Sabtu, 20 Maret 2021

Cemara “ Cerita Organisasi Mahasiswa Mengupas Fakta di Balik Layar Kaca.”

 


Dunia Kampus  tidak akan pernah terpisahkan dengan pergerakan Mahasiswa dari organisasi-organisasi kemahasiswaan mulai dari Himpunan, Bem, Ukm dan Ukk hingga organisasi eksternal lainnya. Taukah kamu di balik besarnya acara yang diselenggarakan mahasiswa, ada balutan dilema yang mereka ratapi, dari perasaan sedih, susah dan duka yang tegar mereka lalui.

Bagaimana Mahasiswa bisa melewati semuanya, tak jarang seleksi alam menjadi tawaran bagi mereka yang mundur tak berani berproses kembali, tapi tak sedikit pula sebagian mereka berani tegar, berjuang melewati resiko acara yang kadang di izinkan alam dan kadang pula tak sesuai kehendak cuaca.

Sejatinya Aktivis Mahasiswa, yang telah dilantik dan berani mengucap ikrar pada pengabdian organisasinya, mereka mempertaruhkan kehidupan dan kemajuan organisasi. Mereka yang berani mengabdi pastilah di awali rasa mencintai, sehingga tumbuh rasa loyalitas tuk menghasilkan kinerja yang berkualitas, terkait ke profesionalan kinerja juga akan berdampak besar natinya, tak jarang akibat perasaan cinta yang tertaruh pada teman satu kolega, setelah putus cinta tak lagi satu arus, mereka tak aktif lagi pada kegiataan. Padahal hal ini dapat menciderai tumbuh subur dan menghambatnya serangkaian kegiatan, namun disatu sisi ada pula yang meanggap problrmatika cinta dengan teman kolega hal tersebut seperti angin berlalu, tetap mampu membangun kinerja aktif dan mengebelakangkan urusan pribadi.

Miniatur kecil dari menjadi aktivis ini bagian dari belajar birokrasi pemerintahan, walaupun mengadakan kegiatan dari swadaya sendiri, namun hasil dari kemandirian setiap organisasi membuktikan betapa brilianya sebuah pemikiran anak muda yang mampu dituangkan dalam aktivitas kegiatan.

Qoutes

“Aktivis Mahasiswa, yang telah dilantik dan berani mengucap ikrar pada pengabdian organisasinya, mereka mempertaruhkan kehidupan dan kemajuan organisasi. Mereka yang berani mengabdi pastilah di awali rasa mencintai.”

Continue reading Cemara “ Cerita Organisasi Mahasiswa Mengupas Fakta di Balik Layar Kaca.”

Sabtu, 06 Maret 2021

Yang Senang Membaca Buku Bukan Berarti Dia Pintar, Dia Tahu Dirinya Bodoh.

 Dahulu waktu SMP / MTS, aku baca buku hanya waktu ulangan, motivasi nya gak lebih ingin masuk ranking 3 besar. Pokonya unsur keterpaksaan demi nilai. Terus kalau nilainya gak bagus aku sering nyalahin diri sendiri, padahal orang tua gak nuntut, malah mama pesannya gini , 

"Terserah rangking berapa, yang penting itu akhlak nya diperbaiki".

 Kelamaan nya gak terlalu ambisius dengan nilai, namun disatu sisi kebiasaan membaca malah mulai tumbuh, waktu itu di Pesantren aku melihat perpustakaan baru, aku suka membaca karena penasaran, aku sering kali merasa gak tau apa-apa, merasa sangat bodoh, merasa sering membuang waktu & energi kepada sesuatu yang tidak penting, merasa hidup kurang bermanfaat. 

Setiap membaca buku, rasanya hidup penulis yang ku baca lebih terarah dan ketika memahami antar baitnya, membuka mata hati melihat dunia dengan berbagai persepsi.


Karena rasa penasaran untuk membaca buku, ditambah tanpa adanya unsur keterpaksaan, membuat minat membaca tumbuh subur menjadi kebiasaan yg sulit ditinggalkan, ketika telah jadi habit membaca menjadi kebutuhan bahkan di sela kesibukan.

Aku benar-benar merasa bodoh hingga sekarang, kita tahu bahwa pengetahuan  bersifat dinamis selalu berkembang dan membuat penemuan baru, jika tidak membaca bagaimana kita tahu.




Continue reading Yang Senang Membaca Buku Bukan Berarti Dia Pintar, Dia Tahu Dirinya Bodoh.