Sabtu, 06 Maret 2021

Yang Senang Membaca Buku Bukan Berarti Dia Pintar, Dia Tahu Dirinya Bodoh.

 Dahulu waktu SMP / MTS, aku baca buku hanya waktu ulangan, motivasi nya gak lebih ingin masuk ranking 3 besar. Pokonya unsur keterpaksaan demi nilai. Terus kalau nilainya gak bagus aku sering nyalahin diri sendiri, padahal orang tua gak nuntut, malah mama pesannya gini , 

"Terserah rangking berapa, yang penting itu akhlak nya diperbaiki".

 Kelamaan nya gak terlalu ambisius dengan nilai, namun disatu sisi kebiasaan membaca malah mulai tumbuh, waktu itu di Pesantren aku melihat perpustakaan baru, aku suka membaca karena penasaran, aku sering kali merasa gak tau apa-apa, merasa sangat bodoh, merasa sering membuang waktu & energi kepada sesuatu yang tidak penting, merasa hidup kurang bermanfaat. 

Setiap membaca buku, rasanya hidup penulis yang ku baca lebih terarah dan ketika memahami antar baitnya, membuka mata hati melihat dunia dengan berbagai persepsi.


Karena rasa penasaran untuk membaca buku, ditambah tanpa adanya unsur keterpaksaan, membuat minat membaca tumbuh subur menjadi kebiasaan yg sulit ditinggalkan, ketika telah jadi habit membaca menjadi kebutuhan bahkan di sela kesibukan.

Aku benar-benar merasa bodoh hingga sekarang, kita tahu bahwa pengetahuan  bersifat dinamis selalu berkembang dan membuat penemuan baru, jika tidak membaca bagaimana kita tahu.




0 komentar:

Posting Komentar