Selasa, 25 Mei 2021

Alasan Mengapa tidak Jadi Masalah Menjadi Mahasiswa Kupu-kupu.

       Ketika kita berkuliah di Perguruan Tinggi, kita telah mendapati predikat sebagai Mahasiswa. Atmosfer belajar akan kita rasakan berbeda semula sebagai Siswa menuju Mahasiswa. Karena Mahasiswa bukan sekedar seseorang yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang memiliki almamater, melainkan Mahasiswa dianjurakan untuk terus mengasah bakatnya, memperluas relasi, memperbanyak pengalaman dengan melatih diri agar memiliki amunisi sewaktu melaksanakan kewajiban pengabdian masyarakat, sekurang-kurangnya mahasiswa lakukan sewaktu ber-KKN Kuliah Kerja Nyata. Sebagaimana tugas istimewa mahasiswa melaksanakan Kewajiban kewajiban Perguruan Tinggi untuk menyelenggarakan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada masyarakat.
Mahasiswa kupu-kupu merupakan singkatan dari mahasiwa kuliah pulang-kuliah pulang, biasanya mereka hanya datang untuk kuliah dan mereka akan pulang setelah kegiatan perkuliahan selesai.


Inilah alasan tak mengapa menjadi mahasiswa kupu-kupu asalkan kamu, memiliki kesibukan sebagai berikut:

1. Fokus Bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup & biaya kuliah karena orang tua tidak bisa membiayai sudah tua atau meninggal dunia. Walaupun tidak ikut organisasi kampus kamu menyadari kekurangan kamu dengan melatih keterampilan lain dengan ikut pelatihan.

2. Memiliki skill Public Speaking yang Bagus & Suka belajar langsung dengan magang di perusahaan.

3. Lagi fokus mengasah bakat dan memiliki kegiatan eksternal yang bermanfaat.


     Oleh karena itu ketika ditanya apakah penting bagi mahasiswa mengasah bakat, sangat penting. Karena hal itulah yang membedakan kita dengan mahasiswa lain. Tidak ada jaminan satupun bahwa Mahasiswa aktivis Kampus lebih sukses dan Mahasiswa kupu-kupu tidak sukses, setelah lulus karena memiliki kebisaan bicara depan umum dan aktif organisasi kampus. 

     Sebagaimana halnya membangun relasi, bersosialisasi, memecahkan masalah tidak hanya  kamu dapatkan di organisasi kampus. Keterampilan tersebut salah satu penunjang di dalam dunia kerja yang bisa di asah dalam kegiatan maupun pelatihan.

Seperti mengasah bakat, mengapa hal demikian begitu penting bagi mahasiswa?

Bakat merupakan sebuah kepandaian yang dimiliki seseorang dan memberikan sebuah kesan. Bakat dapat bisa dikatakan bersifat langka, ketika seseorang memiliki nilai diferensial dengan orang lain & dapat membuat hal yang tidak semua bisa orang lain lakukan.

Maka dari itu jika sekarang kamu memilih menjadi mahasiswa kupu-kupu pastikan dirimu bukan mahasiswa nolep yang pulang kuliah tidak melakukan kegiatan bermanfaat setelahnya.

Jika kamu memilih menjadi aktivis Kampus pastikan kamu memiliki tujuan beorganisasi disana, sehingga kamu bisa manajemen waktu dengan benar, agar tugas kuliahmu tidak terbengkalai.




Tulisan ini merupakan dari mahasiswa aktivis kampus & organisasi eksternal.


Penulis : Wardah
Foto.     : Pinterest





















 







Continue reading Alasan Mengapa tidak Jadi Masalah Menjadi Mahasiswa Kupu-kupu.

Selasa, 18 Mei 2021

Mengikuti Standar Kecantikan & Ketampanan atau Terus Mengembang Keterampilan? Mana yang Lebih Penting.

Ketika kita diberikan 2 pilihan Mengikuti Standar Kecantikan atau Terus Mengembang Keterampilan? Mana yang Lebih Penting.

  Pertama kita akan bahas mengenai standar kecantikan perempuan dan ketampanan pria, siapa yang membuat pola standar tersebut.  Yap Jawabannya manusia itu sendiri.  Bagaimana bisa standar itu diakui oleh banyak orang.
Karena manusia memiliki standar dari pola kebiasaan yang dilihat.
Pola kebiasaan tersebut kita sering dapati pada penayangan iklan Televisi, Spanduk,  dan sesuatu yang tak pernah luput dari genggaman generasi millenial yakni iklan di berbagai platform Sosial Media. 

       Industri iklan menampilkan seseorang yang elok rupa dengan standar yang mereka buat, untuk kesuksesan penjualan, hingga tanpa sadar standar itu menjadi terpatri & di ikuti oleh masyarakat luas yang mempercayainya.

      Seperti berat badan yang ideal, tinggi badan mulai dari 165 Cm dianggap menawan, warna kulit putih dianggap berkelas dan hitam dianggap kotor. Kalau iklan kecantikan dahulu masih menjunjung tinggi warna kuning langsat khas Indonesia, sekarang standar berkiblat pada iklan korea, yang mana warna kulit wajah glowing putih mengkilat, bagai putihnya warna keramik yang memantulkan cahaya kilat menjadi fokus utama kaum hawa.

     Pergeseran Standar Cantik, yang tinggi, membuat kaum hawa mengupayakan segala cara. Begitu pula iklan membuat standar ketampanan Laki-laki yang berotot, berat badan ideal dan tumbuh tinggi, didefinisikan sebagai pria sempurna sebagai representasi kekuatan laki-laki untuk menjaga kekasihnya. Begitu murajabnya iklan membius kita, sehingga tak jarang kita menceritakan kekurangan fisik orang lain, hanya karena dirinya tak mengikuti standar pada iklan.

   Doktrin-doktrin tersebut membuat mata kita mengiyakan, karena hampir setiap hari kita melihat iklan, namun beruntunglah bagi mereka yang sadar tak perlu mengikuti hingga mengejar standar setinggi itu, karena kita tahu tren kecantikan selalu berubah setiap waktu.

      Pernahkah mendengar memiliki gigi rata merupakan idaman semua orang, dapat membuat percaya diri dan mempercantik. ya iklan tersebut membuat, agar pemasangan behel meningkat.
Disisi lain apakah kalian juga pernah mendengar?
   Gigi Gingsul, gigi ini tidak sempurna  kurang rata dibagian depan, di Jepang para kaum hawa berlomba merubah giginya agar gingsul, gigi ini disebut  Yaeba pemasangan gigi ini membutuhkan biaya sekitar $ 390 atau 3,5 juta rupiah.  Gigi gingsul atau yaeba ini dipercaya membuat tampilan mereka tampak lebih muda, imut dan menggemaskan. Karena mereka percaya memiliki gigi gingsul menyempurnakan kecantikan mereka.

    Pernah juga terjadi perdebatan standar cantik memiliki pipi tirus atau pipi sedikit gendut (tembem). 
Ini hanya pada bagian wajah saja, belum fisik seutuhnya.

     Cwok pasti ketawa karena baru ngeh, sesengit itukah persaingan standar cantik wanita. 

Alangkah baiknya kita mensyukuri indahnya pemberian Tuhan, dengan memahami secara luas arti kecantikan dan ketampanan, membuat  standar dengan versi diri sendirii, mimilih perawatan yang sehat, bukan yang sekedar memikat & mencekik diri, mengurangi rasa insecure & terus panjatkan syukur, menghindari teman yang toxic yang merendahkan, menghina kekurangan fisik, penampilan & warna kulit kita, kita akan mampu membuat standar yang mana kecantikan & ketampanan itu  memacar. 

Untuk kita semua yang memiliki standar sendiri.

ada hal yang lebih penting untuk kita diskusikan yakni melanjutkan visi misi hidup di dunia ini, mengembangkan & mengasah bakat kita.
Kecantikan dan ketampanan tidak akan terpancar, jika sekedar memikirkan diri sendiri dengan mengikuti standar, jangan lupa juga untuk memikirkan serta membantu orang lain & mempertajam keterampilan, disaat itulah kecantikan itu akan terus memancarkan sinar.


Merawat diri, berpenampilan bersih dan rapi, menjadi pribadi yang sopan & ramah.
Jika dilingkungam tersebut kamu kurang diterima, kamu tidak salah, carilah lingkungan yang kondusif kurangi pergaulan & perkumpulan sosial yang toxic. Sekarang justru ketidaksempurnaan membuat manusia menjadi lebih sempurna.


Bagaimana kamu sudah ditahap mana mengikuti standar kecantikan & ketampanan, / kamu memiliki standar sendiri untuk meningkatkan kepercayaan diri.


Penulis.   : Wardah




Ikuti Konten Edukasi & Pengembangan Diri di Channel YouTube Wardah :


 







Continue reading Mengikuti Standar Kecantikan & Ketampanan atau Terus Mengembang Keterampilan? Mana yang Lebih Penting.

Minggu, 16 Mei 2021

Apa Saja Fasilitas, Sumber Belajar, Sarana, Prasarana & Pelayanan Bimbingan Skripsi?. yang Wajib Mahasiswa Ketahui.!

Sebelum pada pembahasan tersebut, kita wajib mengetahui apa saja tugas Mahasiswa dan Dosen.

Dosen &  Mahasiswa merupakan dua orang yang tidak dapat terpisahkan, begitulah proses pendidikan terjadi karena adanya jalinan harmonis  peserta didik dan tenaga pendidik yaitu mahasiswa & dosen di perguruan tinggi.


Kata Guru umumnya istilah yang sering kita dengar sebagai tenaga pengajar siswa Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA), sedangkan Dosen merupakan tenaga pengajar di Perguruan Tinggi atau kampus yang telah menempuh pendidikan minimal lulusan S2.

Tugas Dosen tercantum dalam UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG  PENDIDIKAN TINGGI.

Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Sedangkan tugas Mahasiswa bukan sekedar belajar di bangku kuliah melainkan melakukan penelitian & pengabdian kepada masyarakat.

Selanjutnya apa saja sumber belajar, sarana, dan prasarana Mahasiswa di perguruan tinggi ?

Tertulis  Pasal 41 pada Undang-undang 
(1) Sumber belajar pada lingkungan pendidikan tinggi wajib disediakan, difasilitasi, atau dimiliki oleh Perguruan Tinggi sesuai dengan Program Studi yang
dikembangkan.
(2) Sumber belajar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat digunakan secara bersama oleh beberapa
Perguruan Tinggi.
(3) Perguruan Tinggi menyediakan sarana dan prasarana untuk memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, potensi, dan kecerdasan.

        Mahasiswa aktif merupakan mahasiswa yang masih mengenyam studi di perguruan tinggi & masih aktif membayar Uang Kuliah Tunggal, UKT ataupun SPP.. Maka sebagaimana telah kita baca pada pasal 41, mahasiswa aktif tersebut dapat menikmati sumber belajar pada lingkungan pendidikan tinggi wajib  yang disediakan, difasilitasi, atau dimiliki oleh Perguruan Tinggi sesuai dengan Program Studi yang dikembangkan.

         Apapun Prodi atau Jurusan yang kita ambil diperguruan tinggi, selama kita berstatus mahasiswa aktif, mahasiswa dapat menikmati fasilitas sumber belajar sarana dan prasarana demikian di Kampusnya.

Apa saja bentuk fasilitas, sarana dan prasarana sumber belajar Mahasiswa di Perguruan Tinggi?

1. Perpustakaan 
Ruang baca, menulis, diskusi tugas kuliah, penelitian dll.

2. Meja & Kursi
Setiap ruang perkuliahan dilengkapi dengan kursi & meja untuk mahasiswa & dosen, dan stage untuk LCD.

3. Pelayan-pelayanan Kampus.

a. Bimbingan & Konseling.
Seperti konseling karir, pemagangan  &  konseling psikologi.

b. Minat dan Bakat Ekstrakurikuler
seperti kegiatan lembaga kemahasiswaan yakni UKM, UKK, Badan Eksekutif, Legislatif dll 

C. Pembinaan Soft Skill
Seperti pelatihan wirausaha, Public Speaking dan keterampilan lainnya.

d. Beasiswa
Pengumuman dan informasi beasiswa untuk mahasiswa yang memiliki pencapaian mumpuni.

e. Bimbingan Skripsi
  Yang terakhir ada kaitannya dengan mahasiswa tingkat akhir, yakni sebuah pelayanan konsultasi tugas akhir atau bisa dikenal bimbingan skripsi. Pada saat pelaksanaan tugas akhir mahasiswa yakni pengerjaan skripsi, setiap mahasiswa dibimbing oleh 2 orang dosen pembimbing. Dosen pembimbing memberikan bimbingan secara detail dan terstruktur.
Berdasarkan Artikel yang ditulis di hipwee.com Dosen  akan diberikan intensif tambahan saat mereka terlibat proyek-proyek seperti menulis modul praktikum, melakukan pengoreksian soal ujian, menjadi penguji sidang akhir, & menjadi dosen pembimbing tugas akhir atau skripsi mahasiswa.

    Umumnya Mahasiswa tingkat Akhir fokus  pengerjaan tugas penelitian skripsi setelah melaksanakan (KKN), Kuliah, Kerja, Nyata.
Mahasiswa ditingkat ini mereka telah usai melewati mata kuliah wajib yang mereka selesaikan saat berada dibangku kuliah.

   Beberapa teman saya sering mendapati, mereka berstatus mahasiswa aktif di semester akhir,  namun tidak berani menyampaikan kepada prodi mengenai ketegangan yang dirinya rasakan dalam proses bimbingan konsultasi, takut tidak ditanggapi, takut disalahkan dan takut semakin susah lulus. 
Padahal hal ini merupakan bentuk pelayanan yang sudah di atur oleh Undang-undang. Mereka menceritakan konsultasi yang mereka dapati khususnya pada situasi pandemi sekarang.

  Seperti tidak mendapatkan tanggapan berminggu-minggu & berbulan-bulan, ada pula yang telah mengerjakan tugas akhir mereka disuruh mengganti topik dengan tiba-tiba, padahal sudah lama waktu bimbingan sehingga mahasiswa harus mengulang dari awal. 

Bagaimana psikis Mahasiswa akhir seperti ini?

     Tidak bisa dijabarkan dengan mudah, saat dirinya diharuskan mengulang dari awal lagi dan tentunya secara psikologis si mahasiswa lemah. Saya sering mendengar mental mahasiswa down yang tiba-tiba menangis, apalagi disaat pandemi belajar dari rumah, mereka lebih sering menyendiri, jarang belajar kelompok & berinteraksi sosial, sehingga mereka mudah dihinggapi rasa bersalah & berujung depresi.
  Tidak sedikit yang mundur, mencari kesibukan dengan bekerja, kemudian tugas terlupakan karena hilangnya motivasi & berakhir tak sedikit juga berakhir dengan DO.

     Mahasiswa akhir memilki harapan besar untuk dimudahkan bimbingan skripsinya. Harapannya selesai tugas akhir, memudahkannya menyegerakan wisuda sehingga orang tua tidak lagi membayarkan uang kuliah untuknya & melanjutkan misinya agar cepat membahagiakan & membalas jasa mereka.

       Tugas Akhir memang tak mudah, tapi adakah alasan untuk menyerah? Bukankah memilih berhenti berarti menyia-nyiakan perjuanganmu selama ini, padahal keberhasilan pasti bisa diraih jika kamu mau bertahan sedikit lagi?
satu kalimat berjuta arti untuk mereka, 'anak ku seorang SARJANA'.
Kita Semua Dukung Kamu - keluarga & teman.
Tuhan bersama mahasiswa tingkat akhir



Do'a untuk kita.

  Semoga para pejuang tugas akhir dimudahkan, lekas wisuda untuk membahagiakan orang tua dan dapat menjadi sarjana yang bermanfaat di masyarakat.





Terimakasih kepada pembaca yang meluangkan waktunya untuk membaca artikel ini.

Mari tulis di kolom komentar, harapan  & do'a kalian.





Penulis : Wardah (Mahasiswa)

Temukan konten Edukasi & Pengembangan diri dari Wardah di Channel YouTube : Membuat Karya Tulismu Cepat diterbitkan dengan Mudah & Murah

 


Continue reading Apa Saja Fasilitas, Sumber Belajar, Sarana, Prasarana & Pelayanan Bimbingan Skripsi?. yang Wajib Mahasiswa Ketahui.!

Bahaya Perlihatkan Kekayaan di Sosial Media. Mengupas Ruang Digital.

Terlahir kaya dari keluarga berada dan  kamu memperoleh kekayaan dari hasil kerja kerasmu merupakan sebuah anugerah yang patut disyukuri. Kamu sekarang telah bisa menikmati hasilnya, namun bagaimana jika kita selalu berupaya mempublikasikan kekayaan yang kita miliki secara berlebihan di media sosial untuk sekedar bersenang-senang maupun membuat konten, apakah hal itu berbahaya?

Salah satu efek buruk dari media sosial seperti kisah ada seorang anak orang kaya yang menjadi korban Dopamin efek yang disebabkan oleh sosial media (candu perhatian, pujian di media sosial), tanpa disadari algoritma Instagram maupun Youtube akan mempengaruhinya untuk  membikin konten lagi yang disukai banyak orang, yakni konten hedonisme.
Dirinya bermain sosial media, bikin konten untuk memperlihatkan kehidupannya yang eksklusif, serba ada dan tak pernah memiliki sedikitpun kekurangan uang.

Ketika ia mendapatkan like setelah mempublikasikan kontennya di media sosial, ia akan ketagihan membuat konten serupa (konten hedonisme) untuk mendapatkan lebih banyak like.

Dalam psikologi pada hakikatnya manusia memang menginginkan perhatian dan pengakuan,  namun dengan membuat & 
memperlihatkan konten kekayaan memiliki beberapa potensi buruk, yang perlu kita ketahui sebagai bahan pertimbangan.

1. Mengganggu kesehatan mental
Karena akan dituntut banyak hal, sesuai kebiasaan yang dipublikasikan.

2. Mengundang rasa insecure banyak orang.
Menonton konten-konten kekayaan mereka tidak membuat termotivasi  melainkan  malah membuat kita menjadi Anxiety (gelisah dengan nasib) dan kurang bersyukur.

3.  Berpotensi sebagai target kriminal & tindakan kejahatan.
Kesenjangan sosial perekonomian di negara ini membuat tindakan kriminal masih tinggi, mereka mencari target orang kaya untuk dicuri hartanya.

4. Mengundang pertemanan palsu 
Kedok pertemanan yang hanya di dasari mencintai harta saja & hanya berteman karena perlu. Inilah yang sangat sulit ketika orang kaya ingin memperoleh pertemanan yang tulus.

5. Tidak Produktif 
Karena konten tersebut hanya hiburan yang belum bisa membawa dampak positif, konten tidak untuk ditiru penonton,  karena apa yang dia mampu beli, di atas kenormalan belanja khalayak pada umumnya, tentu konten-konten ini tidak mendatangkan banyak manfaat.

6. Kehilangan Privasi.
Kekayaan merupakan bagian dari privasi, ketika privasi dipublikasikan akan mengundang rasa penasaran dan kekagumaman namun lebih jauh orang yang terlihat kaya, kehilangan sedikit privasinya.

Contoh : Artis kaya raya, selalu dijadikan tiruan mereka dituntut tampil menghibur dan terlihat sempurna, bentuk tubuh, harta, kisah percintaan dan perubahan fisik yang terlihat yang mereka ceritakan di ruang sosial media, menjadi perbincangan khalayak, sehingga mereka seakan di atur oleh penggemar karena kehilangan privasinya.

Mengenai kekayaan yang dipublikasikan di media sosial Presiden Xi Jin Ping pernah mencekal video yang beredar, di China karena baginya dapat mengurangi kebahagiaan rakyatnya.


Bagaimana sekarang  apakah kamu sedang mikir-mikir buat konten, untuk meminimalisir dampak buruk yang terjadi atau mengabaikan saja, tentu hal itu keputusan mu. Ini hanya berupa opini dan penulispun sedang mempelajarinya.
Pertanyaan lain?

Bagaimana jika orang tersebut sebenarnya bukan kaya raya, tapi dirinya dituntut terlihat berkelas sesuai yang dirinya tampilkan pada hari-hari biasa di Media Sosial. Jika gengsi yang kita utamakan tentulah kita sendiri yang akan terbebani, karena hal demikian.



Terimakasih telah menjadi pembaca setia.
Silahkan berikan komentar anda untuk perbaikan penulis.




Penulis.   : Wardah
Referensi: Quora



Continue reading Bahaya Perlihatkan Kekayaan di Sosial Media. Mengupas Ruang Digital.

Jumat, 14 Mei 2021

Memahami Seni Komunikasi Pemimpin Hasil Review Buku: "How to Win Friends and Influence People" Bagaimana Mendapatkan Teman dan Mempengaruhi Orang? Karya Dale Carnegie.

Apakah cerdas saja cukup jadi pemimpin?
tentu kecerdasan adalah pelengkap utama calon pemimpin untuk mengajarkan pada anggotanya beberapa hal mengenai yang tidak diketahui.

Beberapa minggu lalu saya membeli buku "How to Win Friends and Influence People". 

Buku ini membuat saya jatuh cinta dari awal rasa penasaran saya yang tumbuh semenjak direview oleh seorang Konten Kreator Rianto Astrono
Buku ini salah satu buku self-improvement atau bisa dikenali sebagai buku pengembangan diri yang berisikan kata-kata positif, pengalaman sukses, pelatihan & peningkatan kualitas diri.
Berawal dari sebuah pertanyaan. 
Bagaimana Mendapatkan Teman dan Mempengaruhi Orang?  

Mendapatkan teman dan mempengaruhi orang lain dilihat dari sikap dan seni komunikasi yang baik, hal ini merupakan bagian penting dari sosok seorang pemimpin, karena "seni komunikasi adalah bahasa kepemimpinan"
~James Humes~ 

Seni Komunikasi Pemimpin yang Perlu di Perhatikan  Menurut Dale Carnegie.

1. Mengetahui kepribadian & hafal seluruh nama anggotamu
       Saat kamu menyebutkan namanya, suara itu adalah perkataan yang indah terdengar ditelinganya, penting pula untuk berinteraksi dengan mereka sehingga memudahkan kamu menyeimbangkan diri & membangun hubungan dengan anggotamu dengan baik. Bangunlah komunikasi memulailah dengan cara yang ramah.

2. Mengkomunikasikan visi misi secara jelas, dengan memberikan catatan apa yang ingin dikembangkan, dipertahankan dan diperbaiki dalam organisasi.

       Saat kamu mempunyai visi yang jelas dan keyakinan, maka kamu bisa mengajak anggotamu untuk bergerak maju dengan ide kamu saat ini, sehingga pada masa depan akan membuat organisasimu terus berkembang.

3. Menginspirasi & memotivasi.
       Mulailah dengan pujian dan apresiasi yang tulus. Kamu memberikan reputasi baik kepada mereka, dengan begitu mereka akan percaya diri & memberikan kinerjanya lebih giat lagi.


4. Buat anggotamu nyaman untuk menyampaikan idenya.
        Jika kamu seorang pemimpin maka kamu harus bersimpati dengan ide-ide dan keinginan anggotamu, hormati pendapatnya, kamu bisa menyampaikan ketidaksepakatanmu tapi hindari mengatakan, “Anda salah”. Jgn merendahkan mentalnya, dia akan berpaling darimu atau tidak berani lagi menyampaikan masukkannya.

5. Sesuaikanlah komunikasimu hindari menggunakan pribahasa rumit.

     Saat kamu berkomunikasi dengan mahasiswa yang memiliki pembendaharaan kosa kata ilmiah yang mumpuni mungkin kedengarannya bahasa rumitmu itu berkelas ditelinga lawan bicaramu namun jika dia seseorang awam yang baru belajar hindari pribahasa rumit demikian, karena bisa jadi akan membuat kesalahpahaman sebab pesan komunikasi tidak tersampaikan dengan jelas dan makna bisa ditafsirkan ambigu/ bermakna ganda.

6. Memerintah seperti tidak memerintah, menggunakan bahasa diplomatis.
Contoh hal yang sering saya lakukan.
Begitu pentingnya bagi Pemimpin karena kamu sedang membangun kerjasama bukan memperkerjakan dengan ancaman/ paksaan. Bahasa diplomatis membantu kita untuk menggerakkan orang lain tanpa pemaksaan atau harus merusak hubungan baik, karena seni bahasa ini bersifat sangat berhati-hati dalam mengutarakan pendapat, kita tetap menyampaikan fakta dengan bahasa positif.

Seni komunikasi ini jika dilatih kita akan dapat memenangkan sekaligus menenangkan hati lawan bicaramu. 
Komunikasi diplomatis mengutamakan kejujuran namun tidak terang-terangan
sehingga kebenaran atau fakta harus tetap disampaikan dengan penuh rasa hormat dan emosi positif. 
Komunikasi ini menyelamatkan pemimpin karena sering kali pemimpin menyakiti hati para anggotanya karena sebuah hal disampaikan yang terkesan menyakiti & tak menghargai.


Bekerjasama antar tim mempengaruhi kesuksesan sebuah organisasi karena maju dan berkembangnya organisasi merupakan hasil dari pekerjaan banyak orang yang bekerja menuju tujuan yang sama.

Tidak ada organisasi maupun komunitas yang sukses hanya bergantung pada kemampuan satu orang atau pemimpinnya saja melainkan orang banyak terlibat di dalamnya.



Continue reading Memahami Seni Komunikasi Pemimpin Hasil Review Buku: "How to Win Friends and Influence People" Bagaimana Mendapatkan Teman dan Mempengaruhi Orang? Karya Dale Carnegie.

"Investasi Kulit Wajah di Usia 20-an" Apakah di perlukan?



Menginjak usia 20-an, kebiasaan merawat kulit wajah harus mulai rajin kita lakukan, untuk menghadiri penuaan dini. Investasi ini juga sama berartinya dengan investasi keuangan seperti mempelajari Investasi Reksadana, Saham dll.

Umumnya pada usia 20-an kulit wajah kita terlihat segar dan kencang namun ada juga yang cepat mengalami penuaan kok bisa?

Hal tersebut dipicu oleh efek buruk matahari, polusi, dan stres, semua hal ini dapat merusak kulit kita.

Mengenai efek buruk dari sinar matahari bisa membuat kulit menjadi kering & kusam, menimbulkan keriput  & noda kehitaman di wajah. Selain itu udara yang tercemar atau polusi udara, mampu menyebabkan penuaan dini pada kulit, seperti mengganggu kulit untuk menghasilkan kolagen, dapat menyebabkan timbulnya bintik hitam & menyebabkan kulit menjadi kekeringan, adapun faktor terakhir yang kadang kita tak sadari, yaitu stres.

Stres merupakan gangguan mental yang sering disebabkan oleh faktor luar. Situasi tersebut akan memicu respon tubuh, baik secara mental maupun fisik.  Yang dapat kita rasakan efek buruknya yaitu dapat memicu penuan dini.

Contoh stres yang sering kita buat sendiri.

1. Kita Sering menunda mengerjakan sesuatu yang membuat pekerjaan kita semakin menumpuk dan beranak pinak. Pekerjaan adalah tanggung jawab yang harus diselesaikan kalau semakin banyak kita tunda maka semakin besar pula waktu yang kita perlukan, sedangkan waktu tinggal sedikit alhasil kita semakin stres.


2. Kita sering overthinking (berpikir secara berlebihan) seperti suka membanding-bandingkan diri secara berlebihan prihal karir, pendidikan & keuangan karena melihat kerabat maupun sahabat telah sukses, kita menjadi seseorang yang  kurang bersyukur dan merasa jauh tertinggal.

4. Berteman dengan teman yang toxic
mereka selalu membawa efek negatif dalam kehidupan, tidak memberikan kontribusi positif, sering merendahkan  dan suka menjatuhkan keberadaan kita, pertemanam ini beracun dapat membuat  masalah, gangguan mental & stres.

Ditulis dalam Artikel Womantalk Dr. Sari Chairunissa Sp.KK, skin expertise, mengatakan, “Perlu diketahui bahwa 80% penuaan dini terjadi karena faktor eksternal, seperti sinar matahari, paparan polusi udara, pola makan, nutrisi, stres, kurang tidur, serta tidak merawat kulit wajah dengan baik sehingga membuat premature aging.”

Saat memasuki usia 20-an kulit masih mampu menyeimbangkan menghambat proses penuaan ini. 

"Penuaan itu adalah proses yang pasti kita alami semua. Hanya saja, bagaimana mengantisipasi ataupun mencegah penuaan yang tampak di kulit itu secara jelas butuh usaha sejak dini," imbuhnya.

Meski akan mengalami masalah penuaan kulit, namun kita dapat mengurangi dampak kerusakan sebelum waktunya seperti menjaga pola hidup sehat, menggunakan tabir surya saat berpapasan dengan matahari, sering membersihkan wajah dari kotoran & polusi, menggunakan pelembab agar kulit tidak kering dan menghindari stres berlebihan.


Jangan lupa perawatan diri yang tepat sesuai kebutuhan kulit akan membuat kulit kita menjadi sehat dan indah. 



Gimana Investasi Kulit Wajah sejak Usia 20-an sudah kamu mulai?








Penulis      : Wardah
Instagram : Wardahcreallynafis















Continue reading "Investasi Kulit Wajah di Usia 20-an" Apakah di perlukan?