Dunia Kampus tidak akan pernah terpisahkan dengan pergerakan Mahasiswa dari organisasi-organisasi kemahasiswaan mulai dari Himpunan, Bem, Ukm dan Ukk hingga organisasi eksternal lainnya. Taukah kamu di balik besarnya acara yang diselenggarakan mahasiswa, ada balutan dilema yang mereka ratapi, dari perasaan sedih, susah dan duka yang tegar mereka lalui.
Bagaimana Mahasiswa bisa melewati semuanya, tak jarang seleksi alam menjadi tawaran bagi mereka yang mundur tak berani berproses kembali, tapi tak sedikit pula sebagian mereka berani tegar, berjuang melewati resiko acara yang kadang di izinkan alam dan kadang pula tak sesuai kehendak cuaca.
Sejatinya Aktivis Mahasiswa, yang telah dilantik dan berani mengucap ikrar pada pengabdian organisasinya, mereka mempertaruhkan kehidupan dan kemajuan organisasi. Mereka yang berani mengabdi pastilah di awali rasa mencintai, sehingga tumbuh rasa loyalitas tuk menghasilkan kinerja yang berkualitas, terkait ke profesionalan kinerja juga akan berdampak besar natinya, tak jarang akibat perasaan cinta yang tertaruh pada teman satu kolega, setelah putus cinta tak lagi satu arus, mereka tak aktif lagi pada kegiataan. Padahal hal ini dapat menciderai tumbuh subur dan menghambatnya serangkaian kegiatan, namun disatu sisi ada pula yang meanggap problrmatika cinta dengan teman kolega hal tersebut seperti angin berlalu, tetap mampu membangun kinerja aktif dan mengebelakangkan urusan pribadi.
Miniatur kecil dari menjadi aktivis ini bagian dari belajar birokrasi pemerintahan, walaupun mengadakan kegiatan dari swadaya sendiri, namun hasil dari kemandirian setiap organisasi membuktikan betapa brilianya sebuah pemikiran anak muda yang mampu dituangkan dalam aktivitas kegiatan.
Qoutes
“Aktivis Mahasiswa, yang telah dilantik dan berani mengucap ikrar pada pengabdian organisasinya, mereka mempertaruhkan kehidupan dan kemajuan organisasi. Mereka yang berani mengabdi pastilah di awali rasa mencintai.”
