Pada kali ini
Wardah melakukan kegiatan KKN dengan para Mahasiswa UIN Antasari Banjaramasin
yang berdomisi di Tamban, Fadhli, Zainal, Muthaharah dan Syifa, pada saat ini
kami melakukan KKN ditengah Wabah Covid-19 sehingga pelaksanaan kegiatan yang
boleh kami lakukan, hanya seputar kunjungan yang tidak boleh jauh dengan tempat
tinggal. Kami pun berinisiatif melakukan kegiatan bersama, di kecamatan Mekarsari Tamban Km 15. Salah satu
dari sahabat kami, mengusulkan program kerja, mengunjungi warga di pendalaman,
untuk mengetahui rutinitas penduduk sekitar disana. Bisa dikatakan daerah ini
jauh dari keramaian, bahkan kami berlima harus menelusuri jalan yang sempit,
untuk bisa sampai kesana, daerah ini berada ditengah hutan yang sangat lebat
pepohonan yang dapat kami lihat disepanjang jalan.
Kami melakukan perjalanan yang memakan waktu cukup lama, jalannya begitu sempit dalam keadaan jalan yang licin, berpasir putih yang membuat motor kami tidak leluasa untuk bergerak lebih cepat. Menuju kesana memakan waktu sekitar 30 menit lebih,mulai melewati jalan bebatuan besar, jalan yang begitu sempit hingga yang agak mendingan seperti di Foto, jalan berpasir putih walaupun terlihat sedikit genangan air.
Kehati-hatian dan kesabaran menghantarkan kami
kepada pemandangan yang seumur hidup belum pernah kami lihat, kebun mereka
sangat indah walaupun bisa dikatakan daerah mereka, tidak memiliki banyak
penghuni, mereka yang menetap lama disini sebagian besar karena profesi mereka
sebagai Petani Kebun, yang sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka yang
tidak dapat dipisahkan.
Seorang Petani
Kebun bernama Bapak Abdu Somad sudah lama bertempat tinggal di Desa ini, beliau
dikaruni’i dua orang Putra dan satu orang Putri. Keluarga mereka terlihat
sederhana namun bisa dikatakan memiliki fasilitas yang cukup lengkap walaupun
jauh dari kerumunan manusia. Kehidupan sehari-hari mereka tidak jauh dari
Perkebunan, bisa dilihat disamping rumah Pak Abdu Shomad, memiliki berbagai
macam tanaman dari Nanas, Terong Pipit, Daun Sop, Jeruk dan Bawang Merah itu baru
yang berada disamping rumah. Kata Bapak, beliau juga menanam banyak buah-buahan
seperti Semangka, Sirsak, Pepaya, Jambu
dan lain-lain. Kami sangat terkejud karena seumur hidup, kami baru saja
mengetahui ada Petani di Tamban yang menanam berbagai macam buah-buahan dan sayur-sayuran,
karena setahu kami kebanyakan dari penduduk Tamban menanam buah Nanas.
Selanjutnya, kami melakukan perjalanan kesalah satu Petani Muda bernama
Syaifullah berusi 23 tahun, kami bertanya mengenai pendidikan dan pekerjaannya
sekarang sebagai Pekebun.
Syaifullah
merupakan seorang alumni dari sekolah Madrasah Aliyah atau setara dengan SMA,
untuk bersekolah dirinya perlu melakukan perjalanan yang lumayan jauh dari
Rumahnya untuk sampai ke Sekolah tentunya harus melewati jalan yang sempit dan
terjal, dirinya telah lulus sekitar 3 tahun silam. Syaifullah sekarang bekerja
membantu kedua orang tua berkebun Nanas dan beberapa sayur-sayuran lain, tidak
jauh berbeda dengan Bapak Abdu Shomat disamping halaman rumah banyak tanaman
hias, buah-buahan dan sayur-sayuran yang masih segar, walaupun berada jauh dari
keramaian, syukurnya disini sudah ada listrik semenjak tahun 2007.
Mata pencarian warga disini ialah bertani
padi, yang menurut Syaifullah kalau di hitung-hitung lebih menguntungkan
berkebun Nanas, karena panennya lebih sering dibanding Bertani Padi yang
memakan waktu selama satu tahun sekali.
Syaifullah:
Mata pencarian disini rata-rata bertani yang berkebun hanya sebagian, bagi kami
yang berkebun Nanas, memiliki kelompok tani, Nanas juga seperti Padi harus ada
pupuknya nah dengan kelompok tersebut, memudahkan kami untuk memperoleh pupuk.
Wardah : Biasanya Nanasnya dijual kemana saja?
Syaifullah :
Nanas ini dijual langsung, harganya perbiji 5000, yang menjual ada khusus orang
yang kesini membeli buah Nanasnya untuk dijual
kembali.
Fadli : Biasanya Nanas ini, bisa dibuat apa
saja, pengelolaanya?
Wardah : Memang tidak ada lagi nih niat untuk
membuat varian makanan dari Nanas, kan Ikon yang menarik dari Tamban adalah
Nanas, bahkan mungkin udah dua tahun ya kan, Tamban membuat Festival Nanas
Raksasa di Kecamatan, Tamban Km 12. Kalau dikembangkan pembuatan makananya akan
menjadi sesuatu yang lebih, terutama buat oleh-oleh kepada orang yang baru
berkunjung ke Tamban.
Syaifullah : nah ini mungkin permasalahnnya masih belum
ada yang berniat mengembangkan pembuatan Nanas. Mungkin jika ada seperti
kelompok Ibu PKK sebelumnya yang sempat membuat bisa saja ya begitulah karena
kurang tertarik mereka lebih suka memperoleh uang secara langsung, dengan
menjual nanasnya dari pada membuatnya jadi Selai ataupun Dodol.
Selanjutnya
kami bertanya kepada Istri Pak Abdu Somad sebagai salah satu kelompok Ibu PKK
mengatakan: “Kemarin kami membuat
varian dodol dari Nanas, sayangnya belum terlalu bisa, jadi kami tidak
menjualnya, untuk sekarang Ibu-ibu disini lagi bertani Padi jadi tidak
membuatnya lagi.
Nah inilah
hasil bincang-bincang kami dengan masyarakat jelapat 2, kecamatan Mekarsari
Tamban. Bisa kita ketahui limpahan Nanas di Tamban namun pengelolaan nanas
disini tidak melakukan perkembangan yang signifikan, para Petani Kebun hanya
sekedar menanam, merawat yang selanjutnya mereka jual secara langsung melalui
para pedagang. 2 Pekebun yang kami temui merupakan
orang yang jarang dikenal, mereka bukan hanya berkebun Nanas tapi juga bermcam
buah dan sayur. Hal ini membuktikan bahwa Tamban memiliki lahan yang subur
untuk berbagai macam jenis tanaman.
Sesuatu yang sangat disayangkan para pekebun Nanas hanya
sekedar menjual buahnya padahal jika dikembangkan makanan keberbagai varian
dari Buah Nanas, akan menarik tentunya hal ini akan bernilai
lebih dan akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari pada menjual Buah Nanasnya saja.
Dukungan dan
perhatian pemerintah daerah setempat sangat kita perlukan, agar sumber daya
masyarakat Tamban dalam mengelola Nanas bisa mengalami perkembangan, tentunya
akan berdampak positif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan Kota
kecil ini bisa dikenal oleh berbagai lapisan masyarakat. Sesuatu yang menakjubkan
yang dimiliki ialah kekayaan alam dari Tamban tidak dapat diragukan terbukti
dengan kehadiran para Pekebun yang memiliki lahan subur. Besar harapan kita semua, Kota Kecil ini makin maju dari secara
pendidikan maupun perekonomian.













0 komentar:
Posting Komentar