PENANAMAN KULTUR AKADEMISI KEPADA
MAHASISWA NOLEP.
Nolep adalah sebuah kata plesetan yang berasal dari bahasa Inggris “No Life”, yang memiliki sebuah arti seseorang yang hidup namun seakan-akan tidak memiliki kehidupan. Mahasiswa Nolep ini bisa ditunjukan kepada mahasiswa yang tidak bisa menjalankan kodratnya sebagai mahasiswa yang benar-benar dapat berkontribusi diperguruan tinggi, mahasiswa yang kurang sadar pentingnya berpartisipasi dalam kehidupan sosial, mahasiswa yang sekedar nitip absen dan seterusnya rekan jejak mereka hilang ditelan bumi. Mahasiswa nolep bisa dikatakan seperti mayat hidup yang tidak ingin ada membawa kemajuan dalam hidupnya.
Ciri-ciri Mahasiswa Nolep
1.
Melihat masa depan di Perguruan Tinggi bukanlah hal yang terlalu penting.
2.
Tidak ingin mengasah kemampuan,
3.
Menyukai seni menyontek dan copy-paste
4.
Memiliki rasa solidaritas, empati dan simpati level rendah
5.
Ketergantungan dengan alat elektronik.
Sudah memang seharusnya kultur akademisi tertanam dikalangan mahasiswa nolep, dengan cara mencintai Ilmu Pengetahuan dan membagikannya dalam kehidupan bersosial. Bukan sekedar kuliah pagi pulang sore. Sehingga niat kuliah bukan hanya sekedar memperkaya diri dengan menjadi Sarjana yang nantinya mendapatkan Ijazasah dan title dibelakang nama, jika sekedar mencari gelar, maka gelar yang pastinya kita dapat adalah gelar yang akan berada didepan nama yang bersertifikat batu nisan, Almarhum dan Almarhumah. Selain itu teman, Ilmu pengetahuan yang dipelajari bukan berlalu sebentar kemudian pergi, seperti keberadaan Jelangkung ini bukan teori belajar ditingkat Universitas yang tidak bagus unutuk kalian terapkan walauu sudah menjadi budaya yang terealisasikan oleh mahasiswa nolep. Bukankah ini budaya yang harus kita rubah bersama?
Herannya jika kita lihat mahasiswa disekeliling kita banyak yang belajar hanya pada waktu tertentu saja, seperti jika ada pengujian kenaikan Junin di Negeri Konoha, dengan menggunakan Cakra SKS Sistem Kebut Semalam. Maksudnya saat Middle dan Finals Test saja, dengan harapan IPK bagus yang akan menjadi bahan pertimbangan untuk kenaikan semester selanjutnya. Keluhan demi keluhan semester tua membosankan, hal itu telah membudaya seakan menghapus kata potensi untuk mengembangkan diri lebih baik lagi. Mereka mulai melupakan seperti apa jalan kemaren yang ditempuh untuk bisa masuk ke sebuah perguruan tinggi.
Mari kita renungkan.....Setiap hari sesuatu yang kita makan, tidak lain hasil dari kepingan peluh orang tua, semakin kau meminta semakin mereka memberi dan semakin menyiksa. Sebagaimana sebuah kain basah yang selalu diperah, dikuras habis peluhnya untuk diperas habis hartanya. Itulah orang tua yang rela memberikan biaya besar demi anaknya. Seseorang mahasiswa berjiwa akademisi, ia tidak akan diam melihat kondisi seperti ini. Ia akan mulai menggali, ia tidak akan mengikuti langkah seperti air mengalir tanpa melawan arus kemalasan yang mahasiswa nolep lakukan, budaya negatif yang tidak arif untuk di ikuti, tidak akan mereka koleksi.
Penanaman Kultur akademisi kepada mahasiswa Nolep disini merupakan serangkaian fenomena yang melihat bagaiaman kualitas yang mengkonsep para mahasiswa yang tidak memiliki tujuan pada bangku perkuliahannya. Mereka sekedar duduk, mendengar seperlunya dan selebihnya hanyalah turun untuk menikmati beban perkualiahan. Kuliah bukan sekedar mengerjakan tugas, hal tersebut adalah sebuah rutinitas para pembelajar, setingkat perguruan tinggi. Setiap orang mempunyai kesempatan luas untuk berada pada posisi demikian. Jika mengeluh dan bermalasan akan mengurangkan beban pikiran mungkin kerangka berpikir itu tidak lebih jauh dengan dengan keseharian para pengangguruan.
Berbicara mengenai sebuah konsep pendidikan, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa adalah salah satu tugas negara kita yang paling mulia. Dalam bukunya Nurcholish Madjid “Cita-cita Politik Islam di Era Reformasi”. Menyebutkan di zaman ini aset negara kita yaitu perguruan tinggi merupakan pusat kreativitas budaya bangsa dan barisan terdepan pengembangan budaya kearah kemajuan. Pikiran-pikiran terbaik pemuda bangsa Indonesia tercetak dari kalangan Universitas dan terobosan-terobosan kemajuan bangsa juga diperankan oleh kalangan Universitas.
Oleh karena itu, kekuatan mutu daya manusia menjadi taruhan utama suatu bangsa, dari sinilah letak penting dan strategisnya upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena sebuah investasi terbesar negara bukan hanya berupa limpahan harta namun dengan meningkatkan pendidikan adalah tujuan besar investasi utama dunia pendidikan di Indonesia.
Satu lagi aku kira untuk menghindari Mahasiswa Nolep, Solid Boleh Goblok Jangan; Budaya Nyontek.
Inilah sebuah gambaran persahabatan yang membuat kita sadar bahwa ada batasan-batasan tertentu yang tidak boleh kita bagikan kepada sahabat kita. Batasan itu untuk penyadaran, bahwa kita tidak boleh memanjakan sahabat dengan membiarkan dia menyontek kepada kita.
Kesimpulan jangan menjadi mahasiswa.
1.
Nolep; Tidak memiliki tujuan jelas, hidup menyelami dunia kampus, hanya sekedar titip absen semata.
2.
Ikutlak berkontribusi untuk negeri
3.
Ingat perjuangan orang tua, berapa biaya yang telah dihabiskan hanya untumu.
4.
Hindari belajar SKS, tentukan hidupmu.
5.
Hidup hanya sekali buatlah hidupmu bearti.
Tuliskan saran dan krtik di kolom komentar, takut komen berati mahasiswa nolep.hehe
@sumber-terinspirasi-oleh-Saudara Erwansyah