Pendidikan merupakan garda terdepan untuk mencegah perbuatan anti korupsi, karena seorang anak pertama kali menjadikan taudalan pada orang yang berada di lingkungan sekitar mereka, namun pendidikan jangan hanya dipersempitkan pada bangku sekolah saja. Karena pendidikan juga merupakan bagian dari tugas keluarga; Ayah dan Ibu memiliki peranan penting dalam mengajarkan sikap anti Korupsi pada anak sejak dini.
Perilaku anti korupsi di dalam Aqidah Akhlak dapat dicegah dengan menanamkan nilai-nilai kejujuran, sebab buah dari kejujuran adalah sebuah kemulian. Jika seseorang selalu menerapkan sikap jujur di dalam kehidupannya maka akan banyak orang yang mempercayai dirinya. Untuk memberikan pemahaman yang mudah dicerna kepada seorang anak, maka diperlukan penanaman nilai-nilai sikap anti korupsi dengan memberikan pemahan sikap kejujuran dengan prakteknya, sehingga sikap ini nantinya dapat tertanam pada jiwa seorang anak. Diharapkan pembiasaan-pembiasaan yang ditanamkan bukan hanya pembiasaan yang dapat berubah seketika saat usianya beranjak dewasa namun sikap ini nantinya mampu diamalkan seorang anak selama hidupnya.
5 Cara Pengajarkan Sikap Anti Korupsi pada Anak antara lain:
1. Menanamkan Sikap Siddiq atau jujur dalam perkataan maupun perbuatan dengan selalu mengevaluasi apa yang telah dilakukannya.
2. Memperhatikan teman bermainnya. Jika teman bermainnya suka berbohong maka sebisa mungkin agar seorang anak jarang atau mungkin tidak berteman akrab lagi dengan teman bermainnya tersebut.
3. Berikan dia tanggung jawab yang kecil seperti membeli sesuatu ke Warung tanpa mengizinkan membelanjakan uang sisanya.
4. Tidak menyontek saat diberikan tugas di Sekolah, hal ini dapat ditanyakan pada gurunya maupun langsung pada seorang anak. Kebiasaan menyontek ini umumnya dilakukan seorang anak karena dia lupa mengerjakan PR di Rumah, selain itu juga bisa dikarenakan seorang anak sulit memahami tugas yang diberikan oleh Guru dan dia enggan bertanya pada orang tuanya. Maka hal yang paling wajib orang tua perhatikan adalah membuka ruang keterbukaan pada anak dengan menjalin komunikasi yang baik.
5. Tanamkan pada diri seorang anak bahwa kejujuran bukan hanya nilai etika yang diajarkan oleh manusia namun juga merupakan perilaku terpuji yang diajarkan oleh agama dan mendapatkan balasan dari Tuhan. Seorang yang jujur akan diberikan pahala dengan balasan mendapatkan surga sedangkan perilaku tidak jujur mendapatkan dosa yang dapat mengantarkan umar manusia masuk kedalam negara. Dua tempat tersebutlah sebaik-baik balasan atas perbuatan yang telah dilakukan.
Mengajarkan 5 sikap kejujuran diatas merupakan pencegahan untuk menghindari sikap anti korupsi sejak dini, pendiikan ini teramat penting guna mencetak generasi emas yang berkualitas dan nantinya mampu menjadi tokoh-tokoh masyarakat yang bermanfaat bagi bangsa, agama dan negara.

