Munculnya perilaku hedonisme pada generasi millenial memiliki dampak negatif, salah satunya seseorang cenderung kurang memiliki rasa empati terhadap lingkungan sosial dan berperilaku egois dengan berusaha mencari kesenangan dunia. Perilaku hedonisme muncul sejak awal kedatangan filsafat, menurut pandangan filsuf Yunani Socrates, lahirnya hedonisme hanya untuk mendeskripsikan esensi dari eksistensial manusia di bumi ini, namun pada masa kini perilaku hedonisme diidentikan dengan perilaku manusia yang haus akan mencari kesenangan sehingga menghasilkan perilaku konsumtif. Konsumtif merupakan salah satu perilaku konsumsi manusia dengan tingkat ketidaknormalan, terutama dalam berbelanja makanan. Biasanya jenis makanan yang lahir dari pasar bebas membentuk gaya masyarakat yang konsumtif pada semua jenis kuliner yang disajikan. Dengan menyantap hidangan yang tidak biasa, seseorang biasanya baru bisa disebut memiliki gaya hidup. Seperti yang telah diketahui bahwa Wuhan salah satu Kota di China, memiliki kebiasaan konsumsi tinggi pada jenis hidangan daging hewan hidup yang tidak mereka masak. Sebagaian besar alasannya ialah “Orang berpikir, makanan lebih bernutrisi apabila menyantapnya saat masih hidup dan fresh”, kata Spesialis Policy China di Humane Society International Peter li” (liputan6). Kebiasaan mengkonsumi kuliner sebenarnya tidak langsung dikatakan konsumtif, namun ketika seseorang membeli makanan berlebihan serta berulang-ulang barulah bisa dikatakan konsumtif, terutama jika makanan tersebut sebenanrnya tidak terlalu diperlukan. Sejauh ini diketahui bahwa perilaku konsumsi tersebut sangat membawa dampak negatif, salah satunya medatangkan penyakit baru.
Seperti yang diketahui Pasar Kuliner di Wuhan kota Provinsi Hubei yaitu China telah mengabarkan bahwa dari Kota mereka mendatangkan sebuah virus menular bernama Covid-19 atau Virus Corona. Virus ini merupakan penyakit yang dapat menginfeksi burung, mamalia dan manusia. Data yang diketahui bahwa Virus ini tumbuh akibat dari selera kuliner mereka yang tinggi dengan menyukai santapan daging yang tidak di masak. Pastinya dari wabah penyakit ini dapat memberikan kita sebuah pelajaran, bahwa perilaku konsumtif manusia dapat membawa kepada sisi gelapnya yang penuh kerasukan. Bukan hanya itu, perilaku konsumtif mampu menurunkan derajat manusia dan menjadikannya sebagai makhluk egois yang rakus dan agresif pada sesama, hal ini diungkapkan oleh Herbert Marcuse, Filsuf Jerman.
Pada akhirnya semua orang memang ingin mendapatkan kebahagian namun perilaku konsumtif tidak akan memberikan kebahagian yang sempurna, bahkan kebiasaan dari perilaku tersebut dapat mendatangkan kerugian yang besar. Bagaimana jika perilaku konsumtif dilakukan secara besar-besaran, maka semakin banyak pula mendatangkan efek negatifnya, jangan sampai kita mengambil tindakan yang dapat mendatangkan kerugian.
Maka sudah sepatutnya manusia modern dapat mengendalikan diri serta mampu bijaksana dalam mengambil keputusan terutama dalam berbelaja makanan.

Mantap kak. Tingkatkan lagi yah
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
HapusMakasih yh twin🌹⚘
Hapus