Gerak Millenial Berevolusi
Negeriku diselimuti nama pemuda-pemudi Sebagai tonggak berdirinya suatu bangsa
Namun saat dunia dalam genggaman maya.
Pemudaku apatis ideologinya terkikis
Pola hidup beransur tak rasionalis
Literasi teralihkan dengan narasi basi
Prestasi terkalahkan dengan kontroversi
Edukasi terganti dengan sinetron televisi
Yang baik bak samar disebut pencitraan
Yang buruk bak menawan wadah hiburan
Semuanya terkontaminasi
Generasi Millenial menyambut lautan informasi
Melaju kencang, tak ku serahkan pemudaku jadi pecundang
Jadi korban media penipuan
Mengkonsumsi berita tanpa analisis kritis
Seperti asupan racun, sapi perahan.
Pemuda, berjuang, melawan zaman
Dulu berperang guna senjata tajam
Teknologi berwarna buram dan hitam
Sekarang berperang tanpa tumpah darah bercucuran
Tak guna lagi senjata bambu runcing dan senapan
Pintu terbuka kebebasan
Teknologi senjata ampuh mematikan
Silih berganti, mengintimidasi
Berjuang, hidup berseleksi
Generasi berevolusi gunakan koneksi
Tuk kedepan membangun inspirasi.
Terimakasih sahabat “mengejar” yang membaca tulisan ini nanti akan Wardah bagi beberapa jilid agar memudahkan para sahabat untuk membacanya. Tulisan ini dipersembahakan untuk seluruh anak muda Indonesia :-D
“Megejar” = Menjadi Generasi Maju dimulai dengan Generasi Pembelajar.
A. Generasi Maju
Mengutip dari sebuah pesan yang ditulis oleh Najwa Shihab, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai ilmu pengetahuan dan menjadikan bacaan sebagai bagian dari kehidupan”. Jika kita melihat rutintas bangsa besar bukan hanya terlihat dari seberapa mewah fasilitas negaranya namun nampak bisa kita lihat betapa pedulinya bangsa tersebut terhadap pengetahuan, selalu belajar demi mengasah keterampilan untuk membangun negerinya.
B. Aktivitas Belajar
Belajar adalah sebuah aktivitas yang menyenangkan buat sebagian orang, bagaimana tidak dengan terhapusnya ketidaktahuan diganti dengan ilmu pengetahuan baru akan memperbanyak wawasan kita. Sekiranya perkataan ini sangat benar untuk mewakilkan, siapa yang tidak sanggup menahan lelahnya belajar maka kita akan selalu mengasuh kebodohan dan tunduk dengan ketidaktahuan tersebut.
Pernahkan kamu belajar beberapa hari sebelumnya ulangan tiba?
Hasilnya yang kamu peroleh sesuai usaha kamu, benar tidak, jika kamu sungguh-sungguh akan mendapatkan hasil yang memuaskan, jika hanya belajar sepintas saja, maka juga memperoleh ilmu sekilas saja. Maka dari pada itu belajarlah sungguh-sungug niatkan belajar bukan hanya ingin mendapatkan nilai tinggi, namun juga untuk mencari ridho Allah, melawan kebodohan dan menjadi hamba yang cerdas agar menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lain.
Tidak mau belajar tapi ingin pintar? Semoga bukan kamu ya, tapi jika itu kamu, mari melangkah untuk mengubah perilaku tersebut. Teman saya pernah mempunyai pengalaman menarik. Betapa gelinya saat saya mendengar curhatan salah satu mahasiswa ini, saat ulangan tiba, teman-temannya bergerombol melakukan tukar menukar kunci jawaban saling diskusi lempar jawaban kesana kemari. Naasnya saat itu mungkin jawaban semuanya mampu terjawab, setidanya lembar jawaban terisi tidak kosong dan tidak bewarna putih tanpa tinta. Saat tiba pembagian hasil ujian, mereka serentak tidak lulus mata kuliah tersebut. Memilukan bukan, nyontek berja’maah dan tidak lulus berjama’ah.
C. Urgensi Menuntut Ilmu
Mu’adz bin Jabal pernah mengungkapkan pendapatnya mengenai ilmu.
“Pelajariah ilmu, karena mempelajari ilmu adalah (bukti adanya) rasa takut kepada Allah Swt, menuntut ilmu adalah suatu amaliah bernilai ibadah, mendiskusikan ilmu adalah tasbih, mencari ilmu adalah jihad (melawan kebodohan) mengajarkan ilmu adalah sedekah, dan berbagai ilmu dengan keluarga adalah upaya mendekatkan diri kepada Allah Swt”. Hal ini di karenakan adalah rambu-rambu mengenai halal dan haram, mencusuar dan jalan bagi penghuni surga, teman di kala sepi, sahabat di tempat yang asing, lawan bicara di kala suka dan duka, senjata menghadapi musuh dan perhiasan di mata kawan.
Imam Ahmad berkata: “Manusia lebih membutuhkan ilmu dibanding makan dan minum, karena makanan dan minumanan dibutuhkan manusia satu atau dua kali dalam sehari, akan tetapi, ilmu selalu di butuhkan manusia setiap saat” (Thabat Al-Hanabilah,1:146).
Begitulah sahabat, ilmu bukan hanya kita perlukan seketika waktu ujian sekolah atau kuliah saja, melainkan setiap hari. Saya teringat perkataan dari salah satu dosen saya Ustadz Ahmad, sekarang beliau melanjutkan Studi S3 di Jakarta, semoga Ustadz selalu diberikan kesehatan dan keberkahan. Beliau pernah berkata:”Waktu saya kuliah dulu, saya sering membeli buku dari uang beasiswa, sehingga sekarang saya mempunyai Perpustakaan pribadi dirumah, bagi saya ilmu bisa mendatangkan uang, jika uang yang dimanfaakan dengan sia-sia akan habis dengan cuma-cuma”. Apa yang beliau katakana benar, jika seseorang yang mempunyai impian tinggi, akan susah di capai jika tidak dengan ilmu. Siapa yang tinggi cita-citanya maka tinggilah martabatnya, dengan cara membeli buku untuk memperkaya wawasan merupakan salah satu tanda bersyukur, bukankah sudah Allah janjikan barang siapa bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, maka ia akan mendapatkan tambahan nikmat.
Menurut Imam Syafi’I ilmu di dapat dengan 6 hal yaitu:
1. Kecerdasan 4. Biaya
2. Semangat 5. Petunjuk Guru
3. Kesabaran 6. Jangka waktu yang panjang
Disini kita belajar, bahwa mendapatkan ilmu itu perlu proses, tidak instan. Seseorang yang menuntut ilmu haruslah mempunyai pengalaman dan perjalanan panjang. Orang yang pintar tidak akan ditularkan begitu saja tanpa belajar bahkan sekalipun dari keluarga yang ternama. Ilmu tidak dapat diwarisi hanya karena ayah mereka seorang Profesor, Ulama dan lain-lian.
Al-Farwi penah bercerita, Kami pernah duduk di Majelis Imam Malik. Pada saat itu putranya keluar masuk majelis dan tidak mau duduk menetap untuk belajar. Imam Malik menghadap kami seraya mengatakan: ”Masih adakah yang meringankan bebanku, yakni masalah ilmu ini tidak dapat di wariskan.” [1] . Benar gak temen-temen pengetahuan itu harus dicari meskipun orang tua atau keluarga kita orang terpandang, kita harus tetap belajar, karena pengetahuan tidak bisa mewarisi seperti harta.
D. Mengenali Motivasi Belajar
Motivasi adalah suatu gejala psikologis dalam bentuk dorongan yang tumbuh dalam diri seseorang secara sadar atu tidak sadar untuk mengerjakan suatu tindakan dengan sasaran tertentu.
Dari berbagai penelitian menyatakan bahwa motivasi mempengaruhi prestasi belajar seseorang. Tinggi rendahnya motivasi juga dapat dijadikan indikator baik buruknya prestasi belajar seseorang. Jika kita menginginkan percapaian yang bagus maka kita harus mempunyai motivasi kuat dalam belajar, karena terdapat tiga fungsi motivasi dalam kehidupan kita:
a. Motivasi sebagai Penggerak Perbuatan
Sebuah motivasi dengan keinginan kuat akan melahirkan kekuatan belajar yang tak terbendung, dari sini kita akan merasa bahwa proses belajar bukanlah suatu beban, dapat menjelma menjadi aktivitas dengan segenap jiwa dan raga. Akal pikiran akan berproses dengan sikap raga yang cenderung tunduk dengan kehendak perbuatan belajar.
b. Motivasi sebagai Pendorong Perbuatan
Untuk mendorong seseorang menyukai belajar adalah dengan menumbuhkan sikap ingin tau, sikap menyadari bahwa dirinya dalam keadaan bodoh yang memerlukan pengetahuan, karena sejatinya pengetahuan adalah cahaya yang akan berhasil membawa manusia tersingkir dari gelapnya kebodohan serta belajar adalah jalan yang akan memperkaya pengetahuan untuk menghindarkan diri dari miskinya wawasan. Dengan menumbuhkan keyakinan akan pentingnya belajar akan memupuk rasa ingin tau yang tinggi maka sikap itulah yang mendasari dan mendorong ke arah sejumlah perbuatan dalam belajar, sehingga motivasi sangat mempengaruhi pengambilan sikap yang seharusnya kita ambil.
c. Motivasi sebagai Pengarah Perbuatan
Seorang pembelajar akan mempunyai motivasi disiplin, kapan seharusnya dia harus berhenti bermain gadget, kapan seharusnya dia belajar dengan menyeleksi mana pekerjaan rutinitas dan mana sesuatu yang diprioritaskan. Segala sesuatu yang dirasa mengganggu aktivitas belajar dan dapat membuyarkan konsentrasi diusahakan untuk disingkirkan jauh-jauh, agar tidak mengganggu proses belajar.
Nah itulah sahabat “mengejar” mengapa pentingnya motivasi sebagai peranan penting yang dapat membuat kontrol belajar lebih efektif.
Apabila kita mempunyai keinginan yang kuat, maka kita perlu dorongan motivasi untuk mewujudkan keinginan tersebut. Jika hanya dengan afirmasi atau niat, tanpa motivasi tentu belum cukup mewujudkannya. Semisal “Saya termotivasi tinggi untuk menjadi pembelajar sehebat Nazhwa Shihab”, adalah sebuah contoh kalimat yang digunakan untuk menggerakan kinerja pada diri kita dengan baik, hal demikian menuntun anda untuk kembali bangkit disaat situasi sulit.
Ketika sahabat “mengejar” mempunyai keinginan yang besar, yang harus kita lakukan adalah kerja keras dan kerja cerdas agar tidak membuang-buang energi dan waktu. Jika kita kurang mempunyai inisiatif dan kemauan untuk mewujudkannya, hal ini dikarenakan kurangnya energi pendorong dari dalam diri kita sendiri, energi tersebut dapat kita peroleh dari motivasi yang nantinya akan meningkatkan inisiatif dalam membantu mengarahkan energi untuk mencapai apa yang kita inginkan.[2]
Lakukanlah langkah demi langkah dalam belajar untuk menambah wawasan, memahami sesuatu yang sebelumnya belum dimengerti agar menambah kapasitas pengetahuan kita, hal penting lainnya kita mengetahui secara jelas alasan-alasan mengapa kita semangat dalam belajar, pencapaian apa yang kita ingin wujudkan, kita harus percaya pada kekuatan-kekuatan yang berada pada pikiran, harus kita tuangkan secara jelas dengan menulisnya mulai dari sekarang.
Motivasi sangat erat hubungannya dengan emosi, yang mana keduanya memerlukan proses agar dapat tercapainya suatu keinginan dari diri kita, sehingga ada beberapa sikap belajar yang harus kita tanamkan yaitu.
Bersikap gigih, terus berlatih, yakin pasti bisa karena belajar, bagian penting lainnya adalah membungkam niat mengkritik diri sendiri. Setuju?
Istilah emosi yang diperoleh melalui motivasi berkaitan dengan energi ataupun hasrat dalam mengerjakan sesuatu, seperti anda lebih bersemangat dan riang, energi yang terkumpul akan menunjang konsentrasi dalam belajar. Semakin anda gigih dalam belajar anda akan menjadi seorang yang mencintai ilmu pengetahuan maka energi yang anda keluarkan akan besar, anda akan menjadi semakin tertantang untuk belajar terus menerus, namun ketika anda lesu tak bersemangat, keseluruhan proses belajar terasa membosankan dan sepertinya sangat berat bahkan bisa membuat konsentrasi menurun.
Mengutip perkataan dari Dr. Mihaly Csikszentmihalyi dari Universitas Chicago dalam buku Jordan E Ayan, berjudul Bengkel Kreativitas, yang menyatakan bahwa dirinya telah mengidentifikasi tinggi rendahnya suatu energi dari motivasi yang termuat sebagai usur penting dalam keberhasilan kekayaan intelektual. Melalaui risetnya dia memberitahukan hasilnya bahwa orang-orang menjadi sukses dalam belajar dan mengerjakan tugas ketika dia melampaui suatu keadaan yang dinamkan flow atau mengalir. Ketika berada pada keadaan ini tingkat energi menjadi tinggi dan ketajaman mental seperti konsentrasi akan menggelora. Pada situasi ini anda seakan menyatu dan meraskan lezatnya belajar sehingga anda benar-benar mengerjakan tugas, menuai hasil yang lebih produktif dan penuh wawasan.[3]
E. Tips Belajar
Semua pencapian manusia dimulai dari pikirannya jika anda ingin belajar tapi anda sudah menjustifikasi bahwa diri anda tidak mampu, pecundang, orang yang akan mengalami kegagalan. Tentu pikiran negatif yang anda tanamkan akan membuahkan hasil yang tidak bagus. Jika anda mengubah diri anda menuju kearah yang lebih baik, anda harus memikirkan caranya. Manfaatkan kekuatan pikiran anda. Anda harus mampu menguasainya dan tidak mudah dipengaruhi oleh orang lain, kita mempunyai pikiran yang rasional, ini adalah aset dari tuhan yang luar biasa, bahkan teknologi yang canggihpun adalah hasil dari rasio. Rasio akan mampu membantu anda dalam menganalisis, memecahkan masalah, mengetahui sebab-akibat dan tata cara mengerjakan sesuatu. Kita harus menyadari memang benar adanya bahwa tidak ada orang yang belajar selalu mendaparkan kesempurnaan dengan mulus karena hal yang instan hanya di dapatkan pada seseorang yang suka plagiat atau copy-paste. Jika tedapat hambatan dalam proses belajar jangan berputus asa kita tetap fokus perhatian pada hal yang positif dengan begitu hasil yang kita dapatkan kita mampu menghargai diri kita sendiri, hal itulah yang menjadi poin yang sangat penting.
Tips belajar dengan memahami jalan kinerja otak.
1. Jam 4 hingga jam 5 Pagi adalah waktu terbaik untuk menghafal
2. Jam 7 hingga jam 9 Pagi saat terbaik untuk meningkatkan semangat
3. Jam 9 hingga jam 11 Siang, waktu terbaik untuk melakukan kreativitas
4. Jam 11 hingga jam 2 Siang, saat terbaik untuk melakukan tugas yang sulit
5. Jam 14:00 hingga jam 15:00 saat terbaik untuk melakukan istirahat
6. Jam 15:00 hingga jam 18:00 saat terbaik untuk melakukan kolaborasi
7. Jam 20:00 hingga jam 4 pagi waktu terbaik untuk Istirahat Malam
IDENTITAS PENULIS
Penulis ini bernama Wardah, mirip sekali dengan nama kosmetik. Gadis Muda kelahiran Tabunganen. Kini di usianya menginjak 20 tahun telah memasuki Semester 6, ia semakin sering mengukir tulisan dari bidang fiksi dan Ilmiah. Selain itu ia juga aktif diberbagai organisasi yang dipandangnya sebagai cara mengaktualisasikan buah piikiran tulisannyanya. Ia selalu bertekat untuk semuda mungkin mencapai kesuksesan. Dia sangat termotivasi pada sosok perempuan hebat, Nazwa Shihab yang menjadi referensi pemikirannya,
Menurutnya melepaskan segala beban dengan menulis, saat itu juga terasa lega, duka akan hilang dan keberanian itu terlahir kembali. “Pulihkan luka dengan menulis bukan meringis”.
Beberapa Akun Sosmed yang dia miliki
Instagram : Wardahcreallynafis
Email : uw01052000@gmail.com
No Whatapp : +6281649065245
[1]Arif Rahman Lubis, The Real Muslimah; SebabTindakan Hari Ini Menentukan Masa Depan kita, Quantum Media: Cianjur Jakarta Selatan, 2016. Hal71.
[2] Anom Whani Wicaksana, Belajar Kepemimpinan dari Plato, (Jawa: Klik Media, 2018) Hal 65.
[3] Jordan E. Ayan, Bengkel Kreativitas, (Bandung: Media Utama, 2002) Halaman 47-48.