Apakah cerdas saja cukup jadi pemimpin?
tentu kecerdasan adalah pelengkap utama calon pemimpin untuk mengajarkan pada anggotanya beberapa hal mengenai yang tidak diketahui.
Beberapa minggu lalu saya membeli buku "How to Win Friends and Influence People".
Buku ini membuat saya jatuh cinta dari awal rasa penasaran saya yang tumbuh semenjak direview oleh seorang Konten Kreator Rianto Astrono.
Buku ini salah satu buku self-improvement atau bisa dikenali sebagai buku pengembangan diri yang berisikan kata-kata positif, pengalaman sukses, pelatihan & peningkatan kualitas diri.
Berawal dari sebuah pertanyaan.
Bagaimana Mendapatkan Teman dan Mempengaruhi Orang?
Mendapatkan teman dan mempengaruhi orang lain dilihat dari sikap dan seni komunikasi yang baik, hal ini merupakan bagian penting dari sosok seorang pemimpin, karena "seni komunikasi adalah bahasa kepemimpinan"
~James Humes~
Seni Komunikasi Pemimpin yang Perlu di Perhatikan Menurut Dale Carnegie.
1. Mengetahui kepribadian & hafal seluruh nama anggotamu.
Saat kamu menyebutkan namanya, suara itu adalah perkataan yang indah terdengar ditelinganya, penting pula untuk berinteraksi dengan mereka sehingga memudahkan kamu menyeimbangkan diri & membangun hubungan dengan anggotamu dengan baik. Bangunlah komunikasi memulailah dengan cara yang ramah.
2. Mengkomunikasikan visi misi secara jelas, dengan memberikan catatan apa yang ingin dikembangkan, dipertahankan dan diperbaiki dalam organisasi.
Saat kamu mempunyai visi yang jelas dan keyakinan, maka kamu bisa mengajak anggotamu untuk bergerak maju dengan ide kamu saat ini, sehingga pada masa depan akan membuat organisasimu terus berkembang.
3. Menginspirasi & memotivasi.
Mulailah dengan pujian dan apresiasi yang tulus. Kamu memberikan reputasi baik kepada mereka, dengan begitu mereka akan percaya diri & memberikan kinerjanya lebih giat lagi.
4. Buat anggotamu nyaman untuk menyampaikan idenya.
Jika kamu seorang pemimpin maka kamu harus bersimpati dengan ide-ide dan keinginan anggotamu, hormati pendapatnya, kamu bisa menyampaikan ketidaksepakatanmu tapi hindari mengatakan, “Anda salah”. Jgn merendahkan mentalnya, dia akan berpaling darimu atau tidak berani lagi menyampaikan masukkannya.
5. Sesuaikanlah komunikasimu hindari menggunakan pribahasa rumit.
Saat kamu berkomunikasi dengan mahasiswa yang memiliki pembendaharaan kosa kata ilmiah yang mumpuni mungkin kedengarannya bahasa rumitmu itu berkelas ditelinga lawan bicaramu namun jika dia seseorang awam yang baru belajar hindari pribahasa rumit demikian, karena bisa jadi akan membuat kesalahpahaman sebab pesan komunikasi tidak tersampaikan dengan jelas dan makna bisa ditafsirkan ambigu/ bermakna ganda.
6. Memerintah seperti tidak memerintah, menggunakan bahasa diplomatis.
Contoh hal yang sering saya lakukan.
Begitu pentingnya bagi Pemimpin karena kamu sedang membangun kerjasama bukan memperkerjakan dengan ancaman/ paksaan. Bahasa diplomatis membantu kita untuk menggerakkan orang lain tanpa pemaksaan atau harus merusak hubungan baik, karena seni bahasa ini bersifat sangat berhati-hati dalam mengutarakan pendapat, kita tetap menyampaikan fakta dengan bahasa positif.
Seni komunikasi ini jika dilatih kita akan dapat memenangkan sekaligus menenangkan hati lawan bicaramu.
Komunikasi diplomatis mengutamakan kejujuran namun tidak terang-terangan
sehingga kebenaran atau fakta harus tetap disampaikan dengan penuh rasa hormat dan emosi positif.
Komunikasi ini menyelamatkan pemimpin karena sering kali pemimpin menyakiti hati para anggotanya karena sebuah hal disampaikan yang terkesan menyakiti & tak menghargai.
Bekerjasama antar tim mempengaruhi kesuksesan sebuah organisasi karena maju dan berkembangnya organisasi merupakan hasil dari pekerjaan banyak orang yang bekerja menuju tujuan yang sama.
Tidak ada organisasi maupun komunitas yang sukses hanya bergantung pada kemampuan satu orang atau pemimpinnya saja melainkan orang banyak terlibat di dalamnya.
Mantap...
BalasHapusTerimakasih tum selamat bertugas.
Hapus