Tulisan di Blog ini insya Allah aku bukukan, inilah catatan yang ku rangkum selama 3 tahun terakhir kuliah di Kampus UIN Antasari Banjarmsin, sebelum Wisuda, aku berharap akan selesai. Namaku Wardah, aku akan bercerita kehidupan semasa nafasku di Kampus. Maksud nafas disini, masa proses perkuliahan ya, bukan orangnya meninggal dunia.
Orang tidak banyak yang tahu bahwa aku tinggal dekat dengan Kampus berjarak skitar 30 meter. Yang belum tahu pastinya terkejud, oleh karena itu aku sering aktif beorganisasi, selepas selesai Kuliah. Aku sudah mulai aktif semenjak mahasiswa baru hingga semester 7 sekarang. Banyak perubahan yang terjadinya begitu pula pengalaman beharga.
Pengalaman pertamaku semasa Ospek, aku beruntung mengenal kelompok yang sangat antusias, aku tidak lupa nama Ketua Kelompok kami Saman Al-Farizi, bukan karena dia berwajah tampan, bukan sama sekali melainkan aku ingat hingga sekarang, karena dia Ketua yang sangat berisik selama Ospek, karena dia kami solid, sudah seperti kelompok sarang tawon dan dia lebahnya.
Dari membuat Yel-Yel, nama kelompok dan lain-lain dia sangat bertanggung jawab, kami mengakui kerja kerasnya.
Kepada kelompok ku waktu Ospek Fakultas Ushuluddin yang sangat aku banggakan, ma’af Wardah gak bisa sebutin nama semuanya. Bahkan Wardah lupa kita pernah berfoto satu kelompok gak, karena pada waktu itu Hp ku Kentang. Jadi tidak percaya diri untuk berfoto, karena lensanya buram. Bisa menggunakan WhatApss saja sudah bersyukur.
Karena aku takut gak semua nama aku sebutin, nanti ada yang cemburu, tapi jujur aku ingat kok wajah-wajah kalian. Saman yang selalu memerintahku untuk berdiri dan bertanya, waktu itu entah setan apa yang merasuki, namanya juga Maba, mau-mau aja, gak malu dilihatin orang, setiap materi 1,2,3,4, dan seterusnya aku memberikan pertanyaan. Diruangan itu sekitar ratusan orang menatapku, aku sebenarnya tidak bangga, karena bakal dikenal Maba (Mahasiswa Baru) satu Fakultas, malu tapi bisa di tutup-tutupi Demi kemenangan kelompok bersama, aku memberanikannya.
Akhirnya apa yang kami harapkan tidak luput, sesuai permintaan, walaupun suara dan tenggorakan kami sepertinya mengering, mulai pembukaan hingga penutupan ospek, karena saking bersemangat 45, membuahkan hasil kami mendapatkan Predikat Kelompok Terbaik dan aku menjadi salah satu Peserta Terbaik Putri.
Aku senang berkenalan dengan banyak orang, ada dampak baik dan buruknya. Dampak buruknya, ketika itu aku pernah kenal sama senioran, aku terlalu percaya dengan dirinya, dia seorang laki-laki berbisnis MLM, dia mengajak ku untuk sama-sama sukses, sampai diriku di ancamnya untuk membeli produk pada waktu itu hargaya 300 ribu lebih, padahal aku tidak membelinya, dia mengiming-imingkan kesuksesan tapi dia membuat strategi bisnis yang salah, dengan memerasku, demi memperoleh bonus. Padahal bagiku uang dengan jumlah 300rb, merupakan jumlah yang begitu besar, terlebih karena aku bukan anak orang kaya dan baru-baru merantau. Hingga suatu malam aku menelp seorang Kaka Cantik yang berhati bidadari namanya kaka Selvie Instagram beliau @piie_xoxo, biar percaya bahwa ada simulasi bidadari di dunia ini hati dan parasnya setara. Beliau memberikan aku semangat dan arahan untuk tidak percaya dengan laki-laki itu, untuk uang sekitar 300 ribu, kaka yang akan menjualkan produknya, ya Allah pada saat itu hatiku benar-benar tenang, aku mendapatkan masalah yang tak disangka dan Allah berikan solusi yang jalannya tak disangka pula.