Kamis, 30 Desember 2021

Usaha Acil Malaikat; Gak Papa Untung Sedikit yang Penting Berkah

Hingga saat ini aku belum tau siapa nama asli Ibu tersebut, aku sering memanggilnya dengan sebutan Acil Malaikat kepada teman-temanku, Acil bisa diartikan dalam bahasa Indonesia tante sedangkan Malaikat kata kias yang kami berikan karena ketulusan hati beliau.

Warung usaha makanan milik beliau setiap hari buka, acil malaikat sendiri yang membeli bahan, memasak hingga menjualnya.
Warung kecil itu berada di seberang kompleks polisi Bina Brata di Jln. A. Yani km 4.5. Buka dari jam 06:00 WITA- Habis sekitar jam 14:00 WITA.

Pada tahun 2021 menjelang 2022 apakah kalian pernah menemukan masakan ayam asam manis, Kentucky, ayam geprek, ayam masak habang seharga 4.000 ditambah Sayur.
Jelas harga tersebut sangat murah, itulah harga setiap menu warung acil malaikat.

Akhir-akhir ini harga bahan masak semakin mahal bahkan minyak tuk masak hampir naik 2x lipat, begitu juga harga ayam, belum lagi harga cabe rawit pernah 9 biji harganya 3.000.

Beberapa kali aku bertanya-tanya banyak hal seperti reporter pada acil malaikat kenapa harganya gak dinaikin aja cil?

Beliau jawab "gak papa aku gak enak kalau naik harganya kesian orang beli, kadang harga segini saja ada yang nawar", katanya merasa bersalah.

Setelahku hitung-hitung berdasarkan kalkulator kepalaku, harga bahan pokok naik ini bisa rugi kalau harganya murah. Mendengar ada yang nawar dengan harga lebih murah aku berpikir.
"Itu orang nawar murah banget padahal harga sudah murah, mau bikin orang rugi sampai tutup usaha", ungkapku dalam hati.

"Gak papa bu harganya naikin aja, orang-orang yang nawar gak pernah ke pasar mungkin, gini bu kalau harganya ibu naikin aku ngajak orang lain beli makan ke warung ibu," bujuk ku sambil tersenyum.

Beliau balas "Nanti awal tahu aku naikin seribu," membalas sambil tersenyum.

Beliau perempuan separuh baya suami beliau telah meninggal beberapa tahun lalu suaminya lah yang membantunya membangun usaha makan selain anak mereka. Kini hampir seluruh anaknya sudah bekerja dan berkeluarga namun acil malaikat tetap bekerja, bagiku beliau sosok menginspirasi, perempuan mandiri, rendah hati. 

Mungkin Acil Malaikat itu tak sekaya wanita karir atau penjabat negara tapi bersedekah dengan warung usahanya, tak semua orang seberani beliau.
Continue reading Usaha Acil Malaikat; Gak Papa Untung Sedikit yang Penting Berkah

Selasa, 07 Desember 2021

Banjir Bulan Januari & Desember 2021.

Awal tahun 2021 kondisi Kalimantan Selatan hampir mendapati Banjir dimana-mana, kami teman-teman mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin berusaha membuka donasi sebanyak mungkin untuk membantu para warga.

Kekuatan gotong royong merupakan budaya Neneng moyang yang selalu kami aplikasikan bukan hanya pada waktu kuliah tapi juga ditengah masyarakat. Desaku salah satu yang tidak terdampak Banjir kala itu awal Januari, tempatnya berada di Kabupaten Barito Kuala, setelah berakhir cuaca buruk itu bisa dilewati, namun pada awal Desember ditahun yang sama keadaan serupa mulai nampak lagi terjadi akibat curah hujan semakin tinggi
Malam pada tanggal 5 Desember 2021 pukul 00:00 ayah menghubungi rumah kami terkena banjir.

Fenomena ini dimana air laut mengalami puncak pasang yang sangat tinggi, sehingga air sungai tidak bisa mengalir sampai ke laut justru harus menampung debit air laut yang menambah pasang air sungai hingga menyentuh daratan. Fenomena alam ini dinamakan La Nina dan bisa bertambah parah saat terjadinya curah hujan yang tinggi.

Sorenya setelah aku datang dari kampus, aku langsung menuju untuk pulang ke kampung halaman sembari membantui bersih-bersih rumah dan semua yang aku bisa.

Sebagai petani kedua orang tuaku menjemur padi dari hasil panen yang terkena air akibat banjir, sudah ku lihat dua hari ini dari pagi mereka sama-sama menjemur padi, membuat tempat agar aman dari banjir dan mengangkat kembali padi yang telah dijemur, bukankah itu melelahkan? tentu jangan ditanyakan.

Pagi sekitar jam 09:00 WITA ayah kembali ke sekolah untuk mengajar dan mama mencuci pakaian yang terkena banjir. Siang harinya kembali memperhatikan padi yang dijemur kebetulan cuaca panas hingga sore hari, semua bisa dijemur pada hari itu juga, sebelum akhirnya di angkat lagi untuk disusun ulang agar terhindar dari Banjir.

Setiap malam tidak dapat di predeksi secara akurat berapa kenaikan debit air dari laut menuju daratan, namun pencegahan tetap dilakukan agar tak terjadi hal yang tak di inginkan, bukankah ini bentuk ikhtiar yang tuhan perintahkan.


Sesuatu yang tak dapat kita rubah seperti cuaca & iklim, yang bisa kita kendalikan buat tenang pikiran kita pikir yang positif terus :D

Continue reading Banjir Bulan Januari & Desember 2021.

Rabu, 24 November 2021

Dosen Pembimbing yang Berbeda Konsultasi hanya 1 Menit.

Aku sering bertanya pada teman-temanku selama mengerjakan skripsi terutama mengenai Dosen Pembimbing apa saja tugasnya mengapa aku mendapatkan hal berbeda dari mahasiswa lain.

Pengertian Dosen Pembimbing yang Berbeda.

Mengutip dari Duniadosen.com Dosen pembimbing akademik yang kemudian disebut dengan istilah Dosen PA merupakan dosen tetap maupun tidak tetap di sebuah perguruan tinggi (baik PTN maupun PTS) yang diangkat berdasarkan Keputusan Rektor dan kemudian diberi tugas untuk membimbing sekelompok mahasiswa dengan tujuan untuk membantu mahasiswa menyelesaikan studinya dengan cepat dan efisien. 

Mari kita garis bawahi kalimat membantu mahasiswa agar cepat dan efektif. Pengertian ini berbeda jauh dengan Dosen Pembimbing I ku.
Beliau tekankan hanya memeriksa biasanya setelah diperiksa, aku revisi selanjutnya beliau marah ketika tulisanku tak sesuai ekspektasi, hingga dalam kurun waktu dua tahun puluhan revisiku perbaiki belum lagi menyatukan pemikiran kedua dosen pembimbing I & 2.

Aku sempat mengajukan pergantian Dosen Pembimbing kepada staf prodi seperti dua sahabatku yang juga sedang sakit kepala dengan tugas akhir mereka sebut saja Fikri dan Aksara namun aku tak senasib seperti mereka, dengan dalih "Beliau itu bangga padamu, kamu orangnya rajin dll". Jadi aku tak di izinkan mengganti dosen pembimbing.

Awalnya kata-kata pujian itu terdengar seperti mantra di kepalaku, benar saja beliau motivator tentu saja bahasa yang disampaikan tertata rapi & penuh hati-hati. Apa keadaan selanjutnya berubah?

Tidak sama sekali, katanya dosen pembimbing I ku ini jadwalnya sangat padat.

Akhirnya aku mencoba menyampaikan apa yang menjadi kendalaku selama ini.
Beberapa seniorku memberikan saran untuk lebih mudah konsultasi secara offline (luring) namun aku belum memberanikan diri, setelah beberapa hari beliau tidak membalas pesan dari What'apps aku pun bermaksud ingin konsultasi secara offline. Aku menunggu dari jam 08:50 WITA kata petugas di Fakultas beliau datang jam 11:00 WITA aku pikir kalau pulang juga akan sia-sia. Aku menunggu beberapa jam, setelah waktu Zuhur beliau datang dan aku mendapatkan izin bertemu namun baru kaki sampai dari balik pintu beliau, bilang.

"Aku lagi sibuk tolong sebentar saja.......", pulanglah aku yang hanya sempat konsultasi selama 1 menit, kemudian beliau duduk di depan meja kerja kembali sembari membalas salamku & aku menutupkan pintu kantornya.


Terakhir kali chat aku tidak dibalas lagi :D 
Kepengen sekali bilang Uang Kuliah Tunggal saya, Bapak & Ibu apakah berminat membayarkannya, saya akan sangat bahagia :'


Semoga pian panjang umur & sehat selalu :
Continue reading Dosen Pembimbing yang Berbeda Konsultasi hanya 1 Menit.

Sabtu, 20 November 2021

Urgensi Menuntut Ilmu di Perguruan Tinggi dan Fenomena Pernikahan Muda di Kalangan Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin.

 
PENDAHULUAN
Ketika seorang perempuan sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi, ada seorang lelaki yang ingin melamarnya, pastilah tumbuh pertanyaan di benaknya nikah dulu atau sarjana dulu, penelitian ini akan memaparkan urgensi menuntut ilmu di Perguruan Tinggi dan Fenomena Pernikahan Muda di Kalangan Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin.

Rumusan Masalah.
1. Apa urgensi menuntut ilmu di Perguruan Tinggi?
2. Apa faktor-faktor menikah muda?
3. Apa saja faktor dan berapa angka perceraian di kota banjarmasin?
4. Bagaimana Pandangan menikah muda menurut santri sekaligus akademisi?
5. Bagaimana Fenomena menikah muda dikalangan mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin?


PEMBAHASAN

A. Urgensi Menuntut Ilmu di Perguruan Tinggi.
1. Menuntut Ilmu Wajib bagi Setiap Mukmin.

Menuntut ilmu merupakan kewajiban perempuan maupun laki-laki, menuntut ilmu tidak hanya sebatas pendidikan formal di sekolah, madrasah dan perguruan tinggi karena ilmu bisa pula didapatkan melalui hadir ke Majelis ilmu dan mengikuti berbagai pelatihan kursus. Ilmu pengetahuan agama dan pengetahuan umum dua hal penting untuk manusia menjalani kehidupan dengan baik. Seorang penuntut ilmu wajib bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, sebagaimana sebuah mahfuzat yang diungkapkan Yahya bin Abi Katsir :
“Ilmu tidak akan diperoleh dengan tubuh yang dimanjakan (santai)”. 
Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya ilmu diperoleh dengan belajar, sikap sabar (penyantun) diperoleh dengan membiasakan diri dengan untuk sabar. Barangsiapa yang berusaha (keras) mencari kebaikan dan barang siapa yang menajaga dirinya dari kejelekan maka akan dilindungi Allah dari kejelekan (kejahatan). 
Agama islam sangat menganjurkan untuk kita semua bersemangat dalam proses belajar menuntut ilmu agama dan pengetahuan-pengetahuan lain, karena menuntut ilmu tidak diperoleh untuk jiwa yang bersantai atau bermalas-malasan. 

2. Pentingnya Pendidikan di Perguruan Tinggi.
Keberadaan Perguruan Tinggi sebagai lembaga pendidikan formal memiliki dua tujuan utama, yaitu membentuk manusia yang cerdas dan baik. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional sebagaimana dijelaskan bahwa “pendidikan nasional berfungsi sebagaimana dijelaskan undang-undang Sisdiknas No. 20 tahun 2003 pasal 3 disebutkan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bemartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang bertujuan untuk mengembangkan kehidupan bangsa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, kreatif, mandiri. Dengan dua tujuan utama ini, perguruan tinggi tempat yang efektif bagi pembentukan individu yang nantinya dapat berinteraksi dengan baik dalam lingkungannya.
Dalam rangka pencapaian tujuan dan fungsi pendidikan tersebut, maka perguruan tinggi menyentuh tigas aspek penting. yaitu:
Kognitif merupakan kemampuan yang menekankan pada kemampuan mengingat dan memproduksi informasi yang dipelajari. 
Efektif adalah kemampuan pada ketahanan emosi, sikap dan apresiasi nilai serta tingkat penerimaan dan memproduksi informasi yang dipelajari.
Psikomotorik menekankan kepada kemampuan melatih untuk pengaplikasian keilmuan setelah kedua aspek sebelumnya dikuasai atau bersedia melakukan nilai-nilai yang dianggap baik dan meninggalkan mana yang baik dan mana yang buruk.
Begitu pentingnya pendidikan diperguruan tinggi dalam memenuhi tiga aspek; kognitif, efektif dan psikomotorik untuk membentuk manusia yang cerdas dan baik. Pengetahuan yang didapatkan merupakan bekal menjalani perjalanan hidup selanjutnya termasuk berumah tangga dan bekerja. Beranjak dari pentingnya pendidikan diperguruan tinggi, bagaimana dengan tingkatan pernikahan muda yang masih sering terjadi di Kalimantan Selatan. 

B. Data Pernikahan Muda dan Faktor Percerain yang Terjadi.

Dalam situasi pandemi ada kecenderungan tingkat ekonomi masyarat turun. Biasanya di kelompok masyarakat bawah mengorbankan pendidikan anak perempuan salah satunya untuk melakukan pernikahan.
Menurut data Badan Pusat Statistik menunjukan Kalimantan Selatan menjadi provinsi dengan angka perempuan menikah sebelum usia 18 tahun tertinggi di Indonesia yaitu 21.2 persen, bisa kita ketahui beberapa faktornya.

C. Faktor-faktor Pernikahan Muda.
1. Ekonomi 
Orang tua yang memiliki banyak anak dan merasa tidak mampu memberikan nafkah maka menikahkan anak mereka pada orang lain yang dianggap lebih mampu.
2. Pendidikan 
Pendidikan yang rendah sangat mempengaruhi pola pikir masyarakat terutama tingkat kematangan kepribadian seseorang, dengan pendidikan mereka akan lebih menyaring dan menerima suatai perubahan yang baik dan merespon lingkungan yang dapat mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang.
3. Faktor adat istiadat 
Pernikahan sering terjadi akibat perjodohan oleh orang tua mereka selain itu adanya kekhawatiran orang tua terhadap anak perempuan mereka, orang tua ingin cepat-cepat menikahkan anak gadisnya karena takut akan menjadi perawan tua.
4. Faktor keinginan diri sendiri
Faktor ini sulit dihindari karena pria dan wanita berpikiran bahwa mereka saling mencintai bahkan tanpa pandang usia, tanpa memandang masalah apa yang nanti akan dihadapi dan apakah mereka mampu memecahkan suatu masalah. Apabila suatu masalah sukar dipecahkan maka pernikahan akan terancam bercerai dengan alasan bahwa pikiran mereka sudah tak seirama lagi.

 Dilihat dari data kasus perceraian Kalimatan Selatan masuk 10 Provinsi dengan penduduk berstatus cerai hidup terbanyak yaitu 84,1 ribu jiwa (2,05%). Mari kita lihat sebagian data penyebab perceraian tahun 2021 Pengadilan Agama Kota Banjarmasin.
Dari 13 penyebab perceraian terjadi, ada tiga faktor utama angka perceraian tinggi khususnya di Kota Banjarmasin dari bulan Januari-Oktober 2021.
No
Penyebab Perceraian
Januari-Oktober 2021.

Pertengkaran Terus Menerus
506 perkara 

Ekonomi
444 Perkara

Meninggalkan salah satu pihak 
112 perkara


Melalui data ini kita mengetahui penyebab terjadinya pernikahan muda karena faktor ekonomi, pendidikan, adat istiadat dan keinginan diri sendiri. Tingginya angka pernikahan muda ternyata juga berdampak pada angka perceraian, tingginya angka perceraian khususnya di Kota Banjaramssin Kalimantan Selatan disebabkan pertengkaran suami istri terus menerus, masalah ekonomi dan meninggalkan salah satu pihak. 

D. Pernikahan dikalangan Mahasiswa
Pernikahan merupakan sebuah perjanjian, oleh karena itu di dalam Qs. An-Nisaa’ {4}:21 Allah swt berfirman yang artinya: “Dan mereka istri-istrimu telah mengambil darimu perjanjian yang kuat”. Pernikahan adalah perjanjian yang kuat, disebut dengan kata-kata “Mitsaqan ghalizhan. 
Penulis melakukan penelitian tentang Pernikahan muda dikalangan mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin dari mahasiswa yang berusia 19-22 tahun, sebelumnya penulis akan memaparkan hukum menikah. 

E. Hukum menikah 
Hukum menikah bisa berbeda sesuai dengan kondisi masing-masing orang, dalam kondisi tertentu hukumnya bisa menjadi wajib, sunah, makruh dan haram.
1. Sunnah 
Apabila dari segi pertumbuhan serta biaya hidup telah ada, maka baginya menjadi sunah dalam melakukan perkawinan.
2. Wajib 
Apabila dari segi biaya hidup telah mencukupi dan dari segi pertumbuhan jasmaninya sudah sangat mendesak untuk kawin, menurut Al-Qurtubi: ”bagi orang mampu kawin, sedangkan dirinya khawatir terjerumus kedalam dosa mengakibatkan agamanya tak terpelihara akibat dan perkara ini hanya bisa disembuhkan dengan perkawinan maka wajib untuknya.
3. Makruh
Seseorang yang dipandang telah wajar karena pertumbuhan fisiknya walaupun belum mendesak dirinya belum ada biaya untuk hidup sehingga kalau dia kawin akan membawa kesengsaran bagi istri dan anak-anaknya.
4. Haram 
Apabila seseorang laki-laki hendak mengawini seorang wanita dengan maksud menganiayanya maka hukumnya haram.


F. Pandangan Menikah Muda Menurut Santri sekaligus Akademisi.
1. Riza Saputra, MA
Beliau merupakan lulusan dari Pesantrean Darul Hijrah yang sekarang berprofesi sebagai Dosen di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin. “Menurut saya pernikahan merupakan sebuah harapan yang baik karena menajuhi dari perzinahan akan tetapi pasca pernikahan temtu saja banyak hal yang perlu dipersiapkan, syarat pertama harus siap dengan segala kekurangan pasangan kita, kedua perlu komunikasi yang baik dan salah satu harus mengalah ketika emosi, ketiga mengingat kembali bahwa perceraian adalah sesuatu yang dibenci. Menikah gak seperti yang kita bayangkan kayak pacaran, karena banyak aspek dalam rumah tangga yang tidak ditemui pada intinya kematangan dalam berpikir dan menahan emosi karena remaja kebanyakan labil, di dalam agama Islam memang tidak ada batasan umur hanya saja peran orang tua sangat penting dalam hal ini, khususnya pendidikan tentang membina rumah tangga dan keluarga, apa saja yang perlu dipersiapkan kemudian dari Pemerintah bukan hanya batasan usia akan tetapi juga sosialisasi terkait pernikahan itu sendiri dan hal krusial dalam menjalani rumah tangga. Hak paling memicu pernikahan muda seperti fenomena hijrah dan pernikahan usia muda sangatlah dianjurkan dalam konteks hijrah, jadi bukan hanya aspek regulasi dan peran orang tua, tapi juga kajian terhadap ranah sosial untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap pernikahan muda.

G. Hasil Wawancara dengan Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin yang Memutuskan Menikah Muda.

Fikri Mahasiswa Jurusan PAI UIN Antasari Banjarmasin Angkatan 2017.
Kami memutuskan menikah muda lebih kepada menjaga aku sendiri menikah di usia 22 tahun, karena kalau sudah menikah insya allah dilindungi dari batasan-batasan, terus ingin belajar berumah tangga, terakhir hendak mengamalkan ilmu yang telah didapat. Alasan melangsungkan menikah walalupun masih kuliah dari diri sendiri. Selama menikah faktanya menikah tak semudah apa yang orang katakan, dukanya seperti apabila istri tidak bersyukur susah yang nyaman itu kalau istri apa adanya.  

Inisil S Mahasiwa Jurusan Psikologi Islam UIN Antasari Banjarmasin Angkatan2017.
Aku menikah di usia 20 tahun waktu itu masih mahasiswa semester 3 atau 4, aku gagal menikah kami bercerai. Menurutku kenapa percerain terjadi karena apabila kita jatuh hati tanpa memikirkan logika berpikir seperti berkata “gak papa nanti bisa berubah”, padahal sifat-sifat dia tak sejalan dengan kita akibatnya pertengkaran kerap terjadi pokonya apalagi pada calon pasangan kita tuhan tampakan sifat yang tak sejalan dengan kita renungkan jangan langsung mengambil langkah yang jauh seperti menikah. Sekarang bagiku lebih baik berkarir aja dulu lebih sering-sering aja cari pengalaman dari pada berdua kalau jadi petaka lebih baik sendiri aja. Dulu aku menikah karena memang lagi bucin (sangat jatuh cinta diluar kendali) pandanganku tidak terlalu luas masih sempit. Ternyata pernikahan tidak seindah yang orang tampilkan di media sosial. Mengenai pernikahan muda yang terjadi di desa seperti segera menikahkan anak gadisnya takut perawan tua menurutku orang desa pasti begitu simpulannya bener-bener gak bisa dibantah sih ini kalau aku bilang udah satu pemikiran kalau semua orang kampung, kecuali mereka dari latar belakang lebih berpendidikan pasti lebih terbuka pemikirannya.
 Hidup bukan tentang cinta menurutku cinta itu sebuah keegoisan kenapa? Karena menikah lalu memiliki anak jika tanpa persiapan matang dari orang tua baik psikis dan finansial yang kena dampak adalah anak. Betapa menderitannya nanti anak tanpa songkongan yang kuat dari orang tua yang berdalih “apa adanya” tanggug jawab itu benar-benar besar. Lebih baik menikah karena yakin mampu secara agama dan finansial dan royal tidak pelit, karena itulah pentingnya akal Allah karuniakan untuk mempertimbangkan memilih calon bukan cuman cinta saja.

Citra Mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah UIN Antasari Banjarmasin angkatan 2017.
Alasan kami menikah walaupun sambil kuliah karena sudah mantap, aku menikah usia 19 tahun di dukung orang tua yang sama-sama mengerti dan memahami serta mendukung secara finansial, dari orang tua tetap mau kami kuliah sampai sama-sama lulus karena itu tanggung jawab yang diambil sebelum menikah. Waktu berencana menikah memang gak mulus ada krikil yang sempat dialami keluarga dia dan keluargaku, karena memang kami terbilang sangat muda, bahkan baru masuk kuliah, tapi alhamdulillah orang tua mengerti karena kata mamaku tugasnya sebagai orang tua hanya membesarkan, mendidik dan mengarahkan apalagi anak perempuan yang memang kelak akan diboyong oleh suaminya entah kemana. Dari situ aku diberikan bayang-bayang mengenai pernikahan, baik-buruknya seperti saat terjadi konflik harus seperti apa jadi sebelum menikah aku sudah paham dulu situasi dan kondisi yang nanti dialamin gimana, setelahnya aku harus tanggung jawab dengan keputusanku untuk menikah dan meyakini pilihan yang ku ambil. Suka dukanya nikah muda aku suka menjadi diriku pribadi di depan pasanganku yang mana sisi itu gak bisa aku tunjukkan untuk semua orang, terus kita sama-sama belajar dalam berbagai hal lebih awal, kayak gimana sih biar ngomong kita bisa lebih nyambung, gimana caranya nyelesaikan konflik kalau lagi marahan, gimana nenangin emosi pasangan dan lain hal, terus hal lain yang sangat berkesan kita beneran berproses banget dalam mengembangkan pundi-pundi keuangan yang akhirnya mengantarkan kami yang dari awal pernah gengsi sampai pada akhirnya happy, segala hal bisa kami lakuin ya seperti coba jualan snack, ngajar, jadi petani karet, jadi asisten baker, jaga toko, jualan pentol, sampai ngojek dan kami happy, dukanya pasti finansial 
dituntut gimana caranya biar sampe sekian hari ini duit, karena kan dijatah dan memang harus bisa manajemen duitnya, terus fokus kebagi karena mengurusin rumah tangga, hingga sekarang untuk UKT (Uang Kuliah Tunggal) dibersamai orang tua suamiku kalau aku sendiri insya allah sudah mampu, untuk rumah yang kami tinggali kontrakan orang tuaku, diluar dari itu alhamdulillah udah nanggung sendiri semua. 
 Dari hasil wawancara yang dilakukan pernikahan yang terjadi dari keinginan hati sendiri, beberapa hal yang berbeda seperti konsep menerima apa adanya kepada pasangan setelah menikah untuk mereka yang telah membekali diri dengan banyak persiapan, seperti ilmu pra nikah yang di dapatkan melalui keluarga sangat berpengaruh besar dalam memecahkan masalah rumah tangga mereka. Kondisi yang menjadi masalah dalam setiap pasangan muda ini ialah kondisi finansial, sehingga sebagian dari mereka masih dibiayai oleh keluarga. Salah satu penyebab terjadinya perceraian pada salah satu narasumber yang peneliti wawancarai kurangnya mempertimbangkan saat memilih pasangan karena dominan memikirkan cinta saja tanpa mempertimbangkan dengan akal pikiran, sehingga perlu di ingat disaat memilih pasangan bukan hanya dari segi agama namun juga kondisi finansial dan karakternya, karena setelah berumah tangga sifat-sifat serta kebiasaan pasangan akan menjadi bagian dari warna-warni pernikahan. 


KESIMPULAN
Urgensi Menuntut Ilmu di Perguruan Tinggi, bagi muslim menuntut ilmu wajib dan sangat penting, Menuntut ilmu di Pergutuan tinggi dalam rangka pencapaian tujuan dan fungsi pendidikan yang menyentuh tiga aspek penting. yaitu: Kognitif merupakan kemampuan yang menekankan pada kemampuan mengingat dan memproduksi informasi yang dipelajari. Efektif adalah kemampuan pada ketahanan emosi, sikap dan apresiasi nilai serta tingkat penerimaan dan memproduksi informasi yang dipelajari, terakhir Psikomotorik menekankan kepada kemampuan melatih untuk pengaplikasian keilmuan setelah kedua aspek sebelumnya dikuasai atau bersedia melakukan nilai-nilai yang dianggap baik dan meninggalkan mana yang baik dan mana yang buruk. Begitu pentingnya pendidikan diperguruan tinggi dalam memenuhi tiga aspek; kognitif, efektif dan psikomotorik untuk membentuk manusia yang cerdas dan baik.
Melalui beberapa data peneliti mengetahui penyebab terjadinya pernikahan muda karena faktor ekonomi, pendidikan, adat istiadat dan keinginan diri sendiri. Tingginya angka pernikahan muda ternyata juga berdampak pada angka perceraian, tingginya angka perceraian khususnya di Kota Banjaramssin Kalimantan Selatan disebabkan pertengkaran suami istri terus menerus, masalah ekonomi dan meninggalkan salah satu pihak.

Dari hasil wawancara yang dilakukan pernikahan yang terjadi dari keinginan hati sendiri, beberapa hal yang berbeda seperti konsep menerima apa adanya kepada pasangan setelah menikah untuk mereka yang telah membekali diri dengan banyak persiapan, seperti ilmu pra nikah yang di dapatkan melalui keluarga sangat berpengaruh besar dalam memecahkan masalah rumah tangga mereka. Kondisi yang menjadi masalah dalam setiap pasangan muda ini ialah kondisi finansial, sehingga sebagian dari mereka masih dibiayai oleh keluarga. Salah satu penyebab terjadinya perceraian pada salah satu narasumber yang peneliti wawancarai kurangnya mempertimbangkan saat memilih pasangan
Menurut Pak Riza Saputra, MA menikah gak seperti yang kita bayangkan kayak pacaran, karena banyak aspek dalam rumah tangga yang tidak ditemui pada intinya kematangan dalam berpikir dan menahan emosi karena remaja kebanyakan labil, di dalam agama Islam memang tidak ada batasan umur hanya saja peran orang tua sangat penting dalam hal ini, khususnya pendidikan tentang membina rumah tangga dan keluarga, apa saja yang perlu dipersiapkan kemudian dari Pemerintah bukan hanya batasan usia akan tetapi juga sosialisasi terkait pernikahan itu sendiri dan hal krusial dalam menjalani rumah tangga. Hak paling memicu pernikahan muda seperti fenomena hijrah dan pernikahan usia muda sangatlah dianjurkan dalam konteks hijrah, jadi bukan hanya aspek regulasi dan peran orang tua, tapi juga kajian terhadap ranah sosial untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap pernikahan muda itu sendiri.























Daftar Pustaka 

Yazid bin Abdul Qadir Jawas, “Penuntut Ilmu Jalan Menuju Surga” Bogor: Pustaka at-taqwa, 2016.
Mujiburahaman, Urgensi Perguruan Tinggi dalam Pembentukan Karakter Bangsa, Jurnal Mudarrisuna; Universitas Iskam Negeri Ar-Raniy Banda Aceh, vol 6 1, Juni 2016.
Lailifatul Muntamah, ana, Dian Latifiani dan Ridwan Arifin, “Pernikahan Dini di Indonesia: Faktor dan Peran Pemerintah (Perspektif Penegakan dan Perlindungan Hukum Bagi Anak)”Jurnal Universitas Widyagama Malang, Vol 2 Nomor 1/ Juni 2019.







Continue reading Urgensi Menuntut Ilmu di Perguruan Tinggi dan Fenomena Pernikahan Muda di Kalangan Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin.

Senin, 08 November 2021

Sharing Kegiatan Akhir Tahun 2021


Pagi sebelum ikut dengan Ka Sistia dalam acara pelatihan Public Speaking bagi Tenaga Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.

Aku Berangkat dari Jam 08:14 Wita menuju Ruko, Ruko yang kini disulap menjadi Kantor berlantai dua. Acara kali ini tidak di kantor melainkan dari dinas kesehatan mewadahi di Hotel Roditha Banjarmasin.


Seluruh peserta sekitar 70 orang telah memenuhi ruangan, kami sampai ditempat sekitar jam 09:45 Wita, agak sedikit mengaret akibat kunci mobil yang tak kunjung ketemu ungkap ka Sistia.

Setelah keluar dari Mobil kami siap meluncur ke tempat naik menuju lift. Ruangan pelatihan ini sangat dingin terutama karena aku berdiri dibelakang AC, namun ada lagi yang lebih dingin dua peserta pria yang memasang wajah menyilaukan ada disamping ku. Para peserta di ruangan ini semuanya tenaga kesehatan dari dokter, perawat dll, tak terkecuali dua pria tersebut.
Tubuhku yang kecil seperti ingin mengecil berada di tengah mereka. 

Aku menatap laptop berlogo Apple warna merah, sambil memperhatikan tiap slide ppt yang ku kemudikan.

Dari pada salah tingkah lebih baik aku duduk diam mematung walaupun hampir membeku. Acara selesai syukurnya hingga akhir acara aku tak jadi batu es, aku senang bisa bertemu dengan Ibu-ibu dari Dinas Kesehatan, sepertinya aku makin ketagihan, ketagihan menulis blog dan melakukan kegiatan bermanfaat.


Terimakasih telah membaca blog ku aku tau kalian rindu, tapi kalian gak mau ngaku karena bukan Dilan.






#penaku #yokinashenmi #keseharian #2021
Continue reading Sharing Kegiatan Akhir Tahun 2021

Minggu, 01 Agustus 2021

Surat Terbuka untuk Lembaga Pers Kampus & Aktivis Fakultas Ushuluddin dan Humaniora.

       

           Dari masa PSBB hingga masa PPKM level 4 terbaru, yang telah diterapkan di Banjarmasin baru kali ini penulis melihat berita dari lembaga pers Kampus mengangkat pelaporan atas pelaksanaan kegiatan mahasiswa, pasalnya jika ditelusuri secara menyeluruh pelanggaran terjadi pada salah satu UKM dari Fakultas Ushuluddin & Humaniora, padahal beberapa organisasi juga ada melakukan hal serupa dengan variasi sesuai kebutuhan organisasi mereka.

     Ini bukan pertama kalinya terjadi, namum UKM ini menjadi topik hangat diangkat pada layar dinding berita lembaga pers Kampus secara perdana tentang pelaporan pemberlakuan pembatasan kegiatan.

         
   Mengapa terjadi demikian, penulis pun mencoba mengajak kawan-kawan untuk  melakukan muhasabah dengan menggunakan berbagai perspektif.

  Sebagai seorang aktivis kampus, yang melakukan berbagai kegiatan untuk mendorong mahasiswa aktif belajar memahami manajemen, bersosialisasi, mengatasi konflik & membangun jiwa kepemimpinan, pada masa awal pandemi semua kegiatan Aktivis mahasiswa pada tahun 2020 bukan hanya di Fakultas tertentu namun seluruhnya diwajibkan melakukan kegiatan bertransformasi secara online, beberapa organisasi berburu mempelajari berbagai kemudahan tatap muka diruang virtual, dari membuat konten dengan video hingga melakukan eksperimen dengan puluhan aplikasi agar organisasi mereka tak menjenuhkan tetap aktif melakukan kegiatan produktif.


      Beberapa saat kemudian awalnya tak ada satupun organisasi yang berani melakukan kegiatan secara luring atau offline,  hingga dari salah satu badan eksekutif kampus mengekspos kegiatan offline kegiatan ini bukan orientasi seperti berita UKM yang baru di publikasikan namun memperlihatkan kegiatan liburan dengan puluhan mahasiswa menggunakan baju PDH (baju formal organisasi mahasiswa)  di salah satu tempat wisata.


  Kegiatan tersebut menjadi polemik  dikalangan aktivis kampus khususnya para Ketua Umum, akhirnya kecemburuan sosial tersebut memicu organisasi lain untuk meniru, saat itu lembaga pers kampus tidak melakukan peliputan tak ada UKM maupun lembaga eksekutif kampus yang diangkat di layar berita tidak ada berita pelanggaran tentang kegiatan perkumpulan luring yang mereka lakukan.
    
      Sebagai seorang aktivis kampus menaati  peraturan Kampus dan pemerintah sebuah keharusan namun ada beberapa hal yang tak kalah penting lainnya, umumnya para mahasiswa yang aktif di UKM adalah para junior (ading tingkat) mereka memerlukan sosok uswah dari segi pemikiran dan kepemimpinan oleh para senior (kaka tingkat) sehingga mereka memahami apa yang seharusnya keputusan mendesak yang mereka ambil, apa peran yang bisa mereka ikut lakukan dengan konsep ATM, amati tiru dan modifikasi dari lembaga eksekutif maupun organisasi kemahasiswaan, mungkin selebihnya hal yang pantas untuk kita renungkan agar memperkuat bangunan para aktivis kampus Fakultas Ushuluddin dan Humaniora dalam memahami koordinasi, memperkuat silaturahmi, membuka ruang aspirasi para aktivis untuk meminimalisir miss komunikasi bersama petinggi pengurus.



Kejadian ini bukannya ajang saling menyalahkan namun sebagai bahan memperbaiki kekeliruan
Karena mahasiswa adalah para pelajar yang tak berhenti belajar.








Referensi: 

Resmi, PPKM Level 4 Akan Diterapkan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina Mulai 26 Juli 2021





Ditulis : Tidak menggunakan nama samaran karena blog ini dimiliki pribadi oleh penulis bernama Wardah, saran & kritik silahkan disampaikan di kolom komentar.













Continue reading Surat Terbuka untuk Lembaga Pers Kampus & Aktivis Fakultas Ushuluddin dan Humaniora.

Selasa, 06 Juli 2021

Kisah Mawar Kuliah di Jurusan Tuhan di Kampus UDIN Universitas Dilematika Indie Nam.

         Perjalan Mawar berjalan mulus seperti Mahasiswa normal pada umumnya, namanya Mawar dia sering melempar tawa ceria hingga ide gila diluar nalar kepala ketika ikut nimrung bersama teman organisasinya, dia melaksankan kewajiban tugasnya sebagaimana layaknya Mahasiswa, tak pernah absen bolos karena pacaran, keluyuran atau malas karena kejenuhan dibangku perkuliahan. Sampai ketika dirinya menduduki semester akhir, atmosfer suasa seketika berubah apa yang dikatakan para seniornya, satu persatu menjadi pesan nyata. 

     Mawar kuliah di Jurusan Tuhan, Teknologi dan Hukum Alam di Kampus UDIN (Universitas Dilematikan Indie Nam).
Dia tak sempat mengira bahwa tugas akhir berbanding terbalik dengan teori penelitian ajaran pada semester sebelumnya, dengan Dosen Pembimbing yang berbeda semuanya dikatakan harus benar, terutama ketika mendapatkan Dosen Pembimbing yang ingin di Mahabenarkan, Mahasiswalah kena asapnya. Alih-alih jabatannya lebih tinggi dari Dosen Prodi, mati kutulah kita jadi Mahasiswa, sebelum jadi abu, teguh pendirian dan keberanian menyampaikan kebenaran bagi Mawar syarat mutlak yang tak boleh dilanggar, apapun gelarnya kita semua sama Manusia biasa yang tak luput dari salah. Jika ingin di dengar berkatalah tapi tak perlu arogansi, dengan berucap kalimat kasar, apalagi kalimat yang tak pantas didengarkan oleh perasaan, namun kalimat sarkas sering ditemukannya pada setiap hasil revisian bimbingan dengan Pak Saikoji, lebih tepatnya bukan dibimbing tapi dituntut kesempurnaan dengan metode keterpaksaan. 

   Definisi Dosen pembimbing tak sama seperti Mahasiswa lain yang dia rasakan Beberapa rekam jejak Mahasiswa bimbingan Pak Saikoji yang Mawar dapatkan banyak diantaranya memilih jalur berputus asa, putus asa adalah altenatif untuk mereka yang telah menemukan jalan ninja untuk menunda perasaan kecewa. Ini bukan solusi benar-benar bukan, ketika dia mendengar kumpulan cerita dari teman akrabnya. 

Kristina:“Tapi jadi sukses kalau dibimbingnya sampai selesai”. 
Mawar : “Bukankah definisi sukses setiap orang berbeda, sukses bukan berati semuanya punya jabatan tapi bagaimana jadi orang berguna di masyarakat bukan hanya berkutat di lembaran kertas apalagi berlumuran pada permasalahan teknisi”.
Kristina : “Iya benar juga, yang terpenting aku tak berada diposisi seperti kamu, tanyakan saja pada rumput yang bergoyang aku mana sanggup. Bukannya Angga juga satu bimbingan sama kamu Mawar”. Tanya Kristina. 
Mawar : “iya sama dia juga belum lulus dibawah satu tahun dari kita, benar-benar banyak yang gagal lulus tepat waktu. Kalau dilihat jalur koordinasi, tugas yang berfungsi mediasi atas permalahan mahasiswa seperti ini adalah Prodi atau Jurusan". Jawab Mawar.
Kristina: “Cuslah selesaikan, besok perkara ini, kamu emang mau menyembah kertas Skrispi karena urusannya seperti badai tak kunjung selesai, kalau boleh tau apa kata terakhir pesan pembimbingmu”
Mawar : “Seperti ini, kamu terlalu sering membuat kesalahan typo, teknisi penulisan bermasalah dan ini sangat menjengkelkan, kalau seperti ini terus, ganti Dosen Pembimbing sana”. Ini pesan pertama sudah dapat kartu kuning, selanjutnya yang kedua juga dibilang begitu dan dikatakan tulisanku ngeyel dan berkhayal. Habisalah sudah kalau main Bola udah dapat kartu merah dan harus keluar lapangan ini”. 
Kristina: “Kalimat yang bagus ganti Dosen Pembimbing saja.”
Mawar : “Kalimat yang di idamkan tapi gak bisa jamin jalannya mulusnya, lihat keesokan hari saja”.



   Mawar sudah tak dapat menghitung berapa banyak kesalahan ditambah setelah direvisi tidak menemukan progres memadai seperti tak ada perubahan, hingga Mawar berada diposisi terendah, tulisannya dihina kadang kala dianggap menjengkelkan, membosankan, menjenuhkan, tidak layak, tak pantas mendapatkan nilai bahkan nilai B sekalipun, entah berapa banyak kata sarkas yang dilontarkan, minim resolusi diberikan, sering terbesit dipikiran begitukah cara seorang akademisi memotivasi Mahasiswa bimbingan skripsinya, mengapa metode demikian tak pernah Mawar dapati pada Mahasiswa bimbingan Dosen lain. Mawar tak punya ambisi tulisannya diterbitkan di Jurnal Nasional, Internasional bahkan setingkat Jurnal Lokalpun. 

   Ambisinya sama seperti Mahasiswa normal kebanyakan, lulus untuk menuntaskan Kuliah, membanggakan orang tua dan menjadi orang berguna di masyarakat. Selama satu tahun, Mawar tak pernah mendapatkan motivasi yang mendorongnya mengerjakan tugas akhir selain kalimat sarkas, yang dilihatnya pada layar kolom chat. Kalimat sarkas itu seperti berisikan bawang, siapapun yang membacanya akan memedihkan mata. 
Jam terus berdetak waktu terus berlalu mengikis bukan hanya waktu tapi juga psikis, setelah dia dapati kabar dari Prodi, Mawar dimarahi habis-habisan, dirinya sangat menelan kecewa, Jurusan Tuhan (Teknologi dan Hukum Alam) yang dibanggakan dan perjuangkan malah menjatuhkan mental Mahasiswa secara gamplang, padahal Ibu Sarah Ketua Prodi dari latar belakang pendidikan Jurusan Psikologi, sudah mendalami hingga belasan tahun prihal kejiwaan manusia, namun malah menjatuhkan mental mahasiswanya sendiri. Mahasiswa memang masih pelajar suatu kewajaran jika belum benar, namun apakah salah jika mereka mengkisahkan kisah yang benar dialami malah diserang seolah tak ingin di dengar.

  Mawar berani mengatakan hal yang sebenarnya dirinya ratapi, bukan minta kasihani tapi ingin membuka mata kesadaran bahwa Mahasiswa tingkat akhir sekarang tidak baik-baik saja, selain mereka berada pada titik krisis karena serba keterbatasan konsultasi, ditambah orang tua bekerja dimasa pandemi yang sedang menuju proses pemulihan ekonomi, keadaan ini benar-benar ingin menyusahkan Mahasiswa yang sudah bersusah payah.

 Kali itu kesekian kalinya Mawar memperbaiki tulisannya, teknisi kepenulisan terdahulu, salah satu kesalahan subtansi yang harus diperbaiki. Hari itu dia bersama kawannya akan berkunjung ke Perpustakaan Kampus, sebab disana memiliki banyak referensi tepatnya di lantai dua. Ratusan Skripsi berjejer sebagai referensi. Biasanya di lantai dua dihuni oleh puluhan Mahasiswa tingkat akhir yang ingin melahap habis karya para Alumni agar bisa mengikuti rekam jejak mereka, konon katanya skripsi yang berada di Rak Perpustakaan Universitas merupakan kumpulan skripsi Mahasiswa berkualitas.  

  Diantara ratusan skrispi beberapa diantaranya tulisan para Dosen, sewaktu menjadi Mahasiswa di Kampus UDIN. Mawar menggenggam satu karya tulis Dosen Muda bernama Pak Ali, pada lembarannya bertanda tangan Mahasiswa bimbingan Pak Saikoji, sebagai Dosen Muda memiliki banyak prestasi dalam bidang akademisi, rupanya Mawar tak salah pilih, skripsi ini pantas dijadikam petunjuk untuk referensi tulisannya, Mawar pergi dan berpamitan dengan temannya, setelah dirinya mengambil beberapa jepretan pada bagian penting dari skripsi tersebut. Sesampainya dirumah dia perbaiki, dari koreksi dia sampaikan beberapa bagian diantara kesalahan tulisanya tidak ada tertera dalam petunjuk buku pedoman Fakultas.

    Mawar rasanya terombang-ambing siapa yang bisa dijadikan petunjuk setelah beberapa hari mendapatkan balasan, bahwa acuan penulisan teknisi menyerupai skripsi seperti Pak Ali yang ia ikuti tersebut, belum benar. Kalau belum benar, mengapa Pak Ali sewaktu Mahasiswa dapat diluluskan dan mendapatkan tanda tangan Pak Saikoji sewaktu menjadi pembimbingnya. 

 Jika referensi dari Mahasiswa bimbingannya saja yang sekarang menjadi Dosen Muda disalahkan, lalu pedoman acuan di Fakultas juga tidak digunakan, lalu yang mana pembenaran yang Pak Saikoji impikan. Jika acuan baku tidak ada, artinya tidak mengikuti aturan tata tertib Fakultas seharusnya bisa disepakati kedua belah pihak, namun kenapa Mawar disalahkan. Pak saikoji meminta Mawar membaca buku pedoman skripsi lagi, sudah bolak balik dirinya perhatikan, memang belum ada tertera di buku pedoman tentang penulisan penelitian terdahulu, bahkan Mawar meminjam kedua mata teman-temannya untuk ikut serta membantunya.

   Makin runyam seperti sayur asam tanpa garam, rasanya hambar dalam kebingungan selama satu tahun setelah menyelesaikan seminar proposal, mengerjakan pengabdian masyarakat Mawar belum mendapatkan progres, berbagai cara konsultasi yang variatif, Ibu Sarah memfasilitasi untuk mencetak skripsi, maka bentuk cetaklah yang akan di periksa Pak Saikoji. Selama dua minggu Mawar menunggu akhirnya mendapatkan balasan, pada bab I, bukan koreksi pengembalian dalam bentuk cetak tapi balasan dalam bentuk word, sama saja seperti konsultasi jarak jauh rupanya. Mawar sedih, tapi bagaimanapun Mahasiswa akan selalu disalahkan jadi percuma saja mengeluh.
Bukan hanya jalan yang buntu, begitu juga isi kepala, Mawar kembali lagi dipanggil tapi bukan tatap virtual, melainkan tatap muka untuk menemui Ibu Latifah ke Jurusan. Dirinya ditanya apa permasalahn Mawar, Mawar bercerita apa adanya tanpa mengada-ngada, Ibu Latifah seperti Dosen Konseling, dirinya berusaha memecahkan masalah, tapi tak semudah kawan-kawan seperti sim salabim, cukup lama menguras pikiran dan tenaga, permasalahan ini akan menumpuk menjadi pekerjaan barunya. Pak saikoji memasuki ruangan menyebutkan kebenaran menurut persepsinya, kesalahan fatal kepenulisan skripsi Mawar, memberikan gambaran serta bandingan etos belajar Mahasiswa luar Provinsi dan luar negeri, jauh sekali harapan Pak Saikoji, Mawar tak bisa menangkap imajinasi tersebut karena dia benar-benar berada di fase kehambaran, dia maju dan berani bicara karena ingat orang tua, ingin menyelesaikan perkara bahwa mentalnya benar-benar tak sanggup lagi dibimbing, memang Pak Saikoji bukan dari latar belakang psikologi atau komunikasi, kritis yang sarkas adalah bahasa adalan komunikasinya, siapaun mahasiswanya siap-siap perkataanya menusuk sukma.

  Bukankah mengganti pembimbing jalan keluar altenatif, mengapa Ibu Latifah merasa keberatan, padahal beberapa hari lalu Fiki Naki, dengan sekejap mendapatkan ganti pembimbing oleh Ibu Sarah, tanpa panjang betul prosedurnya seperti Mawar, yang harus ekstra konseling dahulu dengan Ibu Latifah, mungkinkah karena rasa hormatnya pada Pak Saikoji yang memiliki jabatan tinggi dan Mahasiswa seperti Mawar hanya bagian dari orang yang akan terlupakan. Maha benar atas segala kekuasaan, begitu rupanya yang membuat seseorang akan selalu mengiyakan sekalipun perkataan itu memiliki kesalahan. Mawar disalahkan jika menjadikan skripsi Pak Ali sebagai referensi atau panutan, karena skrpisi hanya pajangan.

   Ibu latifah mengiyakan bahwa kekayaan intelektual Mahasiswa berupa Skripsi hanyalah pajangan semata, lalu bagaimana dengan tradisi Mahasiswa dan pelayanan dari Perpustakaan Universitas yang memang memfungsikannya Skripsi sebagai acuan referensi Mahasiswa Jurusan, supaya tidak buta dan gelagapan, hanya karena Pak Saikoji yang mengucapkan, Ibu Latifah ikut mengangguk dan mengiyakan. Miris mendengar, Kristina yang mendengarkan disamping Mawar, ikut menelan kecewanya. “Lalu untuk apa Mahasiswa mengerjakan Skrpisi jika hanya jadi pajangan” gumam Kristina dalam hati.

  Alangkah bijaknya jika pengajar di Perguruan Tinggi yang mengidamkan Karya Tulis sempurna sembari mengevaluasi teknik terbaik dari metode bimbingannya. Jika dominan yang terdapat masih menunjukan Mahasiswa lebih banyak tak mengerti, barangkali ini suatu kemunduran belum efektifnya cara pengajaran, bukan malah menghina-hina tulisan Mahasiswa, karena Mahasiswa bukan robot yang memiliki kecerdasan buatan setelah disuntikan program, selain punya otak mereka juga punya mental, baik dan buruknya akan berefek jera dimasa mendatang, mulianya seorang pengajar untuk mencerdaskan Mahasiswanya bukan meneror menuntut sempurna hingga Mahasiswa menelan kecewa.





 














Continue reading Kisah Mawar Kuliah di Jurusan Tuhan di Kampus UDIN Universitas Dilematika Indie Nam.

Senin, 28 Juni 2021

Do’amu Terlalu Kuat hingga Tuhan Melindungiku tanpa Ada Maksud Melabuhkan Perasaan Pada Jiwa yang Lain.



Surat untuk masa depan
Aku akan sedikit menuliskan pesanku kepada dirimu kelak yang bergandengan tangan tanpa mendapat catatan dosa dari Tuhan, sebagaimana keinginanmu untuk satu kali dalam seumur hidup bersama dua insan. Kita harus menurunkan ego masing-masing agar satu kepala dan tak saling mengklaim paling benar atau saling melempar kesalahan.
Begini mungkin sikapmu yang membuatku tak berhenti jatuh cinta 
Kita akan membacakan lembaran harapan dan komitmen  saling mentanda tangani janji setulus hati.
Dirimu begitu dingin pada perempuan lain dan akhlakmu begitu ramah, kamu ringan tangan menolong orang lain, kamu rajin bersedekah agar menghindari sifat serakah. Bagaimana aku bisa menolak laki-laki yang memiliki prinsip dan akhlak serupa ayahku. Karena berkat didikan ayah, ku berhasil menjadi anak bahagia, tertawa ria bahkan cinta ayah selalu memupuk didadaku mengalir, tenang karena didikannya dirinya yang tak pernah marah.
Di badanku mengalir darahnya, dijiwaku mengalir akhlaknya, ayahlah panutanku, begitu juga anak ku nanti dia tak bisa memikirkan memiliki ayah seperti apa, akulah yang berhak mempersiapkan yang terbaik untuknya. 
Saat ini dirimu mempersiapkan diri banyak hal demikian pula yang ku lakukan, tuhan membuat dinding sehingga caraku bercengkram denganmu melalui suara yang akan di dengarkan melalui tulisan ini yang akan melangit juga akan diamini oleh puluhan malaikat. Bukan sekarang waktunya benar-benar bukan, bukan hanya aku yang akan kamu pikirkan namun tentang persiapan rumah yang setiap kamarnya memiliki ruangan berbeda fungsi dari tempat beribadah, perpustakaan kecil untuk membaca buku, setiap sudutnya kita akan meletakan foto semasa muda kita untuk memotivasi anak-anak kita kelak, memahami makna kehidupan dan kebermanfaatan. Jika kamu ingin aku bisa memasak, tenang sebelum kau meminta aku akan lebih rajin belajar demikian. Setiap kamar yang berbeda fungsi, aku akan memiliki satu kamar untuk bekerja dari rumah aku akan merawat anak-anakku, aku tak ingin berpisah dari mereka, didikan ibu begitu penting untuk masa keemasan mereka. Maka semuda mungkin aku harus bisa menabung pengetahuan dan keuangan agar anakku nanti bisa memecahkan celengannya.

Untuk dirimu lebih giat lagi mempelajari banyak hal, karena tanggung jawab seorang ayah bukan cuman sekedar pintar tapi benar-benar mampu dijadikan teladan. Kamu ingat bukan, seorang anak adalah peniru ulung, aku akan tutup matanya jika kau perlihatkan perilaku yang tak berkenan, begitu juga dengan jejak digitalmu hati-hatilah dari sekarang. 
Ustadz pernah berpesan dengan kami, sewaktu kami duduk menuntut ilmu dirumah beliau. Pilihlah jodoh yang sama mengenyam pendidikan di Pesantrean, agar duka laramu bisa berbagi, visi misimu tak jauh berbeda. Ku pikir itu benar-benar bagus bagaimana tidak jika suatu saat anak kita juga ingin kita sekolahkan ke Pesantrean, jika diantara kita tak satu payung teduh, dirinya akan menginterupsi. Kita juga akan saling berbagi cerita, asinnya ikan yang jadi santapan sewaktu usia kita belasan tahun, pagi-pagi mendapatkan hidangan demikian, namun berita bahagianya berat badan kita tak pernah turun.
Jika kau lihat aku sekarang begitu aktif, sebenar-benarnya bukan ingin menyaingi siapapun namun karena tidak ada keinginan penyesalan sedikitpun di masa muda. Kita sama-sama belum mendapatkan tanggung jawab berat untuk dibagi memikul.
Kamu tau kenapa aku begitu jatuh cinta padamu karena memiliki beberapa kesamaan dan perbedaan yang meleburkan kita. Aku sama sepertimu memiliki keterbukaan pemikiran juga memiliki dinding batasan. Itulah yang membuat kita magnet yang saling berdekatan. Aku suka cara pandangmu yang luas tak sempit, aku menyukai caramu menundukan pandangan, apa adanya dirimu membuatku makin cinta sehingga aku tau dirimu seutuhnya tanpa topeng. Aku dan kamu mungkin sama sangat  ingin mendapatkan jodoh sholeh/ah. Mari kita buat peta berbenah.
Dan yang paling ku ingat dimasa depan jodohku bukanlah seorang peroko. 


Doamu hebat
Mari berdoa terus seperti itu
Agar ku selalu dalam dekapan aman









 
 

Continue reading Do’amu Terlalu Kuat hingga Tuhan Melindungiku tanpa Ada Maksud Melabuhkan Perasaan Pada Jiwa yang Lain.

Selasa, 22 Juni 2021

CATATAN MAHASISWA TINGKAT AKHIR MARI LIBURAN UNTUK YANG SEDANG DILANDA QUARTER LIFE CRISIS.

        


Kirana : “Liburan ya sepertinya aku butuh liburan gumam temanku bernama Kirana yang lelah mengerjakan Skripsi”. 
Dirinya sepanjang malam telah melakukan pergelutan mengerjakan tugas akhir sendirian di kosnya. 

Wardah : “ya aku juga mau, nanti setelah jadwal rapatku”.

Pagi hari itu aku menelpon Kirana, memberitahukan secara dadakan bahwa hari ini kita jalan-jalan ke Banjarbaru. Singkat balasan responnya tanpa basa basi, sebab dirinya tau bahwa liburan adalah asupan yang dirinya inginkan.
Waktu menunjukan jam 10:00 pagi, aku telah siap begipun dirinya, tiba-tiba kolam depan kos ku seketika memanggil, ada satu ikan super besar mengapung di permukaan air kolam yang menggodaku, tanganku mencoba mengambilnya hingga seluruh warga kos kayapu (semua perempuan), ikut berbaris seperti ikut lomba menangkap ikan bersamaku. Ikannya masih hidup, besarnya seukuran beskom air.

 Akhirnya penangkapan ikan berhasil dimenangkan oleh Imah, kami menaruhnya di bak ukuran besar. Seluruh penghuni ikut bersorak, melihat ikan besar dapat ditangkap dengan mudah. 
Akibat kejadian itu, memakan waktu yang cukup lama, karena jadwal hari ini liburan, ku putuskan biar ikan tersebut, kawan-kawan mau memasak, memanggang atau menyantapnya biar mereka memutuskan, toh aku ambil andil sebagai seorang pertama yang melihat ikan saja.

Hari ini cuacanya sedang, tidak terlalu panas seperti hari biasa yang panasnya bisa membuat air yang bertengger dibawah cahaya matahari tatkala disentuh beberapa jam panasnya seperti air mendidih. Diperjalanan tak afdol kalau kami tidak mengandalkan aplikasi Maps, peta elektronik ini penunjuk jalan, pengganti peta milik Dora yang masih tradisonal, selain menunjukan jalan menggunakan gambar, juga dibantu pengisi suara google yang ramah. Tujuan liburan kami Kebun Raya Banua Banjarbaru, si kirana didepan mengendari dia lebih tau jalan dan lebih handak berkendara. 

Terakhir satu tahun lalu aku ke Kebun Raya Banua, saat masih belum ditemukannya vaksin, aku harus menelan kecewa dengan pulang tanpa menyentuh tempat tujuan, karena tempatnya masih ditutup, akibat lonjakan virus covid-19 semakin menjadi ditambah berita duka salah satu kepala pemerintah daerah di Banjarbaru, dikabarkan meninggal dunia dan positif Covid-19.
 Kabar baiknya seminggu lalu tempat wisata disana dibuka. Senang sekali mendengar kabar itu. Kirana diperjalanan mengemudikan kendaraan sembari bercerita kisahnya disana, aku telah tidak sabar, didukung cuaca yang mendukung walaupun diperjalanan sudah menunjukan jam 11:00, namun tidak ada rasa panas yang menyengat menyentuh kulit kami. Diperjalanan, ada jalan bundaran telah dilewati bukan hanya satu, lebih dari itu, kadang kala aku bingung, sesekali memastikan membuka Maps, agar tidak salah. Ya kirana lebih jago dari ku, aku yakin hal itu, bicaraku dalam hati.
Setelah melewati bundaran kami belok kanan, belum kiri, seterusnya dan akhirnya sampailah dijalan tol yang sangat lapang, dihiasai pohon-pohon hijau yang rindang, jeretan rumah dinas dan beberapa bangunan Pemerintah Daerah Banjarbaru lainnya.

Suara Maps mengatakan “anda telah sampai ditujuan”, tepatnya dimuka gerbang Kebun Raya Banua. Di depan gerbang tak jauh sekitar 5 meter dari hadapan kami, pintu gerbang menempelkan satu tulisan bertinta hitam dan berkertas putih Hvs, gerbang masih dalam keadaan tertutup, langkahku mendekat semakin dekat, penjaga pintu depan gerbang tidak ada menampakan diri. Kirana memintaku kita lewat jalan belakang gerbang saja, aku mengikut. Perhentian terakhir belakang gerbang Kebun Raya Banua, aku melihat ada seorang Satpam berada ditengah gerbang. Langkah mendekat sembari memanggil dari luar kaca secara perlahan agar terkesan tak mengganggu istirahat siangnya
Lagi lagi kami dipertemukan dengan kertas Hvs berwarna putih, setelah kami baca Pak Satpam langsung menjelaskan.
De, mohon maaf”. Nadanya membuatku menelan kecewa lagi.

Sekarang tempat wisata hanya buka Senin-Jum’at, pemberlakuan ini untuk seluruh pengunjung dan mereka hanya diperbolehkan datang sekitar 50% dari biasanya”.
Hmmmmmmm.......satu tahun telah ku menunggu, lebih dari 90 menit perjalanan kami haruskah pulang tanpa melihat pemandangan indah disana, bukankah kami kesini untuk membuang beban pikiran yang akan dibayar oleh pemandangan cantik disana. Gumamku di dalam hati.
Pak ada tempat rekomendasi lagi” pertanyaan dari perempuan polos yang jarang pergi liburan.

Ada Danau”.
“Ku melempar pandang ke arah sahabatku”.
Tidak kami tidak bersahabat dengan matahari di danau, danau belum bisa jadi penawar setress mahasiswa tingkat akhir seperti kami.
“Apakah tidak ada tempat sejuk seperti pohon yang teduh” tanyaku lagi.
“Ada Pohon Pinus” jawab Pak Satpam.
“Terimakasih Pak”. Tuturku, sambil memundurkan langkah untuk melanjutkan perjalanan lagi bersama Kirana.


Aku mengandalkan aplikasi Maps dari gawai, yang berada di dalam tas kecil berkombinasi kain sasirangan. Inilah pertolongan pertama disaat kita bingung menanyakan jalan pada siapa. Sebelum ketujuan kami harus keluar dari sini, barulah menuju jalan penuh keramain. Pengemudi andalan masih kirana, aku pembaca maps penentu arah jalan, seluruh perjalanan kali ini disapa oleh pemandangan pohon-pohon nan rindang, teramat mensejukan disepanjang jalan raya, sangat sejuk, udaranya segar tak ada bau polusi yang menyengat padahal kendaraan terus berlalu lalang.

Pohon-pohon menjulang tinggi ke atas langit dihadapan kami, kami berhenti sesuai intruksi maps, tujuan telah sampai, yaitu Pohon Pinus. Kami tidak melihat gerbang tetutup seperti Kebun Raya, tempatnya terbuka perhentian awal tepat sekali kami melihat tukang parkir. Menanyakan berapa biaya masuk, katanya gratis hanya bayar parkir saja nanti. Memasuki area pohon pinus, sunyi awalnya seperti suasana kuburan, suara senyap, terdengar hanyalah suara burung bersahutan, setelah menengok ke arah kanan dan kiri, kami melihat beberapa pengunjung dari sepasang suami istri, sepasang pasangan muda yang baru menikah (mungkin ini hanya predeksiku) dan dua pasangan remaja, badan mereka kecil seperti pemain sinetron Jendela Smp. 

Tempatnya lumayan luas, ada beberapa gazebo untuk merehatkan badan, ada penyewaan hammock yang bisa kita gantungkan antar pohon dijadikan sebagai ayunan. Kami menjelajahi diatas jalan hamparan batu bata, memperhatikan sekeliling, hingga berhenti di dekat warung kecil, kami beristirahat sejenak, aku menyukai suasanya seperti di dalam hutan namun sinyal 4G masih bisa dijangkau. 
Dua pasangan remaja beralih tempat, setelah kami mendekati warung, mereka membiarkan ayunan dari pohon tinggi itu menganggur. Dari kejauhan mereka saling bercengkrama, bertukar pandangan dan berbagi keuwuan lainnya yang tak bisa disebutkan satu persatu. Mereka saling berpapasan mengerjakan tugas memegang kertas hvs lagi, tentu bukan kertas hvs yang membuat patah hatiku di depan gerbang Kebun Raya tadi.

Ayunan menganggur tadi sejenak kami mainkan, kirana memotretku, tidak lupa seni memotret blur andalannya akan selalu ada terisi di galeri ponsel ku. Sebagian hasil jepretannya bagus, cuman mukaku saja terlihat polos seperti remaja Smp. Kami saling berpapasan dan tertawa, menertawakan penderitaan mahasiswa tingkat akhir, teramat keras, bukan hanya merasa ketertinggalan, namun selalu bertanya apa saja sesuatu yang sudah kami dapatkan semasa kuliah, apa saja keterampilan aplikatif kami miliki, apakah semua pergulatan teori saja, sekarang masanya telah selesai, sudah berada digaris finis tinggal skripsi saja sebagai tiket terakhir untuk membuka pintu kehidupan yang sesungguhnya. Benar kata orang, kita di dewasakan oleh keadaan, keadaan sekarang menuntun kita untuk segera dewasa dan mandiri. 


 Kami main ayunan saling bersebrangan arah, ayunan membawa kami melepaskan kecemasan-kecemasan mengenai masa depan atau fase quarter life crisis. Jam menunjukan pukul 14:00 WITA, kami harus segera sholat, meninggalkan tempat teduh ini. Karena minimnya pengetahuanku tentang tempat wisata daerah ini, aku bermaksud mengajak kirana ke Bandara Internasional, hanya ingin melihat pesawat dari kejauhan. Seperti anak kecil memang permintaanku, kirana mengabulkan dia mempercayaiku sebagai pemandu arah di belakang. Tiba-tiba cuaca cerah menjadi mendung, berubah warna awan menghitam dan hujan, kami diguyur hujan deras, mencari tempat berteduh, tidak jauh dari tempat beberapa orang juga ikut berteduh di sebuah lahan parkir yang beratap, beberapa menit kemudian rintik hujan berhenti kami meneruskan perjalanan lengkap dengan jas hujan couple berwarna biru. Sesampainya di Bandara, aku sangat senang sekali, tentu tidak ada yang bisa membaca ekspresiku karena tertutup oleh masker medis. Walaupun wisata liburan tak sesuai ekspetasi, tapi banyak hal yang membuat mentalku lebih sehat dari pada berkutat sendirian di kamar memikirkan yang tidak-tidak tentang masa depan, aku lebih mengharagai jurih payah diriku sendiri dibandingkan pada hari biasanya memaki-maki akibat kecemasanku yang berlebihan. Untuk kamu mahasiswa tingkat akhir, liburan penting, rehat untuk menyegarkan pikirkan setelah pulih teruskan perjuangan.




“Perenungan Jiwa”

Penderitaan mahasiswa tingkat akhir, teramat keras, bukan hanya merasa ketertinggalan, namun selalu bertanya apa saja sesuatu yang sudah kami dapatkan semasa kuliah, apa saja keterampilan aplikatif kami miliki, apakah semua pergulatan teori saja, sekarang masanya telah selesai.”







    



Continue reading CATATAN MAHASISWA TINGKAT AKHIR MARI LIBURAN UNTUK YANG SEDANG DILANDA QUARTER LIFE CRISIS.

Selasa, 25 Mei 2021

Alasan Mengapa tidak Jadi Masalah Menjadi Mahasiswa Kupu-kupu.

       Ketika kita berkuliah di Perguruan Tinggi, kita telah mendapati predikat sebagai Mahasiswa. Atmosfer belajar akan kita rasakan berbeda semula sebagai Siswa menuju Mahasiswa. Karena Mahasiswa bukan sekedar seseorang yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang memiliki almamater, melainkan Mahasiswa dianjurakan untuk terus mengasah bakatnya, memperluas relasi, memperbanyak pengalaman dengan melatih diri agar memiliki amunisi sewaktu melaksanakan kewajiban pengabdian masyarakat, sekurang-kurangnya mahasiswa lakukan sewaktu ber-KKN Kuliah Kerja Nyata. Sebagaimana tugas istimewa mahasiswa melaksanakan Kewajiban kewajiban Perguruan Tinggi untuk menyelenggarakan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada masyarakat.
Mahasiswa kupu-kupu merupakan singkatan dari mahasiwa kuliah pulang-kuliah pulang, biasanya mereka hanya datang untuk kuliah dan mereka akan pulang setelah kegiatan perkuliahan selesai.


Inilah alasan tak mengapa menjadi mahasiswa kupu-kupu asalkan kamu, memiliki kesibukan sebagai berikut:

1. Fokus Bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup & biaya kuliah karena orang tua tidak bisa membiayai sudah tua atau meninggal dunia. Walaupun tidak ikut organisasi kampus kamu menyadari kekurangan kamu dengan melatih keterampilan lain dengan ikut pelatihan.

2. Memiliki skill Public Speaking yang Bagus & Suka belajar langsung dengan magang di perusahaan.

3. Lagi fokus mengasah bakat dan memiliki kegiatan eksternal yang bermanfaat.


     Oleh karena itu ketika ditanya apakah penting bagi mahasiswa mengasah bakat, sangat penting. Karena hal itulah yang membedakan kita dengan mahasiswa lain. Tidak ada jaminan satupun bahwa Mahasiswa aktivis Kampus lebih sukses dan Mahasiswa kupu-kupu tidak sukses, setelah lulus karena memiliki kebisaan bicara depan umum dan aktif organisasi kampus. 

     Sebagaimana halnya membangun relasi, bersosialisasi, memecahkan masalah tidak hanya  kamu dapatkan di organisasi kampus. Keterampilan tersebut salah satu penunjang di dalam dunia kerja yang bisa di asah dalam kegiatan maupun pelatihan.

Seperti mengasah bakat, mengapa hal demikian begitu penting bagi mahasiswa?

Bakat merupakan sebuah kepandaian yang dimiliki seseorang dan memberikan sebuah kesan. Bakat dapat bisa dikatakan bersifat langka, ketika seseorang memiliki nilai diferensial dengan orang lain & dapat membuat hal yang tidak semua bisa orang lain lakukan.

Maka dari itu jika sekarang kamu memilih menjadi mahasiswa kupu-kupu pastikan dirimu bukan mahasiswa nolep yang pulang kuliah tidak melakukan kegiatan bermanfaat setelahnya.

Jika kamu memilih menjadi aktivis Kampus pastikan kamu memiliki tujuan beorganisasi disana, sehingga kamu bisa manajemen waktu dengan benar, agar tugas kuliahmu tidak terbengkalai.




Tulisan ini merupakan dari mahasiswa aktivis kampus & organisasi eksternal.


Penulis : Wardah
Foto.     : Pinterest





















 







Continue reading Alasan Mengapa tidak Jadi Masalah Menjadi Mahasiswa Kupu-kupu.

Selasa, 18 Mei 2021

Mengikuti Standar Kecantikan & Ketampanan atau Terus Mengembang Keterampilan? Mana yang Lebih Penting.

Ketika kita diberikan 2 pilihan Mengikuti Standar Kecantikan atau Terus Mengembang Keterampilan? Mana yang Lebih Penting.

  Pertama kita akan bahas mengenai standar kecantikan perempuan dan ketampanan pria, siapa yang membuat pola standar tersebut.  Yap Jawabannya manusia itu sendiri.  Bagaimana bisa standar itu diakui oleh banyak orang.
Karena manusia memiliki standar dari pola kebiasaan yang dilihat.
Pola kebiasaan tersebut kita sering dapati pada penayangan iklan Televisi, Spanduk,  dan sesuatu yang tak pernah luput dari genggaman generasi millenial yakni iklan di berbagai platform Sosial Media. 

       Industri iklan menampilkan seseorang yang elok rupa dengan standar yang mereka buat, untuk kesuksesan penjualan, hingga tanpa sadar standar itu menjadi terpatri & di ikuti oleh masyarakat luas yang mempercayainya.

      Seperti berat badan yang ideal, tinggi badan mulai dari 165 Cm dianggap menawan, warna kulit putih dianggap berkelas dan hitam dianggap kotor. Kalau iklan kecantikan dahulu masih menjunjung tinggi warna kuning langsat khas Indonesia, sekarang standar berkiblat pada iklan korea, yang mana warna kulit wajah glowing putih mengkilat, bagai putihnya warna keramik yang memantulkan cahaya kilat menjadi fokus utama kaum hawa.

     Pergeseran Standar Cantik, yang tinggi, membuat kaum hawa mengupayakan segala cara. Begitu pula iklan membuat standar ketampanan Laki-laki yang berotot, berat badan ideal dan tumbuh tinggi, didefinisikan sebagai pria sempurna sebagai representasi kekuatan laki-laki untuk menjaga kekasihnya. Begitu murajabnya iklan membius kita, sehingga tak jarang kita menceritakan kekurangan fisik orang lain, hanya karena dirinya tak mengikuti standar pada iklan.

   Doktrin-doktrin tersebut membuat mata kita mengiyakan, karena hampir setiap hari kita melihat iklan, namun beruntunglah bagi mereka yang sadar tak perlu mengikuti hingga mengejar standar setinggi itu, karena kita tahu tren kecantikan selalu berubah setiap waktu.

      Pernahkah mendengar memiliki gigi rata merupakan idaman semua orang, dapat membuat percaya diri dan mempercantik. ya iklan tersebut membuat, agar pemasangan behel meningkat.
Disisi lain apakah kalian juga pernah mendengar?
   Gigi Gingsul, gigi ini tidak sempurna  kurang rata dibagian depan, di Jepang para kaum hawa berlomba merubah giginya agar gingsul, gigi ini disebut  Yaeba pemasangan gigi ini membutuhkan biaya sekitar $ 390 atau 3,5 juta rupiah.  Gigi gingsul atau yaeba ini dipercaya membuat tampilan mereka tampak lebih muda, imut dan menggemaskan. Karena mereka percaya memiliki gigi gingsul menyempurnakan kecantikan mereka.

    Pernah juga terjadi perdebatan standar cantik memiliki pipi tirus atau pipi sedikit gendut (tembem). 
Ini hanya pada bagian wajah saja, belum fisik seutuhnya.

     Cwok pasti ketawa karena baru ngeh, sesengit itukah persaingan standar cantik wanita. 

Alangkah baiknya kita mensyukuri indahnya pemberian Tuhan, dengan memahami secara luas arti kecantikan dan ketampanan, membuat  standar dengan versi diri sendirii, mimilih perawatan yang sehat, bukan yang sekedar memikat & mencekik diri, mengurangi rasa insecure & terus panjatkan syukur, menghindari teman yang toxic yang merendahkan, menghina kekurangan fisik, penampilan & warna kulit kita, kita akan mampu membuat standar yang mana kecantikan & ketampanan itu  memacar. 

Untuk kita semua yang memiliki standar sendiri.

ada hal yang lebih penting untuk kita diskusikan yakni melanjutkan visi misi hidup di dunia ini, mengembangkan & mengasah bakat kita.
Kecantikan dan ketampanan tidak akan terpancar, jika sekedar memikirkan diri sendiri dengan mengikuti standar, jangan lupa juga untuk memikirkan serta membantu orang lain & mempertajam keterampilan, disaat itulah kecantikan itu akan terus memancarkan sinar.


Merawat diri, berpenampilan bersih dan rapi, menjadi pribadi yang sopan & ramah.
Jika dilingkungam tersebut kamu kurang diterima, kamu tidak salah, carilah lingkungan yang kondusif kurangi pergaulan & perkumpulan sosial yang toxic. Sekarang justru ketidaksempurnaan membuat manusia menjadi lebih sempurna.


Bagaimana kamu sudah ditahap mana mengikuti standar kecantikan & ketampanan, / kamu memiliki standar sendiri untuk meningkatkan kepercayaan diri.


Penulis.   : Wardah




Ikuti Konten Edukasi & Pengembangan Diri di Channel YouTube Wardah :


 







Continue reading Mengikuti Standar Kecantikan & Ketampanan atau Terus Mengembang Keterampilan? Mana yang Lebih Penting.

Minggu, 16 Mei 2021

Apa Saja Fasilitas, Sumber Belajar, Sarana, Prasarana & Pelayanan Bimbingan Skripsi?. yang Wajib Mahasiswa Ketahui.!

Sebelum pada pembahasan tersebut, kita wajib mengetahui apa saja tugas Mahasiswa dan Dosen.

Dosen &  Mahasiswa merupakan dua orang yang tidak dapat terpisahkan, begitulah proses pendidikan terjadi karena adanya jalinan harmonis  peserta didik dan tenaga pendidik yaitu mahasiswa & dosen di perguruan tinggi.


Kata Guru umumnya istilah yang sering kita dengar sebagai tenaga pengajar siswa Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA), sedangkan Dosen merupakan tenaga pengajar di Perguruan Tinggi atau kampus yang telah menempuh pendidikan minimal lulusan S2.

Tugas Dosen tercantum dalam UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG  PENDIDIKAN TINGGI.

Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Sedangkan tugas Mahasiswa bukan sekedar belajar di bangku kuliah melainkan melakukan penelitian & pengabdian kepada masyarakat.

Selanjutnya apa saja sumber belajar, sarana, dan prasarana Mahasiswa di perguruan tinggi ?

Tertulis  Pasal 41 pada Undang-undang 
(1) Sumber belajar pada lingkungan pendidikan tinggi wajib disediakan, difasilitasi, atau dimiliki oleh Perguruan Tinggi sesuai dengan Program Studi yang
dikembangkan.
(2) Sumber belajar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat digunakan secara bersama oleh beberapa
Perguruan Tinggi.
(3) Perguruan Tinggi menyediakan sarana dan prasarana untuk memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, potensi, dan kecerdasan.

        Mahasiswa aktif merupakan mahasiswa yang masih mengenyam studi di perguruan tinggi & masih aktif membayar Uang Kuliah Tunggal, UKT ataupun SPP.. Maka sebagaimana telah kita baca pada pasal 41, mahasiswa aktif tersebut dapat menikmati sumber belajar pada lingkungan pendidikan tinggi wajib  yang disediakan, difasilitasi, atau dimiliki oleh Perguruan Tinggi sesuai dengan Program Studi yang dikembangkan.

         Apapun Prodi atau Jurusan yang kita ambil diperguruan tinggi, selama kita berstatus mahasiswa aktif, mahasiswa dapat menikmati fasilitas sumber belajar sarana dan prasarana demikian di Kampusnya.

Apa saja bentuk fasilitas, sarana dan prasarana sumber belajar Mahasiswa di Perguruan Tinggi?

1. Perpustakaan 
Ruang baca, menulis, diskusi tugas kuliah, penelitian dll.

2. Meja & Kursi
Setiap ruang perkuliahan dilengkapi dengan kursi & meja untuk mahasiswa & dosen, dan stage untuk LCD.

3. Pelayan-pelayanan Kampus.

a. Bimbingan & Konseling.
Seperti konseling karir, pemagangan  &  konseling psikologi.

b. Minat dan Bakat Ekstrakurikuler
seperti kegiatan lembaga kemahasiswaan yakni UKM, UKK, Badan Eksekutif, Legislatif dll 

C. Pembinaan Soft Skill
Seperti pelatihan wirausaha, Public Speaking dan keterampilan lainnya.

d. Beasiswa
Pengumuman dan informasi beasiswa untuk mahasiswa yang memiliki pencapaian mumpuni.

e. Bimbingan Skripsi
  Yang terakhir ada kaitannya dengan mahasiswa tingkat akhir, yakni sebuah pelayanan konsultasi tugas akhir atau bisa dikenal bimbingan skripsi. Pada saat pelaksanaan tugas akhir mahasiswa yakni pengerjaan skripsi, setiap mahasiswa dibimbing oleh 2 orang dosen pembimbing. Dosen pembimbing memberikan bimbingan secara detail dan terstruktur.
Berdasarkan Artikel yang ditulis di hipwee.com Dosen  akan diberikan intensif tambahan saat mereka terlibat proyek-proyek seperti menulis modul praktikum, melakukan pengoreksian soal ujian, menjadi penguji sidang akhir, & menjadi dosen pembimbing tugas akhir atau skripsi mahasiswa.

    Umumnya Mahasiswa tingkat Akhir fokus  pengerjaan tugas penelitian skripsi setelah melaksanakan (KKN), Kuliah, Kerja, Nyata.
Mahasiswa ditingkat ini mereka telah usai melewati mata kuliah wajib yang mereka selesaikan saat berada dibangku kuliah.

   Beberapa teman saya sering mendapati, mereka berstatus mahasiswa aktif di semester akhir,  namun tidak berani menyampaikan kepada prodi mengenai ketegangan yang dirinya rasakan dalam proses bimbingan konsultasi, takut tidak ditanggapi, takut disalahkan dan takut semakin susah lulus. 
Padahal hal ini merupakan bentuk pelayanan yang sudah di atur oleh Undang-undang. Mereka menceritakan konsultasi yang mereka dapati khususnya pada situasi pandemi sekarang.

  Seperti tidak mendapatkan tanggapan berminggu-minggu & berbulan-bulan, ada pula yang telah mengerjakan tugas akhir mereka disuruh mengganti topik dengan tiba-tiba, padahal sudah lama waktu bimbingan sehingga mahasiswa harus mengulang dari awal. 

Bagaimana psikis Mahasiswa akhir seperti ini?

     Tidak bisa dijabarkan dengan mudah, saat dirinya diharuskan mengulang dari awal lagi dan tentunya secara psikologis si mahasiswa lemah. Saya sering mendengar mental mahasiswa down yang tiba-tiba menangis, apalagi disaat pandemi belajar dari rumah, mereka lebih sering menyendiri, jarang belajar kelompok & berinteraksi sosial, sehingga mereka mudah dihinggapi rasa bersalah & berujung depresi.
  Tidak sedikit yang mundur, mencari kesibukan dengan bekerja, kemudian tugas terlupakan karena hilangnya motivasi & berakhir tak sedikit juga berakhir dengan DO.

     Mahasiswa akhir memilki harapan besar untuk dimudahkan bimbingan skripsinya. Harapannya selesai tugas akhir, memudahkannya menyegerakan wisuda sehingga orang tua tidak lagi membayarkan uang kuliah untuknya & melanjutkan misinya agar cepat membahagiakan & membalas jasa mereka.

       Tugas Akhir memang tak mudah, tapi adakah alasan untuk menyerah? Bukankah memilih berhenti berarti menyia-nyiakan perjuanganmu selama ini, padahal keberhasilan pasti bisa diraih jika kamu mau bertahan sedikit lagi?
satu kalimat berjuta arti untuk mereka, 'anak ku seorang SARJANA'.
Kita Semua Dukung Kamu - keluarga & teman.
Tuhan bersama mahasiswa tingkat akhir



Do'a untuk kita.

  Semoga para pejuang tugas akhir dimudahkan, lekas wisuda untuk membahagiakan orang tua dan dapat menjadi sarjana yang bermanfaat di masyarakat.





Terimakasih kepada pembaca yang meluangkan waktunya untuk membaca artikel ini.

Mari tulis di kolom komentar, harapan  & do'a kalian.





Penulis : Wardah (Mahasiswa)

Temukan konten Edukasi & Pengembangan diri dari Wardah di Channel YouTube : Membuat Karya Tulismu Cepat diterbitkan dengan Mudah & Murah

 


Continue reading Apa Saja Fasilitas, Sumber Belajar, Sarana, Prasarana & Pelayanan Bimbingan Skripsi?. yang Wajib Mahasiswa Ketahui.!