Hingga saat ini aku belum tau siapa nama asli Ibu tersebut, aku sering memanggilnya dengan sebutan Acil Malaikat kepada teman-temanku, Acil bisa diartikan dalam bahasa Indonesia tante sedangkan Malaikat kata kias yang kami berikan karena ketulusan hati beliau.
Warung usaha makanan milik beliau setiap hari buka, acil malaikat sendiri yang membeli bahan, memasak hingga menjualnya.
Warung kecil itu berada di seberang kompleks polisi Bina Brata di Jln. A. Yani km 4.5. Buka dari jam 06:00 WITA- Habis sekitar jam 14:00 WITA.
Pada tahun 2021 menjelang 2022 apakah kalian pernah menemukan masakan ayam asam manis, Kentucky, ayam geprek, ayam masak habang seharga 4.000 ditambah Sayur.
Jelas harga tersebut sangat murah, itulah harga setiap menu warung acil malaikat.
Akhir-akhir ini harga bahan masak semakin mahal bahkan minyak tuk masak hampir naik 2x lipat, begitu juga harga ayam, belum lagi harga cabe rawit pernah 9 biji harganya 3.000.
Beberapa kali aku bertanya-tanya banyak hal seperti reporter pada acil malaikat kenapa harganya gak dinaikin aja cil?
Beliau jawab "gak papa aku gak enak kalau naik harganya kesian orang beli, kadang harga segini saja ada yang nawar", katanya merasa bersalah.
Setelahku hitung-hitung berdasarkan kalkulator kepalaku, harga bahan pokok naik ini bisa rugi kalau harganya murah. Mendengar ada yang nawar dengan harga lebih murah aku berpikir.
"Itu orang nawar murah banget padahal harga sudah murah, mau bikin orang rugi sampai tutup usaha", ungkapku dalam hati.
"Gak papa bu harganya naikin aja, orang-orang yang nawar gak pernah ke pasar mungkin, gini bu kalau harganya ibu naikin aku ngajak orang lain beli makan ke warung ibu," bujuk ku sambil tersenyum.
Beliau balas "Nanti awal tahu aku naikin seribu," membalas sambil tersenyum.
Beliau perempuan separuh baya suami beliau telah meninggal beberapa tahun lalu suaminya lah yang membantunya membangun usaha makan selain anak mereka. Kini hampir seluruh anaknya sudah bekerja dan berkeluarga namun acil malaikat tetap bekerja, bagiku beliau sosok menginspirasi, perempuan mandiri, rendah hati.
Mungkin Acil Malaikat itu tak sekaya wanita karir atau penjabat negara tapi bersedekah dengan warung usahanya, tak semua orang seberani beliau.
0 komentar:
Posting Komentar