Senin, 24 Maret 2025

Kebohongan yang tidak terbongkar

Tepatnya ditahun 2023 sebelum sdin meninggal dunia.
Waktu itu aku lagi menggunakannya aplikasi Flip untuk mentransfer uang kos ke sdin.

Layar di handphoneku sudah memperlihatkan *pembayaran berhasil*. Ku kirimlah bukti pembayaran itu screenshot.

Sdin menelpon bahwa apa yang ku kirimkan katanya uangnya "tidak masuk" ke rekening ke sdin. 

Padahal uang di rekeningku saldonya sudah berkurang.
Karena sama-sama bingung, aku meminta sama² kita cek mutasi ke Bank.
Tapi sdin kekeh sendiri tanpa mau sama² ke Bank Kalsel.

Singkat cerita orangnya meminta aku pindah kos dadakan, karena aku dianggap berbohong.

Demi Allah aku kd pernah di ajarkan orang tuaku berbohong. Apalagi untuk hal yang merugikan orang lain.

Beberapa waktu kemudian sidin di kabarkan meninggal dunia.
Ternyata penyakit diabetes yang sdin alami berkorelasi dengan penyakit emosional & ganggu mental lainnya. Yang fatalnya sampai mengakibatkan kematian. 

Dulu sdin sering bercerita tentang keburukan penghuni kos sebelumnya, ada ceritanya masuk akal dan tidak.
Pantas awal aku ngekos tetangga meminta untuk hati-hati.

Dulu aku kurang percaya dengan kalimat ini dari seorang dokter.
70% penyakit diakibatkan karena pikiran / mental so pasti tetap jaga pikiran.

Apakah setelah kejadian itu aku pernah ketemu beliau lagi? Tidak pernah!

Ustadz kami pernah bilang waktu di pesantren sebaik apapun ibadah kita dihadapan tuhan kalau kita melukai hati manusia, tidak ada permintaan maaf darinya, sampai kapanpun akan menjadi dosa sampai mendapatkan ridhanya.

Dari banyak do'a yang akan dikabulkan Allah, doa orang yang disakiti paling tercepat terkabul. 

"Hasbunallah wanikmal wakil" 


























 


Continue reading Kebohongan yang tidak terbongkar