Minggu, 09 Februari 2020

Menumbuhkan Kebiasaan Menulis untuk Meningkatkan Produktifitas dalam Berkarya


   Saya disini bukanlah seorang Penulis yang hebat, hanya seorang mahasiswi biasa, yang mendapatkan kesempatan beruntung bertemu dengan teman-teman komunitas positif @penulis.mudaneon untuk bertukar gagasan dan berbagi pengalaman.
Teman-teman dari komunitas ini sangat unik, mereka adalah sekumpulan anak muda dari Jurusan Psikologi Islam yang sadar bahwa mereka memerlukan sebuah komunitas belajar, untuk memudahkan mencari jalan keluar agar mampu mengembangkan potensi diri di bidang literasi.
Saya sedikit memberikan ulasan mengenai motivasi dalam menulis, memulai dengan perkataan yang saya kutip dari Arry Rahmawan, “Orang yang tidak produktif di dunia, mereka hidup tanpa karya, dan hidup tanpa karya sama sekali tidak memberikan perbedaan besar, dengan ada atau tidak adanya kehadiran kita di dunia ini”. Saya menatap mereka dan memberikan sebuah pertanyaan, ”Apakah kalian setuju ?”. Mereka merenungkan dan mengangguk, sebagai sebuah isyarat.
Setelah saya menerangkan beberapa kerangka umum, selanjutnya mencoba kepada pembahasan yang lain, bagaimana menumbuhkan kebiasaan menulis?
Menurut saya, salah satu kuncinya adalah tumbuhkan kebiasaan positif seperti mengerjakan tugas kuliah, dengan segera tanpa menundanya. Setelah mendengar ucapan tersebut, seorang peserta diskusi bernama Burhan menyentuh salah satu pundak temannya bernama Revaldi, sebagai isyarat teguran. “dengerin tuh jangan nunda tugas (diadline terus)”  peserta yang lain tertawa, melihat ulah mereka.
Saya memperlihatkan slide selanjutnya, dari PPT yang saya buat.

Kenapa kita perlu menumbuhkan kebiasaan positif walaupun cuman 1%.? Bagi teman-teman kegiatan literasi seperti (membaca dan menulis), hal tersebut terkadang adalah sesuatu  yang menjenuhkan bukan, terutama jika kita belajar satu malam suntuk  dipaksa karena mau ujian.  Hal inilah yang perlu kita perbaiki. Kegiatan literasi tidak mengharuskan kita belajar terlalu lama, menurut penelitian salah satu prof Jepang, kinerja otak manusia mampu fokus belajar selama 20 menit.
Jika teman-teman istiqomah latihan menulis setiap hari, dalam kurun waktu cuman beberapa menit, hal tersebut memang kecil, namun sangat berpengaruh besar dalam perkembangan Skill atau keterampilan menulis. Karena menulis merupakan sebuah keterampilan yang tidak dapat ditularkan, melainkan harus dikembangkan melalui latihan-latihan.  Begitu besarnya pengaruh dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang kita buat, dikarenakan mampu membuat perubahan besar dalam hidup kita.
Jika suatu kebiasaan dikerjakan sungguh-sungguh selama satu tahun maka kita akan terbiasa.
Jika kita kerjakan selama dua tahun maka kita akan menjadi Ahli
Jika kita kerjakan selama tiga tahun maka kita akan menjadi Pakar
Dan jika kita kerjakan selama lima tahun maka kita akan menjadi Master dibidangnya.

Saya mendapatkan teori dalam memupuk kebiasaan positif ini, dari sebuah buku yang berjudul ‘Teori Atomic Habits’ karya James Clear. Pengaruh kebiasaan akan menjadi kekuatan besar seiring anda mengulang-ulang kebiasaan tersebut, kebiasaan memberikan  perubahan, mirip seperti arah perubahan Pesawat Terbang, anologinya; Ketika sebuah Pesawat terbang diatas ketinggian, Pesawat tersebut bergeser mengubah arah, tak sampai tiga meter diatas awan, setelah kita mendarat, maka kita bisa meleset sejauh ratusan kilometer. Begitul jauhnya dampak yang dihasilkan oleh perputaran arah tersebut, seperti itulah kebiasaan positif yang kita pupuk.
Jadi untuk teman-teman yang ingin jadi Penulis, maka cobalah menulis dari hal-hal kecil terlebih dahulu.
Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan agar menjadi Penulis yang baik, yaitu;
1. Niat dan tekad
2. Mencari Mentor / Pembimbing
3. Ikut Beorganisasi dengan para penggiat literasi
4. Membaca buku untuk menambah referensi.

Mungkin ini adalah sepenggal hasil diskusi, yang dapat saya sajikan dalam bentuk tulisan kepada teman-teman. Sejauh ini saya pribadi, merasa senang dengan kegiatan positif  seperti menulis disela kesibukan kuliah dan organisasi kampus, semoga dapat memotivasi dan membuka hati teman-teman untuk mencoba berkarya.

“Tak penting seberapa sukses atau seberapa gagal anda hari ini. Yang terpenting apakah kebiasaan-kebiasaan anda mengarah pada jalur menuju kesuksesan”.
Mari  kita tanyakan pada diri kita sendiri pada saat ini, kapan kita ingin memulai.











2 komentar: