Minggu, 12 April 2026

NGONTEN ITU ADA GAK ENAKNYA?


Bisa jalan-jalan dan makan enak dari hasil konten itu bonus. Tapi jujur, aku hampir saja memilih untuk berhenti Ngonten.


Bekerja di dunia pemasaran dan konten kreatif ternyata bukan cuma soal visual, tapi juga soal mental. 

Aku pernah berada di satu titik terendah: dimaki di dalam ruangan, jari menunjuk tepat di depan muka, seolah semua kesalahan dunia ada di pundakku. 

Sebagai freelancer, saat itu aku merasa benar-benar sendirian. Tidak ada yang membela.

Padahal, aku bukan pencuri, bukan pula pengemis. Aku hanya pekerja profesional yang menjalankan jobdesk—mengambil video, mengedit, dan berupaya menaikkan traffic pemasaran.


Saat kata-kata kasar itu menghujam hati, aku memilih membalasnya dengan senyuman. Namun, di atas sajadah, aku tumpahkan semuanya. Aku sebut namanya di hadapan Tuhan, mengadu bahwa hatiku tidak ikhlas diperlakukan melampaui batas.

Satu kalimat dari tahun 2025 yang takkan pernah hilang dari ingatan:

*Ikam ngomong apa, mengada-ada aku kadada meusir ikam".

Kalimat yang nyeletuk

"Kam tahulah anak aku yang menggaji ikam, kam bisa apa tanpa anak-ku, aku kada handak lagi melihat muha ikam"

Seketika aku sadar, benar kata orang: "Uang bisa mengubah cara bicara seseorang."

Rasanya ingin menyerah. Tapi profesionalitas menahan langkahku. Aku tetap menyelesaikan tugas sampai selesai karena aku berpikir: 

"Mungkin aku yang dimaki, tapi jika konten ini berhasil, ada kesejahteraan karyawan lain yang terbantu."

Aku memilih bangkit. Rezeki datang dari pintu-pintu lain yang lebih menghargai manusia. Dari kejadian itu aku belajar satu hal besar: Jika suatu saat aku berada di posisi atas dan membuka lapangan kerja, aku harap aku tetap bisa menjaga lidah dan tidak merendahkan siapa pun.

Seperti pelajaran yang aku bawa dari pesantren:
بَلاَءُ الإِنْسَانِ مِنَ اللِّسَانِ
"Bencana manusia itu berasal dari lidahnya."


Semoga kita menjadi orang yang sukses secara materi, namun tetap rendah hati secara budi.






Continue reading NGONTEN ITU ADA GAK ENAKNYA?

Senin, 02 Februari 2026

REVIEW FILEM KUYANK 2026

Review singkat filem kuyank Nonton tanggal 2 Februari 2026.


Dulu aku bingung kenapa sih ada orang mengkaji ilmu kuyank, hanya karena minta sayangi laki, padahalkan menyayangi diri sendiri lebih baik kerja dapat duit, belanja ke salon dll, dari pada menjadi kuyank😭😭😭

Ternyata di filem tersebut motif jadi kuyank akibat mertua yang terlalu percaya sama babilangan (salah satu ramalan kecocokan jodoh menurut orang banjar), karena bilangannya kurang bagus lalu mertua ini menyalahkan minantunya si Rusmiati pembawa sial, akibat pernikahan mereka usaha emas keluarga Badri ini minus.

Karena tertekan dirumah mertua, apa-apa disalahkan, Rusmiati juga  dibandingkan sama Fauziah (Perempuan cantik dari keluarga pemilik toko emas besar), yang katanya kedua keluarga ingin menikahkan mereka, jadi Rusmiati itu bakal dimadu.
Rusmiati takut suaminya suka sama Fauziah, karena rusmiati tidak punya orang tua, tidak ada tempat mengadu, akhirnya saat diperjalanan Rusmiati mengadu sama pengkaji ilmu kuyank, menyalinlah ilmu kuyank. Katanya ilmu kuyank itu tidak bisa dihentikan hanya bisa disalin.

Motifnya masuk akal menurutku menjadi kuyank ini, bukan karena suaminya kaya raya, murni karena rusmiati cemburu buta sama Fauziah dan sangat geram sama mertuanya.

Menurut pandanganku filem ini bagus analisisnya tajam mereka mengangkat beberapa kepercayaan orang banjar

1. Percaya pada sesuatu selain Allah itu masuk syirik. (Berlebihan percaya lawan ramalan babilangan)

Syirik adalah salah satu perbuatan maksiat yang menjadi penyebab rezeki seret. Syirik masuk dosa besar.

2. Rusmiati sangat cemburu dan sedih sampai mengorbankan keimanannya.

Dalam konteks ini Rusmiati kada memikirkan jalan keluar, lebih memilih jalan pintas menyalin ilmu kuyank.

3. Mintuha yang serba umpat campur 

- Seharusnya awal pernikahan itu memikirkan gimana caranya pernikahan anaknya  sejahtera, bukan malah menganggap pernikahan pembawa sial.


Selamat menonton guys:) sekilas review nya..
Continue reading REVIEW FILEM KUYANK 2026