalam hati. Apakah saat pandemi virus ini banyak yang libur termasuk Pegawai Puskesmas. Tapi pikirku tetap Positiv dan tetap Huznuzan.
Setelah sampai disana, syukur Puskesmasnya buka. Ku pandang adik-ku matanya berair melihat keadaan Mama secara dadakan seperti itu, aku tetap menahan bendungan dimataku walau beberapa kali ingin rasanya ku hempaskan. Bagiku tak ada kata-kata yang indah terucap selain zikir dan sholawat.
Abah lebih dahulu disana, kami yang baru saja sampai hanya diberikan izin oleh petugas puskesmas untuk menunggu diluar saja. Karena kondisi pandemi ini, aku dan adikku mengikuti aturan. Aku melihat ke arah Abah, mata beliau menandakan beribu-ribu kali lebih cemas dari diriku, sembari menyentuh jempol tangannya, mungkin Abah masih terbayang melihat kejadian tersebut.
 Tak ada yang dapat mengontrol hati seseorang terkecuali pikirannya. Hanya kata-kata itu yang dapat menyinari pikiran di kepalaku. Abah pergi ke arah kami:
“Nak jari jempol mama gak bisa dihubungkan lagi, karena hanya kemungkinan 50% jadi harus dipotong keseluruhannya baru bisa dijahit, jikapun dipaksankan takutnya nanti infeksi dan menjalar ke dalam”.
Inggih Bah, kalau itu yang baiknya.
(Lamunanku menggiring pada waktu beberapa saat, padahal mama memperingatiku sebelumnya malah mama yang kena, rasanya mama terlalu hebat bagiku, bukan bekerja di Sawah saja yang dikerjakan terkadang mama masih sempat-sempatnya menjahit). Setelah semuanya selesai kamipun pulang dengan menggunakan dua kendaraan. Aku dengan adik-ku pulang lebih awal untuk membereskan rumah. Tak berapa lama nenek ku (Ibu mamaku) datang dengan paman, setelah sebelumnya ku hubungi lewat bibi. Nenek langsung masuk ke Rumah menjenguk mama, mata beliau berbinar-binar. Nenek ku memang hebat hingga usia senja beliau selalu perhatian ke seluruh anak-anaknya, termasuk mamaku. 
Kata nenek: “Tadi dapat kabar dari anak nenek yang satunya, dengan keadaan menangis menyampaikan musibah yang ditimpa mama”.
Dari awal hingga saat ini mama tak ada mengutarkan kalimat putus asa ataupun keluhan yang tak menerima kenyataan.
Sesudah kesusahan pasti ada kemudahan. Itulah janji tuhan yang selalu aku ingat.
Aku tak bisa menebak bagaimana rasanya kehilangan satu jari untuk seumur hidup, jari yang begitu berpengaruh terbilang karena Mama adalah wanita yang sangat aktif, pandai memasak, menjahit dan lain-lain. 
Tapi bagaimapun kehidupan ini akann selalu memberikan cobaan untuk menguji seorang hamba, mana yang mampu melewati ujian ini dengan sabar. :-).
Kita tidak akan tau kapan sebuah musibah akan menimpa kita, hanya saja kelapangan dada, keikhlasan dan kesabaranlah yang harus kita persiapkan agar kita mampu mengambil setiap pelajaran dari cerita kehidupan yang kita lalui.  




Continue reading Rumus Dunia; Cerita Nyata Menjadi Manusia yang Berlapang Dada.

Selasa, 13 Oktober 2020

Tutup Buku Wardah #1


Tulisan di Blog ini insya Allah aku bukukan, inilah catatan yang ku rangkum selama 3 tahun terakhir kuliah di Kampus UIN Antasari Banjarmsin, sebelum Wisuda, aku berharap akan selesai. Namaku Wardah, aku akan bercerita kehidupan semasa nafasku di Kampus. Maksud nafas disini, masa proses perkuliahan ya, bukan orangnya meninggal dunia.
 Orang tidak banyak yang tahu bahwa aku tinggal dekat dengan Kampus berjarak skitar 30 meter. Yang belum tahu pastinya terkejud, oleh karena itu aku sering aktif beorganisasi, selepas selesai Kuliah. Aku sudah mulai aktif semenjak mahasiswa baru hingga semester 7 sekarang. Banyak perubahan yang terjadinya begitu pula pengalaman beharga.
Pengalaman pertamaku semasa Ospek, aku beruntung mengenal kelompok yang sangat antusias, aku tidak lupa nama Ketua Kelompok kami Saman Al-Farizi, bukan karena dia berwajah tampan, bukan sama sekali melainkan aku ingat hingga sekarang, karena dia Ketua yang sangat berisik selama Ospek, karena dia kami solid, sudah seperti kelompok sarang tawon dan dia lebahnya. 
Dari membuat Yel-Yel, nama kelompok dan lain-lain dia sangat bertanggung jawab, kami mengakui kerja kerasnya. 
Kepada kelompok ku waktu Ospek Fakultas Ushuluddin yang sangat aku banggakan, ma’af Wardah gak bisa sebutin nama semuanya. Bahkan Wardah lupa kita pernah berfoto satu kelompok gak, karena pada waktu itu Hp ku Kentang. Jadi tidak percaya diri untuk berfoto, karena lensanya buram. Bisa menggunakan WhatApss saja sudah bersyukur.
Karena aku takut gak semua nama aku sebutin, nanti ada yang cemburu, tapi jujur aku ingat kok wajah-wajah kalian. Saman yang selalu memerintahku untuk berdiri dan bertanya, waktu itu entah setan apa yang merasuki, namanya juga Maba, mau-mau aja, gak malu dilihatin orang, setiap materi 1,2,3,4, dan seterusnya aku memberikan pertanyaan. Diruangan itu sekitar ratusan orang menatapku, aku sebenarnya tidak bangga, karena bakal dikenal Maba (Mahasiswa Baru) satu Fakultas, malu tapi bisa di tutup-tutupi Demi kemenangan kelompok bersama, aku memberanikannya. 
Akhirnya apa yang kami harapkan tidak luput, sesuai permintaan, walaupun suara dan tenggorakan kami sepertinya mengering, mulai pembukaan hingga penutupan ospek, karena saking bersemangat 45, membuahkan hasil kami mendapatkan Predikat Kelompok Terbaik dan aku menjadi salah satu Peserta Terbaik Putri.

Senang dapat bekerjasama baik dengan kalian, semoga kalian masih mengenaliku. :’)  
Aku senang berkenalan dengan banyak orang, ada dampak baik dan buruknya. Dampak buruknya, ketika itu aku pernah kenal sama senioran, aku terlalu percaya dengan dirinya, dia seorang laki-laki berbisnis MLM, dia mengajak ku untuk sama-sama sukses, sampai diriku di ancamnya untuk membeli produk pada waktu itu hargaya 300 ribu lebih, padahal aku tidak membelinya, dia mengiming-imingkan kesuksesan tapi dia membuat strategi bisnis yang salah, dengan memerasku, demi memperoleh bonus. Padahal bagiku uang dengan jumlah 300rb, merupakan jumlah yang begitu besar, terlebih karena aku bukan anak orang kaya dan baru-baru merantau. Hingga suatu malam aku menelp seorang Kaka Cantik yang berhati bidadari namanya kaka Selvie Instagram beliau @piie_xoxo, biar percaya bahwa ada simulasi bidadari di dunia ini hati dan parasnya setara. Beliau memberikan aku semangat dan arahan untuk tidak percaya dengan laki-laki itu, untuk uang sekitar 300 ribu, kaka yang akan menjualkan produknya, ya Allah pada saat itu hatiku benar-benar tenang, aku mendapatkan masalah yang tak disangka dan Allah berikan solusi yang jalannya tak disangka pula.


Continue reading Tutup Buku Wardah #1

Minggu, 11 Oktober 2020

Apa Yang Perlu Negara Perbaiki Saat Ini? Menurut Pandangan Filsuf.


Negara yang ideal harus berdasarkan keadilan.
Karena mengatur masyarakat yang jumlahnya besar, pemimpin harus menciptakan rasa kesadaran.
Maka keadilan akan membuat masyarakat bertanggung jawab terhadap statusnya sebagai warga negara dan menghormati pemimpinnya.
Seorang Filsuf bernama Plato Mengatakan
Sebuah Negara mirip dengan tubuh manusia, terdiri dari 3 bagian:
Perut, Dada dan Kepala. Ada Warga Negara, Para Aktivis dan Pemimpin.

Sebagaimana manusia ingin bahagia, maka dia harus berusaha sehat seluruh anggota jasmaninya.

Sebuah Negara harus memiliki bentuk pemerintah, yang sesuai kreteria agar mampu bekerja nyata, bukan karena kecintaannya terhadap tahta dan harta.
Karena apabila pemimpinnya otoriter dan bertindak sesukanya, tidak akan mampu bertahan lama, sebab akan melenyapkan kepercayaan warga negara.
Karena masyarakat akan percaya dan hormat, terhadap pemimpin yang mampu meluangkan waktunya.
Untuk bertukar pikiran agar setiap kebijakan yang dibuatkan, bukan sekedarnya kepentingan sekelompok golongan.

Continue reading Apa Yang Perlu Negara Perbaiki Saat Ini? Menurut Pandangan Filsuf.

Jumat, 11 September 2020

Potret Kehidupan Petani Kebun di Tamban, yang Tidak Banyak Orang Ketahui

 




Pada kali ini Wardah melakukan kegiatan KKN dengan para Mahasiswa UIN Antasari Banjaramasin yang berdomisi di Tamban, Fadhli, Zainal, Muthaharah dan Syifa, pada saat ini kami melakukan KKN ditengah Wabah Covid-19 sehingga pelaksanaan kegiatan yang boleh kami lakukan, hanya seputar kunjungan yang tidak boleh jauh dengan tempat tinggal. Kami pun berinisiatif melakukan kegiatan bersama, di  kecamatan Mekarsari Tamban Km 15. Salah satu dari sahabat kami, mengusulkan program kerja, mengunjungi warga di pendalaman, untuk mengetahui rutinitas penduduk sekitar disana. Bisa dikatakan daerah ini jauh dari keramaian, bahkan kami berlima harus menelusuri jalan yang sempit, untuk bisa sampai kesana, daerah ini berada ditengah hutan yang sangat lebat pepohonan yang dapat kami lihat disepanjang jalan.

 

 

Kami melakukan perjalanan yang memakan waktu cukup lama, jalannya  begitu sempit dalam keadaan jalan yang licin, berpasir putih yang membuat motor kami tidak leluasa untuk bergerak lebih cepat. Menuju kesana memakan waktu sekitar 30 menit lebih,mulai melewati jalan bebatuan besar, jalan yang begitu sempit hingga yang agak mendingan seperti di Foto, jalan berpasir putih walaupun terlihat sedikit genangan air.

Kehati-hatian dan kesabaran menghantarkan kami kepada pemandangan yang seumur hidup belum pernah kami lihat, kebun mereka sangat indah walaupun bisa dikatakan daerah mereka, tidak memiliki banyak penghuni, mereka yang menetap lama disini sebagian besar karena profesi mereka sebagai Petani Kebun, yang sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka yang tidak dapat dipisahkan.



Seorang Petani Kebun bernama Bapak Abdu Somad sudah lama bertempat tinggal di Desa ini, beliau dikaruni’i dua orang Putra dan satu orang Putri. Keluarga mereka terlihat sederhana namun bisa dikatakan memiliki fasilitas yang cukup lengkap walaupun jauh dari kerumunan manusia. Kehidupan sehari-hari mereka tidak jauh dari Perkebunan, bisa dilihat disamping rumah Pak Abdu Shomad, memiliki berbagai macam tanaman dari Nanas, Terong Pipit, Daun Sop, Jeruk dan Bawang Merah itu baru yang berada disamping rumah. Kata Bapak, beliau juga menanam banyak buah-buahan seperti Semangka,  Sirsak, Pepaya, Jambu dan lain-lain. Kami sangat terkejud karena seumur hidup, kami baru saja mengetahui ada Petani di Tamban yang menanam berbagai macam buah-buahan dan sayur-sayuran, karena setahu kami kebanyakan dari penduduk Tamban menanam buah Nanas. Selanjutnya, kami melakukan perjalanan kesalah satu Petani Muda bernama Syaifullah berusi 23 tahun, kami bertanya mengenai pendidikan dan pekerjaannya sekarang sebagai Pekebun.

Syaifullah merupakan seorang alumni dari sekolah Madrasah Aliyah atau setara dengan SMA, untuk bersekolah dirinya perlu melakukan perjalanan yang lumayan jauh dari Rumahnya untuk sampai ke Sekolah tentunya harus melewati jalan yang sempit dan terjal, dirinya telah lulus sekitar 3 tahun silam. Syaifullah sekarang bekerja membantu kedua orang tua berkebun Nanas dan beberapa sayur-sayuran lain, tidak jauh berbeda dengan Bapak Abdu Shomat disamping halaman rumah banyak tanaman hias, buah-buahan dan sayur-sayuran yang masih segar, walaupun berada jauh dari keramaian, syukurnya disini sudah ada listrik semenjak tahun 2007.



 Mata pencarian warga disini ialah bertani padi, yang menurut Syaifullah kalau di hitung-hitung lebih menguntungkan berkebun Nanas, karena panennya lebih sering dibanding Bertani Padi yang memakan waktu selama satu tahun sekali.

Syaifullah: Mata pencarian disini rata-rata bertani yang berkebun hanya sebagian, bagi kami yang berkebun Nanas, memiliki kelompok tani, Nanas juga seperti Padi harus ada pupuknya nah dengan kelompok tersebut, memudahkan kami untuk memperoleh pupuk.

Wardah    : Biasanya Nanasnya dijual kemana saja?

Syaifullah : Nanas ini dijual langsung, harganya perbiji 5000, yang menjual ada khusus orang yang kesini membeli buah Nanasnya untuk dijual kembali.

Fadli          : Biasanya Nanas ini, bisa dibuat apa saja, pengelolaanya?

Syaifullah  : Dulu sih pernah dibuat Dodol Nanas, yang membuatnya dari Ibu-ibu PKK setempat, namun belum sempat ramai di Pasarkan, bisa jadi karena kesibukan masing-masing, sekarang tidak dibuat apa-apa, kalau udah masak Nanas kami jual secara langsung, soalnya bisa membusuk jika ditahan tidak jual beberapa hari.

Wardah    : Memang tidak ada lagi nih niat untuk membuat varian makanan dari Nanas, kan Ikon yang menarik dari Tamban adalah Nanas, bahkan mungkin udah dua tahun ya kan, Tamban membuat Festival Nanas Raksasa di Kecamatan, Tamban Km 12. Kalau dikembangkan pembuatan makananya akan menjadi sesuatu yang lebih, terutama buat oleh-oleh kepada orang yang baru berkunjung ke Tamban.

Syaifullah  : nah ini mungkin permasalahnnya masih belum ada yang berniat mengembangkan pembuatan Nanas. Mungkin jika ada seperti kelompok Ibu PKK sebelumnya yang sempat membuat bisa saja ya begitulah karena kurang tertarik mereka lebih suka memperoleh uang secara langsung, dengan menjual nanasnya dari pada membuatnya jadi Selai ataupun Dodol.

Selanjutnya kami bertanya kepada Istri Pak Abdu Somad sebagai salah satu kelompok Ibu PKK mengatakan:  Kemarin kami membuat varian dodol dari Nanas, sayangnya belum terlalu bisa, jadi kami tidak menjualnya, untuk sekarang Ibu-ibu disini lagi bertani Padi jadi tidak membuatnya lagi.



Nah inilah hasil bincang-bincang kami dengan masyarakat jelapat 2, kecamatan Mekarsari Tamban. Bisa kita ketahui limpahan Nanas di Tamban namun pengelolaan nanas disini tidak melakukan perkembangan yang signifikan, para Petani Kebun hanya sekedar menanam, merawat yang selanjutnya mereka jual secara langsung melalui para pedagang. 2 Pekebun yang kami temui merupakan orang yang jarang dikenal, mereka bukan hanya berkebun Nanas tapi juga bermcam buah dan sayur. Hal ini membuktikan bahwa Tamban memiliki lahan yang subur untuk berbagai macam jenis tanaman.

Sesuatu yang sangat disayangkan para pekebun Nanas hanya sekedar menjual buahnya padahal jika dikembangkan makanan keberbagai varian dari Buah Nanas, akan menarik tentunya hal ini akan bernilai lebih dan akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari pada menjual Buah Nanasnya saja.

Dukungan dan perhatian pemerintah daerah setempat sangat kita perlukan, agar sumber daya masyarakat Tamban dalam mengelola Nanas bisa mengalami perkembangan, tentunya akan berdampak positif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan Kota kecil ini bisa dikenal oleh berbagai lapisan masyarakat. Sesuatu yang menakjubkan yang dimiliki ialah kekayaan alam dari Tamban tidak dapat diragukan terbukti dengan kehadiran para Pekebun yang memiliki lahan subur. Besar harapan kita semua, Kota Kecil ini makin maju dari secara pendidikan maupun perekonomian.





 

 

Continue reading Potret Kehidupan Petani Kebun di Tamban, yang Tidak Banyak Orang Ketahui